Turis Arab Serbu Puncak, Musim Kawin Kontrak Dimulai


Bogor, *NU Online*

BULAN Mei ini kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, bakal dibanjiri turis asal Timur 
Tengah, terutama dari Arab Saudi, Irak, dan Iran. Mereka biasanya menghabiskan 
waktu liburan di sana hingga tiga bulan berikutnya.


Selama musim liburan tersebut, para turis tersebut tinggal di sejumlah hotel 
dan wisma di daerah Tugu Selatan dan Tugu Utara, Kecamatan Cisarua. Situasi ini 
selalu terjadi setiap tahunnya, sehingga warga setempat kerap menyebutnya 
sebagai 'Musim Arab'.


"Mereka selama ini tinggal di daerah Warungkaleng, Tugu Utara. Di sini juga ada 
wilayah yang dinamakan perkampungan Arab," kata Dede (45), warga Kampung 
Sampai, Tugu Utara, Kamis (23/4).


Dipaparkan, meskipun musim Arab baru akan dimulai Mei, tapi beberapa bulan 
ebelumnya sudah banyak vila, wisma, dan hotel kelas melati yang sudah dipesan. 
Bagi warga setempat, membanjirnya turis asal Timur Tengah membawa berkah 
tersendiri. "Selain tempat penginapan penuh, rental mobil juga laku," kata Dede.


Menurut Risman, warga lainnya, turis Arab yang berlibur di kawasan Puncak bisa 
menghabiskan uang hingga miliaran rupiah. Untuk berbelanja, makan, minum, 
transportasi, dan sejenisnya turis tersebut bisa menghabiskan Rp 3-5
juta per hari. "Mereka biasanya datang secara berkelompok," tutur seorang 
pedagang rokok di kawasan Kampung Sampai ini.


Di musim Arab ini, warga pun memanfaatkannya dengan membuka usaha makanan asal 
Timur Tengah. Pasalnya, turis Arab kurang begitu suka dengan makanan Indonesia. 
"Mereka lebih suka makanan atau minuman asli negaranya, makanya di sini banyak 
toko makanan dan restoran dengan menu yang bertuliskan Arab,"ujar Risman.


Sekretaris Himpunan Pemandu Indonesia (HPI) Kabupaten Bogor Teguh Mulyana, 
mengatakan, musim Arab juga membawa berkah bagi para pemandu wisata. Namun, 
para guide tersebut tidak dibekali dengan standar seorang pemandu yang 
profesional, sehingga justru ada pemandu yang merugikan turis tersebut. "Banyak 
warga yang fasih berbahasa Arab kemudian menjadi guide, termasuk
menjadi penunggu vila," kata Teguh Mulyana. Rp 5 juta

Namun, katanya, tidak sedikit turis asing yang berperilaku nakal selama 
berlibur di kawasan Puncak. "Turis Arab rata-rata nakal. Sebagiannya sering 
'jajan' atau memesan perempuan. Dan sebagian yang lain ada saja yang melakukan 
kawin kontrak dengan warga sekitar, dengan biaya antara Rp 5 juta sampai Rp 10 
juta. Itu baru mahar, belum kebutuhan sehari-hari lainnya yang
pasti dicukupi oleh si turis itu," ujarnya. 

Ketika dihubungi, Kapolsek Cisarua AKP Hepi Hanafi mengatakan, keberadaan turis 
Timur Tengah tidak hanya memberikan berkah bagi warga sekitar, tapi juga bisa 
menimbulkan masalah. Misalnya, memunculkan aksi kriminalitas. "Untuk itu, kami 
mengimbau kepada warga sekitar, khususnya para pemilik warung atau pemilik 
vila, untuk tetap selektif dalam melayani wisman Arab
ini," katanya.


"Soal kawin kontrak juga kerap dijadikan tameng untuk menyalurkan hasrat 
seksnya. Maka dari itu, kita sudah mulai menggelar razia dan memperketat 
pengawasan terhadap perilaku para wisman Arab tersebut," imbuh Hepi.
(kcm/mad)


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke