Assalamualaikum wr wb

Wassalamualaikum wr wb

" Ya Allah, berikanlah RASA PUAS padaku 
dengan ketetapan-Mu dan berkatilah aku 
dengan semua yang telah di pastikan bagiku, 
sehingga aku tidak menyukai Kesegeraan 
dari apa yang Engkau Tangguhkan dan tidak pula
menyukai Penangguhan dari apa yang Engkau 
Segerakan..amin "
----- Forwarded by YULIA YEID/YAMAHA on 05/12/2009 09:14 AM -----

[email protected] 
05/12/2009 09:02 AM

To
[email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected], 
rifor_santy%[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected]
cc

Subject








Amal Perbuatan Yang Memudahkan Mukmin Menyeberangi Jembatan Neraka 
Jumat, 08/05/2009 21:04 WIB Cetak |  Kirim |  RSS 
Sebagaimana sudah kita ketahui setiap Ahli Tauhid sebelum berhak mencapai 
pintu gerbang surga diharuskan melewati ujian berat yaitu menyeberangi 
jembatan yang membentang di atas Neraka Jahannam. Nabi shollallahu ’alaih 
wa sallam melukiskan jembatan itu sebagai lebih tipis dari sehelai rambut 
dan lebih tajam dari sebilah pedang. Ada mereka yang sukses 
menyeberanginya, ada yang sukses namun terluka kena sabetan duri-duri dan 
besi-besi kait yang merobek sebagian anggota tubuhnya sementara ada yang 
gagal sehingga terjatuh dan terjerembab dengan wajahnya terlebih dahulu 
masuk ke dalam api menyala-nyala Neraka Jahannam. 
 
وَلِجَهَنَّمَ جِسْرٌ أَدَقُّ مِنْ الشَّعْرِ وَأَحَدُّ مِنْ السَّيْفِ 
عَلَيْهِ كَلَالِيبُ وَحَسَكٌ يَأْخُذُونَ مَنْ شَاءَ اللَّهُ وَالنَّاسُ 
عَلَيْهِ كَالطَّرْفِ وَكَالْبَرْقِ وَكَالرِّيحِ وَكَأَجَاوِيدِ الْخَيْلِ 
وَالرِّكَابِ وَالْمَلَائِكَةُ يَقُولُونَ رَبِّ سَلِّمْ رَبِّ سَلِّمْ 
فَنَاجٍ مُسَلَّمٌ وَمَخْدُوشٌ مُسَلَّمٌ وَمُكَوَّرٌ فِي النَّارِ عَلَى 
وَجْهِهِ 
“Dan Neraka Jahannam itu memiliki jembatan yang lebih tipis dari rambut 
dan lebih tajam dari pedang. Di atasnya ada besi-besi yang berpengait dan 
duri-duri yang mengambil siapa saja yang dikehendaki Allah. Dan manusia di 
atas jembatan itu ada yang (melintas) laksana kedipan mata, ada yang 
laksana kilat dan ada yang laksana angin, ada yang laksana kuda yang 
berlari kencang dan ada yang laksana onta berjalan. Dan para malaikat 
berkata: ”Rabbi sallim. Rabbi sallim.” ( ”Ya Allah, selamatkanlah. 
Selamatkanlah.”)  Maka ada yang selamat, ada yang tercabik-cabik lalu 
diselamatkan dan juga ada yang digulung dalam neraka di atas wajahnya.” 
(HR Ahmad 23649) 
  
Setiap orang yang mengaku beriman sudah barang tentu berharap dirinya 
masuk ke dalam golongan mereka yang selamat menyeberanginya sehingga 
berhak masuk Surga dan dijauhkan dari azab api neraka. Namun pertanyaannya 
ialah bagaimana hal itu bisa tercapai? Apa syarat-syarat agar seorang 
Mukmin berhak menikmati kesuksesan tersebut? Sebenarnya dalam hadits lain 
Nabi shollallahu ’alaih wa sallam telah mengisyaratkan sebagian 
jawabannya. 
 
 إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَدْعُو النَّاسَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ 
بِأَسْمَائِهِمْ سِتْرًا مِنْهُ عَلَى عِبَادِهِ، وَأَمَّا عِنْدَ 
الصِّرَاطِ، فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُعْطِي كُلَّ مُؤْمِنٍ نُورًا، 
وَكُلَّ مُؤْمِنَةٍ نُورًا، وَكُلَّ مُنَافِقٍ نُورًا، فَإِذَا اسْتَوَوْا 
عَلَى الصِّرَاطِ سَلَبَ اللَّهُ نُورَ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ، 
فَقَالَ الْمُنَافِقُونَ انْظُرُونَا نَقْتَبِسْ مِنْ نُورِكُمْ وَقَالَ 
الْمُؤْمِنُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنا فَلا يَذْكُرُ عِنْدَ ذَلِكَ 
أَحَدٌ أَحَدًا 
“Allah akan memanggil umat manusia di akhirat nanti dengan nama-nama 
mereka ada tirai penghalang dari-Nya. Adapun di atas jembatan Allah 
memberikan cahaya kepada setiap orang beriman dan orang munafiq. Bila 
mereka telah berada di tengah jembatan, Allah-pun segera merampas cahaya 
orang-orang munafiq. Mereka menyeru kepada orang-orang beriman: ”Tunggulah 
kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahaya kamu.” (QS Al-Hadid 
ayat 13) Dan berdoalah orang-orang beriman: ”Ya Rabb kami, sempurnakanlah 
untuk kami cahaya kami.”(QS At-Tahrim ayat 8)  Ketika itulah setiap orang 
tidak akan ingat orang lain.” (HR Thabrani 11079) 
  
Di antara solusinya ialah seorang mukmin mesti mengupayakan agar dirinya 
kelak memiliki cukup cahaya agar mampu menyeberangi kegelapan dan panasnya 
neraka. Sebab pada saat akan menyeberangi jembatan tersebut setiap orang 
dibekali Allah cahaya agar mampu melihat jalan yang sedang ditelusurinya 
di atas jembatan tersebut. Dan bila ia termasuk mukmin sejati cahaya yang 
diterimanya itu akan setia menemani dan menyinari dirinya sepanjang 
penyeberangan itu hingga sampai ke ujung menjelang pintu surga. Namun jika 
ia termasuk orang yang imannya bermasalah lantaran begitu banyak dosanya, 
apalagi kalau ia termasuk orang munafik, maka di tengah perjalanan 
menyeberangi jembatan Allah tiba-tiba padamkan cahaya yang menemaninya 
sehingga ia dibiarkan dalam kegelapan dan akibatnya ia menjadi tersesat 
dan terjatuh ke dalam api neraka. 
 
Begitu cahaya orang-orang munafik itu mendadak dipadamkan Allah, maka 
mereka akan berteriak panik dan memohon kepada orang-orang beriman sejati 
agar dibagi sebagian cahaya yang setia menemani mukmin sejati itu. Sungguh 
gambaran mengerikan yang dengan jelas diuraikan Allah di dalam ayat-ayat 
berikut ini: 
 
مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ 
وَلَهُ أَجْرٌ كَرِيمٌ 
يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُمْ بَيْنَ 
أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ بُشْرَاكُمُ الْيَوْمَ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ 
تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ 
يَوْمَ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ لِلَّذِينَ آَمَنُوا 
انْظُرُونَا نَقْتَبِسْ مِنْ نُورِكُمْ قِيلَ ارْجِعُوا وَرَاءَكُمْ 
فَالْتَمِسُوا نُورًا 
فَضُرِبَ بَيْنَهُمْ بِسُورٍ لَهُ بَابٌ بَاطِنُهُ فِيهِ الرَّحْمَةُ 
وَظَاهِرُهُ مِنْ قِبَلِهِ 
 الْعَذَابُ يُنَادُونَهُمْ أَلَمْ نَكُنْ مَعَكُمْ قَالُوا بَلَى 
وَلَكِنَّكُمْ فَتَنْتُمْ 
 أَنْفُسَكُمْ وَتَرَبَّصْتُمْ وَارْتَبْتُمْ وَغَرَّتْكُمُ الْأَمَانِيُّ 
حَتَّى 
جَاءَ أَمْرُ اللَّهِ وَغَرَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ فَالْيَوْمَ لَا 
يُؤْخَذُ مِنْكُمْ فِدْيَةٌ وَلَا 
مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مَأْوَاكُمُ النَّارُ هِيَ مَوْلَاكُمْ وَبِئْسَ 
الْمَصِيرُ 
 
”Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah 
akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan 
memperoleh pahala yang banyak, (yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang 
mu'min laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan 
dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka): "Pada hari ini ada 
berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya 
sungai-sungai yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang 
banyak. Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan 
berkata kepada orang-orang yang beriman: "Tunggulah kami supaya kami dapat 
mengambil sebahagian dari cahayamu". Dikatakan (kepada mereka): 
"Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)". Lalu 
diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah 
dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa. 
Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mu'min) seraya 
berkata: "Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?" Mereka menjawab: 
"Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran 
kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga 
datanglah ketetapan Allah; dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh 
(syaitan) yang amat penipu. Maka pada hari ini tidak diterima tebusan dari 
kamu dan tidak pula dari orang-orang kafir. Tempat kamu ialah neraka. 
Dialah tempat berlindungmu. Dan dia adalah sejahat-jahat tempat kembali.” 
(QS Al-Hadid ayat 11-15) 
  
Lalu apakah amal perbuatan yang akan menyebabkan seorang mukmin memiliki 
cukup cahaya untuk sukses menyeberangi jembatan itu? Ternyata, di 
antaranya ialah kesungguhan seorang mukmin untuk bertaubat dari dosa-dosa 
yang selama ini dia kerjakan. Inilah yang disebut dengan aktifitas 
Taubatan Nasuhan (Taubat Yang Murni). Taubatan Nasuha inilah yang akan 
menyebebkan seorang mukmin memperoleh cahaya yang disempurnakan untuk 
sukses menyeberangi jambatan Neraka. Bukan taubat musiman alias taubat 
yang tidak menyebabkan seseorang benar-benar meninggalkan perbuatan dosa 
yang dilakukannya. Perhatikanlah ayat Allah berikut ini: 
 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا 
عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ 
جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ 
النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آَمَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ 
أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا 
وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ 
 
”Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan Taubatan 
Nasuhan (taubat yang semurni-murninya), mudah-mudahan Tuhan kamu akan 
menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang 
mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak 
menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang 
cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil 
mereka mengatakan: "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami 
dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu". 
(QS At-Tahrim ayat 8) 
  
Al-Hakim meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, dari Nabi shollallahu ’alaih wa 
sallam, beliau bersabda: ”Shirath itu setajam pedang dan sangat 
menggelincirkan.” Beliau melanjutkan: ”Lalu mereka melintas sesuai dengan 
cahaya yang mereka miliki. Maka di antara mereka ada yang melintas secepat 
meteor,  ada pula yang melintas secepat kedipan mata, ada pula yang 
melintas secepat angin, ada pula yang melintas seperti orang berlari, dan 
ada pula yang berjalan dengan cepat. Mereka melintas sesuai amal perbuatan 
mereka, hingga tibalah saat orang yang cahayanya ada di jari jempol kedua 
kakinya melintas, satu tangannya jatuh, dan satu tangannya lagi 
menggantung, satu kakinya jatuh dan satu kakinya lagi menggantung, kedua 
sisinya terkena api neraka.” 
  
Kedua, seorang Mukmin akan dijamin memiliki cukup cahaya saat menyeberangi 
jembatan di atas Neraka jika ia rajin berjalan ke masjid dalam kegelapan 
untuk menegakkan sholat wajibnya semata ingin meraih keridhaan Allah. Nabi 
bersabda: 
 
بَشِّرْ الْمَشَّائِينَ فِي الظُّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّورِ 
التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ 
  
“Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan menuju 
masjid-masjid dalam kegelapan dengan cahaya yang sempurna pada hari 
Kiamat.” (HR Ibnu Majah 773) 
  
Nabi shollallahu ’alaih wa sallam seringkali ketika berjalan menuju ke 
masjid berdoa dengan doa sebagai berikut: 
 
اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا وَفِي بَصَرِي نُورًا وَفِي سَمْعِي 
نُورًا 
 وَعَنْ يَمِينِي نُورًا وَعَنْ يَسَارِي نُورًا وَفَوْقِي نُورًا وَتَحْتِ 
 نُورًا وَأَمَامِي نُورًا وَخَلْفِي نُورًا وَاجْعَلْ لِي نُورًا 
  
“Ya Allah jadikanlah cahaya dalam hatiku, dalam penglihatanku, dalam 
pendengaranku, di sebelah kananku, di sebelah kiriku, di sebelah atasku, 
di sebelah bawahku, di depanku, di belakangku dan jadikanlah aku 
bercahaya.” (HR Bukhary 5841) 
 
  
Ketiga, seorang Mukmin akan sukses menyeberangi jembatan neraka bila ia 
melindungi sesama mukmin dari kejahatan orang Munafik. Dan sebaliknya 
barangsiapa yang mengucapkan perkataan buruk untuk mencemarkan seorang 
Muslim, maka Allah akan menghukumnya dalam bentuk ia ditahan di atas 
jembatan neraka hingga dosa ucapannya menjadi bersih. 
 
مَنْ حَمَى مُؤْمِنًا مِنْ مُنَافِقٍ أُرَاهُ قَالَ بَعَثَ اللَّهُ مَلَكًا 
يَحْمِي 
 لَحْمَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ نَارِ جَهَنَّمَ وَمَنْ رَمَى مُسْلِمًا 
بِشَيْءٍ يُرِيدُ 
 شَيْنَهُ بِهِ حَبَسَهُ اللَّهُ عَلَى جِسْرِ جَهَنَّمَ حَتَّى يَخْرُجَ 
مِمَّا قَالَ 
  
“Barangsiapa melindungi seorang Mukmin dari kejahatan orang Munafik, Allah 
akan mengutus malaikat untuk melindungi daging orang itu –pada hari 
Kiamat- dari neraka jahannam. Barangsiapa menuduh seorang Muslim dengan 
tujuan ingin mencemarkannya, maka Allah akan menahannya di atas jembatan 
neraka jahannam hingga orang itu dibersihkan dari dosa perkataan 
buruknya.” (HR Abu Dawud 4239) 
  
Saudaraku, sungguh kita semua sangat membutuhkan cahaya yang mencukupi 
untuk menyeberangi jembatan neraka dengan selamat. Semoga Allah masukkan 
kita bersama ke dalam golongan Mukmin sejati. Semoga Allah bersihkan hati 
kita bersama dari penyakit kemunafikan. Sebab kemunafikan akan menyebabkan 
cahaya seseorang tiba-tiba padam saat menyeberangi jembatan neraka 
sehingga ia menjadi  tergelincir lalu jatuh ke dalam api neraka yang 
menyala-nyala. Na’udzubillahi min dzalika...! 
  
اَللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ النِّفَاق وَ اَعْمَالَنَا مِنَ 
الرِّيَاء وَ أَلْسِنَتَنَا مِنَ الْكَذِب وَ أَعْيُنَنَا مِنَ الخِْيَانَة 
إِنَّكَ تَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُن وَ مَا تُخْفِ الصُّدُور 
  
Ya Allah, bersihkanlah hati kami dari kemunafikan, dan ‘amal perbuatan 
kami dari riya dan lisan kami dari dusta serta pandangan mata kami dari 
khianat. Sesungguhnya Engkau Maha Tahu khianat pandangan mata dan apa yang 
disembunyikan hati. 




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

<<image/jpeg>>

<<image/jpeg>>

<<image/jpeg>>

Kirim email ke