Pemilihan Susu Formula Terbaik bagi Anak
Dikirim oleh Evariny A. untuk ASI
viewed: 5718 , 12 today 

Asi adalah susu yang terbaik bagi anak. Susu formula terbaik adalah susu yang 
cocok dan tidak menimbulkan gangguan. Bukan karena susu yang disukai, termahal, 
terkenal atau yang mengandung berbagai macam kandungan kecerdasan. Seorang ibu 
mendapat advis dari dokter bahwa anaknya harus memakai susu formula A. Saat 
mencari susu tersebut di supermarket mendapat informasi dari seorang SPG (Sales 
Promotion Girl) bahwa susu A mungkin tidak cocok karena tidak bisa menggemukkan 
jadi harus dengan susu B. Sesampai di rumah si ibu mencoba ?curhat? pertelepon 
dengan temannya. Si teman mengatakan bahwa anaknya bisa gemuk dengan susu C 
karena lebih terkenal dan lebih mahal. Dengan perasaan bingung si Ibu mencoba 
konsultasi ke dokter lainnya ternyata advisnya berbeda lagi, anak harus minum 
susu D. Akhirnya si ibu malah menjadi bingung mendapat informasi yang sangat 
berbeda ini.

Orang tua sering dihadapkan pada masalah pemilihan jenis susu formula yang 
tepat dan baik untuk bayi. Masalah ini diperumit dengan semakin banyaknya susu 
formula yang beredar di pasaran. Informasi tentang pemahaman pemilihan jenis 
susu semakin banyak didapatkan, baik dari dokter, sales promotion di 
supermarket, iklan di media cetak dan elektronik, brosur atau dari pengalaman 
ibu lainnya. Informasi yang beragam inilah yang membingungkan orang tua, karena 
sering sangat berbeda dan berlawanan.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa kesulitan pemilihan jenis susu formula banyak 
dialami oleh para orang tua. Pemilihan susu formula yang tidak tepat akan 
mengakibatkan gangguan beberapa fungsi dan organ tubuh seperti diare, sering 
batuk, sesak dan sebagainya. Gangguan sistem tubuh tersebut ternyata dapat 
mengganggu pertumbuhan dan perkembangan serta mempengaruhi dan memperberat 
gangguan perilaku anak.

ASI adalah merupakan makanan terbaik untuk bayi dan anak. Tetapi menjadi 
masalah bila anak tidak dapat mengkonsumsi ASI dengan cukup karena berbagai 
kondisi dan keadaan. Penggunaan PASI (Pengganti ASI) menjadi alternatif yang 
tidak dapat dihindarkan. Pemilihan susu terbaik bagi anak harus dilakukan 
secara cermat dan teliti. Susu merupakan makanan bayi dan anak yang dikonsumsi 
setiap hari dalam jumlah banyak dan jangka panjang. Bila susu tersebut tidak 
cocok bisa menimbulkan gangguan tumbuh kembang yang terjadi terjadi terus 
menerus dalam jangka panjang.

SUSU FORMULA TERBAIK
Secara umum prinsip pemilihan susu yang tepat dan baik untuk anak adalah susu 
yang sesuai dan bisa diterima sistem tubuh anak. Susu terbaik tidak harus susu 
yang disukai bayi atau susu yang harganya mahal. Bukan juga susu yang banyak 
dipakai oleh kebanyakan bayi atau susu yang paling laris. Karena, susu formula 
dengan penjualan terbesar yang beredar di setiap negara selalu beredar. Di 
negara Indonesia misalnya susu formula merek A, di negara Amerika serikat merek 
B, sedangkan di Belanda mungkin merek C.

Susu terbaik harus tidak menimbulkan gangguan saluran cerna seperti diare, 
muntah atau kesulitan buang air besar. Susu yang terbaik juga harus tidak 
menimbulkan gangguan lainnya seperti batuk, sesak, gangguan kulit dan 
sebagainya. Penerimaan terhadap susu pada setiap anak sangat berbeda. Anak 
tertentu bisa menerima susu A, tetapi anak lainnya bila minum susu A terjadi 
diare, muntah atau malah sulit buang air besar.

Semua susu formula yang beredar di Indonesia dan di dunia harus sesuai dengan 
Standard RDA (Recomendation Dietery Allowence). Standar RDA untuk susu formula 
bayi adalah jumlah kalori, vitamin dan mineral harus sesuai dengan kebutuhan 
bayi dalam mencapai tumbuh kembang yang optimal. Dengan kata lain penggunaan 
apapun merek susu sapi formula yang sesuai usia anak selama tidak menimbulkan 
gangguan fungsi tubuh adalah susu yang terbaik untuk anak tersebut.

Susu yang paling enak dan disukai bukan merupakan pertimbangan utama pemilihan 
susu. Meskipun susu tersebut disukai anak, tetapi bila menimbulkan banyak 
gangguan fungsi dan sistem tubuh maka akan menimbulkan banyak masalah kesehatan 
bagi anak. Tetapi sebaliknya bila gangguan saluran cerna anak baik dan tidak 
terganggu maka nafsu makan atau minum susu pada anak tidak akan terganggu. 
Harga susu yang mahal dan merek yang terkenal juga bukan merupakan jaminan 
bahwa susu tersebut yang terbaik. Keterkenalan merek susu formula tertentu di 
suatu negara atau daerah sebenarnya lebih karena pertimbangan keberhasilan 
strategi pemasaran dan penyediaan barang. Hal ini dapat dillihat bahwa susu 
dengan penjualan tertinggi di negara satu dengan negara lainnya di dunia sangat 
berbeda dan bervaiasi.

Penambahan AA, DHA, Spingomielin pada susu formula sebenarnya tidak merupakan 
pertimbangan utama pemilihan susu yang terbaik. Penambahan zat yang diharap 
berpengaruh terhadap kecerdasan anak memang masih sangat kontroversial. Banyak 
penelitian masih bertolakbelakang untuk menyikapi pendapat tersebut. Beberapa 
penelitian menunjukkan pemberian AA dan DHD pada penderita prematur tampak 
lebih bermanfaat. Sedangkan pemberian pada bayi cukup bulan (bukan prematur) 
tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna mempengaruhi kecerdasan. Sehingga WHO 
hanya merekomendasikan pemberian AA dan DHA hanya pada bayi prematur saja.

Penjualan susu formula adalah merupakan bisnis perdagangan yang sangat besar 
dan sangat menggiurkan. Setiap hari kita disuguhi promosi susu formula yang 
demikian gencar. Semua produsen susu berlomba-loba mengangkat isu kecerdasan 
dengan mengandalkan AA, DHA, Spingomielin dan sebagainya. Karena sangat 
gencarnya promosi ?susu kecerdasan? ini, banyak orangtua menolak bila susu 
anaknya tidak mengandung AA dan DHA. Fenomena ini merubah perilaku produsen 
untuk selalu menambah zat kecerdasan pada semua produk susu dan makanan anak. 
Sehingga akhirnya penambahan kandungan AA dan DHA kesannya hanya untuk 
kepentingan bisnis belaka.

Penambahan prebiotik atau sinbiotik untuk memperbaiki saluran cerna bukanlah 
yang utama. Selama bahan dasar susu formula tersebut bisa diterima saluran 
cerna, maka penambahan kandungan tersebut tidak terlalu bermanfaat. Sebaliknya 
meskipun terdapat zat tersebut, tetapi bila beberapa kandungan dalam susu sapi 
tidak bisa diterima saluran cerna juga tidak akan memperbaiki keadaan. Bila 
terdapat masalah gangguan saluran cerna berkepanjangan yang penting adalah 
mencari jenis susu atau makanan lainnya yang dapat mengganggu saluran cerna 
tersebut.

MENGAPA SUSU FORMULA TIDAK COCOK

Pengaruh ketidak cocokan terhadap susu formula bisa disebabkan karena reaksi 
simpang makanan bisa karena reaksi alergi atau reaksi nonalergi. Alergi susu 
sapi adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan sIstem tubuh 
yang ditimbulkan oleh alergi terhadap susu sapi. Reaksi hipersensitif terhadap 
protein susu sapi dengan keterlibatan mekanisme sistem imun. Alergi terhadap 
susu formula yang mengandung protein susu sapi merupakan suatu keadaan dimana 
seseorang memiliki sistem reaksi kekebalan tubuh yang abnormal terhadap protein 
yang terdapat dalam susu sapi.

Sistem kekebalan tubuh bayi akan melawan protein yang terdapat dalam susu sapi 
sehingga gejala-gejala reaksi alergi pun akan muncul. Reaksi non alergi atau 
reaksi simpang makanan yang tidak melibatkan mekanisme sistem imun dikenal 
sebagai intoleransi. Intoleransi ini bisa terjadi ketidakcocokan terhadap 
laktosa, gluten atau jenis lemak tertentu.

Reaksi simpang makanan tersebut terjadi karena ketidakcocokan beberapa 
kandungan didalam susu formula. Bisa terjadi karena ketidakcocokan terhadap 
kandungan protein susu sapi (kasein), laktosa, gluten, zat warna, aroma rasa 
(vanila, coklat, strawberi, madu dll), komposisi lemak, kandungan DHA, minyak 
jagung, minyak kelapa sawit dan sebagainya.

Alergi susu sapi adalah alergi terhadap kandungan protein tertentu yang ada di 
dalamnya. Banyak penelitian mengenai alergenitas protein susu sapi. Terdapat 
lebih dari 40 jenis protein yang berbeda dalam susu sapi yang berpotensi untuk 
menyebabkan sensitivitas. Kandungan pada susu sapi yang paling sering 
menimbulkan alergi adalah lactoglobulin, selanjutnya casein, lactalbumin bovine 
serum albumin (BSA). Analisa Immunoelectrophoretic menunjukkan bahwa casein 
berkurang alergenisitasnya setelah pemanasan sekitar 120 C selama 15 menit, 
sedangkan lactoglobulin, lactalbumin berkurang terhadap pemanasan lebih dari 
100C. BSA and gammaglobulin kehilangan antigenisitasnya pada suhu antara 70C ? 
80C.

GEJALA REAKSI ALERGI SUSU SAPI ATAU REAKSI SIMPANG SUSU FORMULA

Gangguan akibat ketidakcocokan susu formula bisa timbul karena reaksi cepat 
atau timbulnya gejala kurang dari 8 jam. Pada reaksi lambat atau gejala baru 
timbul setelah lebih dari 8 jam, atau kadang setelah minum susu 5 atau 7 hari 
baru timbul keluhan. Tanda dan gejala ketidak cocokan susu formula atau alergi 
susu hampir sama dengan alergi makanan. Gangguan tersebut dapat mengganggu 
semua organ tubuh terutama pencernaan, kulit, saluran napas dan organ lainnya.

GANGGUAN SALURAN CERNA: Sering muntah/gumoh, kembung,?cegukan?, sering buang 
angin, sering ?ngeden /mulet?, sering rewel, gelisah atau kolik terutama malam 
hari. Sering buang air besar (> 3 kali perhari), tidak BAB tiap hari, Feses 
berwarna hijau, hitam, berbau, sangat keras, cair atau berdarah. Hernia 
Umbilikalis (pusar menonjol), Scrotalis, inguinalis (benjolan di selangkangan, 
daerah buah zakar atau pusar atau ?turun berok?) karena sering ngeden sehingga 
tekanan di dalam perut meningkat.

Bila gangguan saluran cerna terjadi jangka panjang akan mengakibatkan : daya 
tahan tubuh berkurang sehingga mudah terserang infeksi terutama ISPA (batuk, 
pilek, panas, tonsilitis (amandel) berulang kadang setiap bulan atau lebih) 
Kulit sensitif, sering timbul bintik atau bisul kemerahan terutama di pipi, 
telinga dan daerah yang tertutup popok. Kerak di daerah rambut.Timbul bekas 
hitam seperti tergigit nyamuk. Mata, telinga dan daerah sekitar rambut sering 
gatal, disertai pembesaran kelenjar di kepala belakang. Kotoran telinga 
berlebihan kadang sedikit berbau. Lidah sering timbul putih (seperti jamur). 
Bibir tampak kering atau bibir bagian tengah berwarna lebih gelap (biru). Gusi 
tampak bengkak seperti tumbuh gigi. Napas grok-grok, kadang disertai batuk 
sesekali terutama malam dan pagi hari siang hari hilang. Bayi seperti ini 
beresiko sering batuk atau bila batuk sering lama (>7hari) dan dahak berlebihan 
)

Sesak bayi baru lahir disertai kelenjar thimus membesar (TRDN/TTNB). BILA BERAT 
SEPERTI PARU-PARU TIDAK MENGEMBANG (LIKE RDS) Bayi usia cukup bulan (9 bulan) 
secara teori tidak mungkin terjadi paru2 yang belum mengembang. Paru tidak 
mengembang hanya terjadi pada bayi usia kehamilan < 35 minggu) Bayi seperti ini 
menurut penelitian beresiko asthma (sering batuk/bila batuk sering dahak 
berlebihan )sebelum usia prasekolah. Sering bersin, pilek, kotoran hidung 
banyak, kepala sering miring ke salah satu sisi (Sehingga beresiko kepala 
?peyang?) karena hidung buntu, atau minum dominan hanya satu sisi bagian 
payudara. Karena hidung buntu dan bernapas dengan mulut waktu minum ASI sering 
tersedak Mata sering berair atau sering timbul kotoran mata (belekan) salah 
satu sisi/kedua sisi.

Karena pencernaan terganggu bayi sering minum berlebihan atau sering minta 
minum berakibat berat badan lebih dan kegemukan (umur <1tahun). Kepala, telapak 
tangan atau telapak kaki sering teraba sumer/hangat. Sering berkeringat 
(berlebihan) terutama dahi, daerah rambut meskipun dalam suhu udara dingin dan 
,enggunakan ac. Gangguan hormonal : keputihan/keluar darah dari vagina, timbul 
bintil merah bernanah, pembesaran payudara, rambut rontok, timbul banyak bintil 
kemerahan dengan cairan putih (eritema toksikum) atau papula warna putih

Reaksi simpang makanan seperti ketidakcocokan susu formula terutama mengganggu 
sistem saluran cerna. Gangguan saluran cerna tersebut kadang mengakibatkan 
gangguan permeabilitas pada saluran cerna atau leaky gut. Banyak penelitian 
terakhir mengungkapkan bahwa gangguan saluran cerna kronis dengan berbagai 
mekanisme imunopatofisiologis dan imunopatobiologis ternyata dapat 
mengakibatkan gangguan neurofungsional otak. Gangguan fungsi otak tersebut 
mempengaruhi gangguan perilaku seperti gangguan konsentrasi, gangguan emosi, 
gangguan tidur, keterlambatan bicara, gangguan konsentrasi hingga memperberat 
gejala ADHD dan Autis.

Gangguan perilaku dan motorik (gangguan neuroanatomis dan neurofisiologis) yang 
sering diperberat dan dikaitkan karena reaksi alergi atau reaksi simpang susu 
formula

GANGGUAN NEURO ANATOMIS : Mudah kaget bila ada suara yang mengganggu. Gerakan 
tangan, kaki dan bibir sering gemetar. Kaki sering dijulurkan lurus dan kaku. 
Breath Holding spell : bila menangis napas berhenti beberapa detik kadang 
disertai sikter bibir biru dan tangan kaku. Mata sering juling (strabismus). 
Kejang tanpa disertai ganggguan EEG (EEG normal) GERAKAN MOTORIK BERLEBIHAN 
Usia < 1 bulan sudah bisa miring atau membalikkan badan. Usia < 6 bulan: 
mata/kepala bayi sering melihat ke atas. Tangan dan kaki bergerak berlebihan, 
tidak bisa diselimuti (?dibedong?). Kepala sering digerakkan secara kaku ke 
belakang, sehingga posisi badan bayi ?mlengkung? ke luar. Bila digendomg tidak 
senang dalam posisi tidur, tetapi lebih suka posisi berdiri. Usia > 6 bulan 
bila digendong sering minta turun atau sering bergerak/sering menggerakkan 
kepala dan badan atas ke belakang, memukul dan membentur benturkan kepala. 
Kadang timbul kepala sering bergoyang atau mengeleng-gelengkan kepala. Sering 
kebentur kepala atau jatuh daritempat tidur.

GANGGUAN TIDUR (biasanya MALAM-PAGI) gelisah,bolak-balik ujung ke ujung; bila 
tidur posisi ?nungging? atau tengkurap; berbicara, tertawa, berteriak dalam 
tidur; sulit tidur atau mata sering terbuka pada malam hari tetapi siang hari 
tidur terus; usia lebih 9 bulan malam sering terbangun atau tba-tiba duduk dan 
tidur lagi, AGRESIF MENINGKAT, pada usia lebih 6 bulan sering memukul muka atau 
menarik rambut orang yang menggendong. Sering menggigit, menjilat tangan atau 
punggung orang yang menggendong. Sering menggigit putting susu ibu bagi bayi 
yang minum ASI, Setelah usia 4 bulan sering secara berlebihan memasukkan 
sesuatu ke mulut. Tampak anak sering memasukkan ke dua tangan atau kaki ke 
dalam mulut.

GANGGUAN KONSENTRASI : cepat bosan thd sesuatu aktifitas bermain, bila diberi 
cerita bergambar sering tidak bisa lama memperhatikan. Tidak menyukai tempat 
yang sempit seperti box bayi atau ruangan kamar yang kecil. Sehingga sering 
minta keluar ruangan atau halaman luar rumah. EMOSI MENINGKAT, sering menangis, 
berteriak dan bila minta minum susu sering terburu-buru tidak sabaran. GANGGUAN 
MOTORIK DAN KOORDINASI : Pada POLA PERKEMBANGAN NORMAL adalah BOLAK-BALIK, 
DUDUK, MERANGKAK, BERDIRI DAN BERJALAN sesuai usia. Pada gangguan keterlambatan 
motorik biasanya bolak balik pada usia lebih 5 bulan, usia 6 ? 8 bulan tidak 
duduk dan merangkak, setelah usia 8 bulan langsung berdiri dan berjalan. 
KETERLAMBATAN BICARA: Tidak mengeluarkan kata umur < 15 bulan, , kemampuan
bicara atau ngoceh-ngoceh hilang dari yang sebelumnya bisa. Bila tidak ada 
gangguan kontak mata, gangguan pendengaran, dan gangguan intelektual biasanya 
usia lebih 2 tahun membaik. IMPULSIF : banyak tersenyum dan tertawa berlebihan, 
lebih dominan berteriak daripada mengoceh. Jangka panjang akan memperberat 
gangguan perilaku tertentu bila anak mengalami bakat genetik seperti ADHD 
(hiperaktif) dan AUTISME (hiperaktif, keterlambatan bicara, gangguan 
sosialisasi)

BERBAGAI JENIS SUSU FORMULA
Susu sebagai minuman utama pada bayi terdiri dari ASI, PASI atau susu formula 
(comercial formula) dan Non Formula. ASI merupakan makanan bayi yang paling 
sempurna, kandungan gizi sesuai kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan 
yang optimal pada anak. ASI juga mengandung zat untuk perkembangan kecerdasan, 
zat kekebalan (mencegah dari berbagai penyakit) dan dapat menjalin hubungan 
cinta kasih antara bayi dengan ibu. Manfaat bagi ibu dapat mengurangi 
perdarahan setelah melahirkan, mempercepat pemulihan kesehatan ibu, menunda 
kehamilan, mengurangi risiko terkena kanker payudara, dan merupakan kebahagiaan 
tersendiri bagi ibu.

PASI (Pengganti Air Susu Ibu) adalah merupakan alternatif terakhir bila memang 
ASI tidak keluar, kurang atau mungkin karena sebab lainnya. PASI adalah makanan 
bayi yang secara tunggal dapat memenuhi kebutuhan gizi bagi pertumbuhan dan 
perkembangan bayi sampai berumur enam bulan. PASI dapat dikelompokkan menjadi 
susu formula awal (starting formula), susu lanjutan (Followup Formula) .dan 
susu formula khusus (specific formula). Starting Formula biasanya diberikan 
sejak lahir sebelum usia 6 bulan dan Followup Formula diberikan di atas usia 6 
bulan.

Spesific formula merupakan formula khusus yang diberikan pada bayi yang 
mengalami gangguan malabsorbsi, alergi, intoleransi ataupun penyakit metabolik. 
Susu formula khusus ini sangat banyak dan bervariasi yang berisi formula 
tertentu bagi keadaan yang tertentu pula. Diantaranya adalah susu hidrolisa 
protein ektensif seperti Pepti junior, pregestimil, atau yang paling ekstensif 
seperti Neocate. Golongan susu tersebut termasuk yang paling aman karena 
komposisinya tanpa laktosa, mengandung banyak lemak MCT (monochain 
trigliserida) dan protein susu yang lebih mudah dicerna. Susu formula khusus 
ini digunakan untuk penderita alergi susu sapi, alergi susu kedelai, 
malabsorspsi dan sebaginya.

Susu formula khusus lainnya adalah susu hidrolisat protein parsial, seperti NAN 
HA atau Enfa HA. Golongan susu ini biasanya digunakan untuk bayi yang beresiko 
alergi atau untuk mencegah gejala alergi agar tidak semakin memberat dikemudian 
hari. Untuk pencegahan alergi biasanya hanya digunakan sejak lahir hingga usia 
6 bulan. Sebenarnya susu ini bukan digunakan untuk penderita alergi susu sapi. 
Tetapi dalam keadaan gejala alergi yang ringan tampaknya penggunaan susu ini 
sangat bermanfaat.

Susu formula khusus kedelai atau susu formula soya adalah susu formula yang 
mengandung bahan dasar kedelai sebagai pengganti susu sapi. Susu formula soya 
yang saat ini beredar di Indonesia adalah isomil, nutrisoya, prosobee dan 
sebagainya. Susu formula khusus lainnya adalah susu bebas atau rendah laktosa. 
Susu formula khusus ini digunakan untuk penderita intoleransi laktosa. Non 
formula, merupakan susu yang sebenarnya tidak memenuhi syarat sebagai PASI. 
Contoh susu non formula adalah susu sapi segar, susu skim atau susu kental 
manis. Susu ini komposisinya tidak sesuai dengan komposisi yang 
direkomendasikan oleh FDA atau komposisinya tidak sesuai dengan kebutuhan bayi.

Susu formula sangat berbeda dengan susu sapi murni, meski bahan baku susu 
formula dari susu sapi. Dalam susu formula, ada tambahan nutrisi yang sudah 
terukur dan disesuaikan dengan gizi yang dibutuhkan bayi. Karena itu, pemberian 
susu formula kepada bayi harus sesuai dengan kebutuhan bayi dan kandungan yang 
telah dianjurkan.

STRATEGI PEMILIHAN SUSU FORMULA
Bagaimana strategi atau langkah yang tepat dalam melakukan pemilihan susu 
formula yang terbaik bagi anak. Langkah awal yang harus dilakukan adalah 
menentukan apakah anak mempunyai resiko alergi atau intoleransi susu sapi. 
Resiko ini terjadi bila ada salah satu atau kedua orangtua pernah mengalami 
alergi, asma atau ketidak cocokan terhadap susu sapi. Langkah ke dua, harus 
cermat dalam mengamati kondisi dan gangguan yang terjadi pada anak sejak lahir. 
Gejala yang harus di amati adalah gejala gangguan saluran cerna, gangguan 
perilaku dan gangguan organ tubuh lainnya sejak bayi lahir

Bila terdapat resiko alergi dan gejala lain seperti di atas, harus lebih cermat 
dalam melakukan pemilihan susu. Kalau perlu lakukan konsultasi lebih jauh 
kepada dokter spesialis alergi anak, gastroenterologi anak atau metabolik dan 
endokrinologi anak Cermati gangguan organ tubuh yang terjadi terus menerus dan 
terjadi jangka panjang seperti sering batuk, sesak, diare (buang air besar > 2 
kali perhari), sulit buang air besar. Bila terjadi sebaiknya harus lebih 
dicermati apakah gangguan ini berkaitan karena ketidakcocokan susu formula.

Sering terjadi overdiagnosis dalam menentukan anak menderita alergi susu sapi. 
Sebaiknya jangan terlalu cepat memvonis alergi susu sapi pada bayi. Reaksi 
alergi yang timbul bukan saja terjadi karena susu formula. Dalam pemberian ASI, 
diet yang dikonsumsi ibu juga dapat mengakibatkan gangguan alergi. Dalam 
keadaan bayi mengalami infeksi batuk, panas dan pilek sering mengalami gangguan 
seperti reaksi alergi khususnya pada kulit, saluran cerna dan hipersekresi 
bronkus (lendir yang berlebihan). Hal lain sering terjadi anak divonis alergi 
susu sapi padahal sebelumnya penggunaan susu sapi tidak menimbulkan masalah 
kesehatan.

Alergi susu sapi biasanya semakin pertambahan usia akan semakin membaik, bukan 
sebaliknya. Alergi susu sapi biasanya terjadi sejak lahir. Bila gejala alergi 
baru timbul di atas usia 6 bulan, penyebabnya sangat mungkin bukan susu sapi. 
Kita harus mencermati alergi terhadap makanan lainnya yang biasanya mulai 
dikenalkan pada usia tersebut. Penderita alergi makanan, selain alergi terhadap 
susu sapi juga mengalami alergi terhadap makanan tertentu. Anak yang mengalami 
alergi susu sapi, ternyata didapatkan sekitar 30 ? 40% mengalami alergi susu 
soya (kedelai). Tetapi susu soya merupakan pilihan pertama untuk anak alergi 
susu sapi pada usia di atas 6 bulan. Bila anak mengalami alergi susu sapi yang 
ringan seperti gangguan kulit dan saluran cerna ringan akan bisa menerima susu 
sapi tersebut sekitar usia 1 tahun. Bila mengakibatkan gangguan berat seperti 
batuk, asma dan muntah biasanya akan bisa menerima susu sapi di atas usia 2 
hingga 5 tahun.

Bila mencurigai ketidak cocokan susu formula, jangan terlalu cepat memvonis 
susu sapi adalah penyebabnya. Ketidakcocokan susu formula belum tentu hanya 
karena kandungan susu sapinya. Gangguan bisa timbul karena kandungan yang 
terdapat dalam susu formula seperti laktosa, gluten, zat warna, aroma rasa 
(vanila, coklat, strawberi, madu dll), komposisi lemak, kandungan DHA, minyak 
jagung, minyak kelapa sawit dan sebagainya. Proses pengolahan bahan dasar susu 
sapi ternyata juga bisa berpengaruh. Beberapa cara proses pengolahan susu sapi 
tertentu dapat menghilangkan protein tertentu yang dapat menyebabkan gangguan 
alergi. Perbedaan ini dapat diamati dengan perbedaan bau susu formula tersebut.

Susu sapi formula satu dengan yang lainnya kadang bau ketajaman susu sapinya 
berbeda. Penggantian ketidakcocokan susu formula tidak harus selalu dengan susu 
soya atau susu hipoalergenik. Jadi, bila mencurigai ketidak cocokan susu jangan 
terlalu cepat mengganti dengan susu soya atau susu hipoalergi lainnya. Bila 
gangguannya ringan dengan penggantian susu sapi formula yang sejenis gangguan 
tersebut dapat berkurang. Misalnya, penggantian susu yang tidak mengandung DHA 
gangguan kulit bisa menghilang. Buang air besar yang sulit dengan pengantian 
susu sapi tertentu yang tidak mengandung kelapa sawit gangguannya membaik. 
Demikian pula gangguan penderita yang sering batuk, dengan mengganti susu sapi 
formula tertentu dapat mengurangi gangguan itu.

Pemberian susu formula khusus seperti susu soya, susu peptijunior atau susu 
hipoalergenik sering dianggap tidak bergizi dibanding susu formula lainnya. 
Sebenarnya secara umum pendapat ini tidak benar. Setiap susu formula kandungan 
vitamin, mineral dan kalorinya adalah sama, sudah sesuai standar FDA. Harus 
sesuai dengan kebutuhan anak menurut usianya. Memang susu tersebut tidak 
mengandung AA, DHA, dan ?kandungan kecerdasan? lainnya. Padahal penambahan 
kandungan zat tersebut masih belum terbukti secara klinis. Sedangkan bila susu 
formula lainnya tetap dipaksakan maka banyak gangguan fungsi organ tubuh dan 
ganggua perilaku yang dapat terjadi dalam jangka panjang. Hal ini justru akan 
menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak.

Selain ketidakcocokan susu, pertimbangan berikutnya dalam pemilihan susu adalah 
masalah harga. Sesuaikan pemilihan jenis susu dengan kondisi ekonomi keluarga. 
Harga susu tidak secara langsung berkaitan dengan kualitas kandungan gizinya. 
Meskipun susu tersebut murah belum tentu kalori, vitamin dan mineralnya kurang 
baik. Selama jumlah, jenisnya sesuai untuk usia anak dan tidak ada gangguan 
maka itu adalah susu yang terbaik untuk tumbuh kembang anak tersebut.

Semua susu formula susu yang beredar untuk bayi dan anak jumlah kandungan 
kalori, vitamin dan mineralnya tidak berbeda jauh. Perbedaan harga tersebut 
mungkin dipengaruhi oleh penambahan kandungan AA, DHA dan sebagainya di dalam 
susu formula. Pertimbangan lainnya yang penting adalah mudah didapat, baik 
dalam hal tempat pembelian dan penyediaan produk. Berganti-ganti jenis susu 
untuk seorang anak tidak harus dikawatirkan selama tidak ada gangguan 
penerimaan susu tersebut. Bila tidak terdapat resiko dan gejala alergi langkah 
berikutnya coba susu formula yang sesuai usia anak apapun merek dan jenisnya. 
Amati tanda dan gejala yang ditimbulkan, bila tidak ada keluhan teruskan 
pemberian susu tersebut dengan jumlah sesuai yang dibutuhkan anak.

KESIMPULAN
Secara umum prinsip pemilihan susu yang tepat dan baik untuk anak adalah susu 
yang sesuai dan bisa diterima sistem tubuh anak. Pertimbangan lain adalah 
pertimbangan harga susu yang harus disesuaikan dengan kondisi ekonomi keluarga 
dan harus mudah didapatkan di pasaran. Reaksi simpang makanan yang diakibatkan 
susu formula bisa disebabkan karena beberapa komposisi yang terkandung di 
dalamnya. Baik berupa reaksi alergi, intoleransi, atau reaksi simpang lainnya. 
Reaksi tersebut dapat mengganggu beberapa organ tubuh dan perilaku pada anak.
Dr Widodo Judarwanto SpA


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke