> Rekan-rekan sekalian,  
> 
> 
> Berikut ini saya postingkan dua artikel
> Gali Kata Alkitab 
> 
> 
> (Edisi 57): Tuhan "Semesta
> Alam" dan
> 
> 
> (Edisi 58): Mahakuat
> 
> 
> 
> Kami mohon maaf karena terjadi
> keterlambatan pengiriman.
> Harap artikel ini menjadi berkat bagi
> kita sekalian. 
> 
> 
> Artikel ini dan artikel sejenis dapat Anda
> akses di alamat berikut ini:  
> 
> http://herysa.blog.friendster.com/
> http://www.sabdaspace.org/tuhan_semesta_alam_gali_kata_alkitab_dalam_tinjauan_tulisan_ibrani_kuno
 
> http://www.sabdaspace.org/mahakuat_gali_kata_alkitab_dalam_tinjauan_tulisan_ibrani_kuno

> 
> Tuhan Yesus memberkati.
> Salam,  
> 
> herysa  
> -------------------------------------------------
> 
> Gali Kata
> Alkitab 
> 
> Rubrik 
> ini menyediakan artikel yang berisi makna
> suatu kata dalam Alkitab yang diteliti dengan menggali akar
> kata dalam bahasa
> Ibrani Kuno. Artikel yang dimuat di rubrik ini merupakan
> pengembangan dari
> artikel pendek dalam "Pelayanan via SMS" yang
> disebarkan setiap hari
> Rabu dengan rubrik "Gali Kata Alkitab" dari
> telepon selular nomor  085294397157,
> 08987403198,
> dan 08986864954
> atas nama Hery Setyo Adi. Sedangkan rubrik “Gali Kata
> Alkitab” –yang disebarkan
> melalui e-mail ini -- mempostingkan satu artikel seminggu
> sekali setiap hari
> Kamis. Artikel yang sama disebarkan juga melalui blog
> dengan alamat:  http://herysa.blogs.friendster.com/gali_kata  dan 
> http://www.sabdaspace.org/blog/hery_setyo_adi
> Harap artikel-artikel ini menjadi berkat bagi kita semua.
> Tuhan Yesus
> memberkati. 
> 
> Pelayanan via E-mail  
> 
> Edisi 57: Kamis, 9 April
> 2009 
> 
> Tuhan
> “Semesta Alam” 
> 
> Frase
> “semesta alam” diterjemahkan dari kata tsaba’
> (disusun dari huruf-huruf dan tanda bunyi hidup:
> “Tsade-Qames-Bet-Qames-Alef”).
> Kata tsaba’ diturunkan dari akar kata
> induk TsB (Tsade-Bet). 
> Kata tsaba’
> tersebut memang bisa berarti “semesta alam”, “yang
> empunya”, tapi juga bisa
> berarti yang lain seperti: bala tentara, 
> perang, dan sekumpulan besar tentara yang
> terorganisir. 
> 
> Apa
> makna kata tersebut ditinjau dari tulisan Ibrani kuno?

> 
> Sebagaimana
> selalu dijelaskan dalam rubrik ini, bahwa setiap huruf
> Ibrani pada awalnya
> berasal dari suatu tulisan-gambar (piktograf). Setiap
> gambar itu mengandung
> makna tertentu, demikian juga huruf Tsade dan Bet.
>  
> 
> Huruf
> Tsade adalah gambar seorang manusia dari sisi samping,
> sedangkan huruf Bet
> adalah gambar tenda. Gabungan dua gambar tersebut berarti
> “sisi tenda”.
> Dinding-dinding tenda mengelilingi sesuatu yang ada di
> dalamnya. Dinding tenda
> berdiri kokoh dan kuat, melindungi dari unsur-unsur yang
> tajam atau keras.
> Dinding itu juga menjadi pelindung bagi setiap penghuninya
> terhadap musuh atau
> pun binatang buas. Jika keluarga semakin besar, maka tenda
> diperluas. 
> 
> Dengan
> demikian frase “Tuhan Semesta Alam” berarti Tuhan yang
> berperan sebagai sisi
> atau dinding tenda, yang berdiri kokoh dan kuat untuk
> melindungi orang-orang
> yang berada di dalamnya. Fungsi sisi atau dinding tenda itu
> seperti halnya
> sekumpulan besar tentara yang terorganisir yang melindungi
> segenap rakyat dari
> sergapan musuh. Begitulah orang Ibrani menggambarkan betapa
> kuatnya Tuhan sang
> Pelindung itu dalam konteks pikiran dan budaya
> mereka. 
> 
> Nabi
> Yesaya dengan tepat menambahkan penjelasan tentang Tuhan
> semesta alam itu “Yang
> Mahakuat pelindung Israel ”
> (Yesaya 1:24). Penulis kitab Samuel memberi
> keterangan bahwa Tuhan semesta alam itu “Allah segala
> barisan Israel ” (1 Samuel
> 17:45). Terjemahan perkata
> ayat tersebut dari King James Version adalah
> “Allah bala tentara Israel .”
> Sedangkan penulis kitab Mazmur menyebut Tuhan semesta alam
> itu “ kota benteng kita”
> (Mazmur 46:7,11). Selanjutnya Pemazmur simpulkan, bahwa
> Tuhan semesta alam itu
> “kuat dan kesetiaanMu ada di sekelilingMu” (Mazmur
> 89:8).  
> 
> Seperti halnya dinding tenda yang
> kuat dan
> terus-menerus mengelilingi orang-orang yang berada di
> dalamnya, begitulah
> kekuatan perlindungan dan kesetiaan Tuhan terhadap
> anak-anak kepunyaanNya.
> Seperti barisan tentara yang tangguh dan setia, begitu juga
> kekuatan
> perlindungan dan kesetiaan Tuhan kepada kita. 
> 
> Beberapa tahun yang lalu saya diajak
> seorang rekan
> masuk ke suatu bangunan yang terlihat sangat kokoh.
> Bangunan itu masih dalam
> proses pengerjaan, sehingga saya dapat melihat dengan jelas
> bahan dan ketebalan
> dindingnya. Dinding tembok yang mengelilingi bangunan itu
> tidak tersusun dari
> batu bata merah atau pun batako, tetapi dari batu kali yang
> biasa dipakai
> sebagai dasar bangunan. Berapa ketebalan dinding itu? Wow,
> mungkin sekitar lima puluh sentimeter!
> Saya kagum melihat bangunan itu. Saya semakin kagum dan
> kaget setelah
> mengetahui peruntukan bangunan tersebut, yaitu sebagai
> tempat usaha sarang burung
> Walet. Sang Pengusaha ternyata menyediakan tempat bersarang
> bagi burung sekecil
> itu dengan suatu bangunan berdinding tebal dan kokoh. Saya
> ingin tahu alasan
> Sang Pengusaha tersebut. Ternyata, ia mau melindungi sarang
> burung-burung
> Waletnya yang sangat berharga itu dari ulah
> pencuri. 
> 
> Saya dan Anda --yang menerima Tuhan
> Yesus sebagai
> Tuhan dan Juruselamat pribadi-- adalah sangat berharga di
> mata Tuhan. Karena
> itu Dia pasti melindungi kita melebihi tindakan
> perlindungan pengusaha burung
> walet itu. Kalau Tuhan itu kuat dan Dia adalah pelindung
> kita, apa yang kita
> takutkan? 
> 
> (Artikel ini ditulis
> oleh Hery Setyo Adi 
> yang menggunakan berbagai sumber
> sebagai bahan 
> 
> rujukan)
> ----------------------------------
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Pelayanan via E-mail  
> 
> Edisi 58: Kamis, 16 April
> 2009 
> 
> Mahakuat 
> 
> Kata
> “mahakuat” merupakan padanan dari kata Ibrani ’abir (disusun dari huruf-huruf 
> dan tanda
> bunyi Ibrani:
> Alef-Qames-Bet-Hiriq Yod-Resh). Kata ’abir
> tersebut diturunkan dari akar kata induk BR
> (Bet-Resh). Akar kata induk BR ini antara lain juga
> menurunkan kata ’eber
> (Alef-Sere-Bet-Segol-Resh), yang
> diterjemahkan dengan kata “sayap” (LAI). Memang ada
> hubungan makna dalam bahasa
> Ibrani kuno antara kata “mahakuat” dan “sayap”
> tersebut.  
> 
> Pada
> awal perkembangan tulisan Ibrani, huruf Bet adalah sebuah
> gambar tenda yang
> juga berarti  keluarga yang
> tinggal di
> dalam tenda itu. Sedangkan huruf Resh adalah sebuah gambar
> kepala. Gabungan dua
> gambar tersebut berarti “keluarga kepala.” 
> 
> Apa
> maksudnya? Makna “keluarga kepala” tidak berhubungan
> dengan orang dalam status
> sosialnya, seperti sebuah keluarga yang melahirkan para
> pemimpin, melainkan
> berhubungan dengan tumbuh-tumbuhan. Tumbuhan keluarga
> biji-bijian seperti
> gandum dan jelai memiliki sebuah tandan butir di pucuk
> tangkai yang disebut “kepala”
> (berupa butiran-butiran gandum). 
> Kepala-kepala atau butiran gandum tersebut menjadi
> makanan manusia atau
> pun ternak.  
> 
> Lalu,
> apa hubungan “keluarga kepala” tersebut dengan kata
> “mahakuat”? Orang Ibani
> menghubungkan antara biji-bijian yang dimakan burung dengan
> kekuatan sayapnya. Burung,
> yang diberi makan biji-bijian itu, menjadi kuat untuk
> terbang jauh dengan
> sayapnya.   
> 
> Suatu
> kali saya dan anak lelaki saya yang masih berusia tiga
> setengah tahun berjalan
> turun naik bukit yang tidak jauh dari tempat tinggal kami.
> Daerah tersebut
> merupakan adalah wilayah pertanian yang berbukit-bukit
> penghasil sayur-mayur.
> Di pinggiran petak-petak sawah dan kebun terkadang ada
> lereng-lereng terjal
> yang ditumbuhi pepohonan yang tinggi dan semak-semak. Satu
> dua burung elang
> yang besar kadang terlihat terbang melintas di atas daerah
> seperti ini. Kata
> anak saya, “Itu burung besar terbang, Pa. Burung apa, Pa?
> Sayapnya diam, tapi
> nggak jatuh ya, Pa. ” 
> 
> Akhirnya,
> saya pun memperhatikan burung itu. Ia terbang menawan tanpa
> menggerakkan
> sayapnya ke arah kami. Sayapnya begitu kuat. Ia mampu
> menjaga keseimbangan yang
> sempurna ketika berkelak-kelok di udara. Hanya satu dua
> kali, kami lihat, ia mengepakkan
> sayapnya. Saat terbang naik melintasi ketinggian awan pun,
> ia hanya
> mengembangkan sayapnya. Luar biasa kekuatan sayapnya!
>  
> 
> Orang
> Ibrani memang  menggambarkan
> makna “mahakuat”
> itu  antara lain seperti kuatnya
> sayap
> burung. Ia sangat kuat membawa tubuhnya terbang tinggi dan
> jauh. Jadi makna
> kata “mahakuat” berhubungan dekat dengan kata
> “sayap”. 
> 
> Kata
> ’abir , yang secara harfiah berarti
> “keluarga kepala” dan diterjemahkan “mahakuat”,
> berkaitan erat dengan dampak
> memakan tumbuh-tumbuhan berbiji yang menjadikan seseorang
> atau sesuatu menjadi
> sangat kuat. Begitulah cara orang Ibrani menggambarkan ide
> abstraknya dengan
> sesuatu yang kongkret. 
> 
> Tuhan
> Mahakuat 
> 
> Yesaya
> 1:24 menjelaskan Tuhan semesta alam, “Yang Mahakuat.”
> Edisi Gali Kata Alkitab
> sebelumnya telah membahas makna “semesta alam” yang
> dalam tinjauan tulisan
> Ibrani kuno berarti “sisi tenda” dan bermakna pelindung
> yang kuat dan setia.
> Tuhan adalah pelindung yang kuat dan setia.  
> 
> Di
> ayat tersebut nabi Yesaya tidak cukup menjelaskan bahwa
> Tuhan itu pelindung
> yang kuat dan setia, tapi ia tambahkan bahwa kekuatanNya
> itu bersifat
> “mahakuat”. Kekuatan Tuhan bukanlah kekuatan biasa
> seperti kekuatan yang
> dimiliki manusia atau binatang yang terkuat sekalipun. Dia
> Mahakuat!
> KekuatanNya tidak ada bandingnya. 
> 
> Implikasi 
> 
> Umat
> Tuhan mestinya hidup bergantung kepada Tuhan yang Mahakuat
> itu. Betapa rapuhnya
> manusia tanpa perlindunganNya. Sakit-penyakit, krisis
> ekonomi, salah manajemen,
> salah meletakkan dasar identitas diri, permusuhan dan
> persaingan, egoisme, dan
> lain-lain merupakan ancaman yang dapat menggerogoti
> kekuatan fisik dan mental
> manusia. Bukankah kita memang rentan dengan masalah-masalah
> itu? 
> 
> Nabi
> Yesaya memberitahu kita tentang orang yang menanti-nantikan
> Tuhan, yaitu orang
> yang percaya dan menggantungkan hidup kepadaNya. Katanya:
> “tetapi orang-orang
> yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka
> seumpama rajawali
> yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari
> dan tidak menjadi
> lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah”
> (Yesaya 40:31). 
> 
> Jangan
> merasa lemah, sebab Tuhan yang Mahakuat itu memberi
> kekuatan baru kepada Saya
> dan Anda! 
> 
> (Artikel ini ditulis
> oleh Hery Setyo Adi 
> yang menggunakan berbagai sumber
> sebagai bahan 
> 
> rujukan) 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 



      

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke