yg penting mah terapin aja tuh pasal 33 uud 45 yg bener... sumber2 mata air
dijaga jgn sampe dikuasai perusahaan2 air minum. sumber mata air digunung
dijaga kelestariannya oleh negara terus dialiri ke perkotaan pake pipa2 jadi
rakyat gak perlu beli air minum kemasan lagi.
kayak di new york gituloh.


mau minum air putih aja kok mahal!
-a-


2009/6/11 Mujibur <[email protected]>

>  Waduh jadi rame juga yach…..tanggapannya..
>
> Saya menanggapi jawaban saudara…….
>
>    1. Jika pendapat anda itu orde lama masalah PHK dlll..kita zaman
>    sekarang tidak ada pengangguran lagi…negara kita sudah kaya…
>
> Di zaman orde lama kerjaan banyak tetapi yang kerja tidak ada atau sedikit
> yang mau….untuk itu kita berusaha benar…tetapi
>
> Kita juga harus bias memprediksi apakah 5 tahun kedepan, serta kondisi kita
> masih seperti ini atau tidak jika salah pilih capres…
>
> Kesimpulannya…Kita tidak harus mendoktrin itu orde lama..atau orde baru
> atau orde apakah….tetapi jika kita masih berpikir..ada zaman2 orde,
>
> Kita belum maju…..karena kritik atau saran orang itu harus ditelaah dahulu…
>
>    1. Kita anggap aja kita ini keluarga….langkah pertama kepala rumah
>    tangga dahulu yang atur…jika dia berhasil otomatis anaknya berhasil…dan
>    sebaliknya
>    2. Untuk Negara lain mereka lepas dari keterpurukannya karena mereka
>    salah satunya memilih pemimpin yang tepat…yang mengutamakan rakyat…
>
> Mengerti keadaan Negara…dan rakyat bangga dengan pemimpinnya karena bahu
> membahu dalam satu tujuan menuju masyarakat yang adil dan makmur.
>
>
>
> Sorry mas saya tanggapi
>
>
>  ------------------------------
>
> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On
> Behalf Of *syahrul ahmad
> *Sent:* Wednesday, June 10, 2009 7:41 PM
> *To:* [email protected]
> *Subject:* Re: Bls: ~ aga ~ SBY Lanjutkan, Indonesia Bangkrut
>
>
>
> *kapan bangsa ini mau maju kalau nggak mandiri?
> jika nasib kita masih digantungkan kepada pemimpin kita, bukannya usaha
> kita, kerja keras kita, doa kita.....
>
> kalau ada yang salah dengan nasib kita, apakah itu selalu salahnya
> pemimpin?
> inikah bangsa yang selalu menyalahkan orang lain, dan bukannya introspeksi
> diri sendiri?
>
> tidak ada satu pun orang, termasuk presiden, bisa menjamin masa depan kita
> jika kita juga masih bersikap "jadul" yaitu selalu menggantungkan semuanya
> kepada presiden.
>
> kenapa negara2 lain mudah bangkit dari keterpurukan krisis ekonominya?
> bukan karena presidennya yang hebat, tapi rakyatnya yang mandiri.
>
> kalau masih bertanya masalah PHK, jaminan kerja, dsb...itu orde lama. nasib
> kita adalah tergantung dari usaha dan doa kita, bukan presiden.*
>
> Pada 10 Juni 2009 12:51, Mujibur <[email protected]> menulis:
>
> Waduh….ini milis ikutan juga menjagokan masing2 Capresnya….jadi ikutan
> komentar….
>
> Tetapi kita harus realita aja deh….
>
>    1. Ada ngga Capres yang menjamin kita masih kerja lagi di masa yang
>    akan datang ( hal yang utama)..gampang ngga cari kerja jika kita diphk…
>    2. kita merasa ada perubahan ngga di semua sektor…jika ada
>    lanjutkan…jika tidak ada coba yang baru….
>    3. Ada ngga kenaikan harga sembako dan migas ….dalam 5 tahun kedepan…(
>    untuk rakyat)
>    4. Bagaiman kesejahteraan kita dimasa 5 tahun kedepan ( terutama
>    karyawan swasta…kontrak …dll).
>
>
>
> Saya hanya memberikan wacana aja…sebagian dari masalah yang harus kita
> pikirkan untuk 5 tahun kedepan….jika ada yang kurang cocok
>
> Yang mohon maaf aja deh…..yach ini hanya masukan dari saya buat rekan2 yang
> lain yang lagi berdebat tetang jagoan mereka masing2….jika
>
> Kurang cocok atau tidak berkenan saya mohon maaf buat semuanya…
>
>
>
> Rgd,
>
> M. Rasyidi
>
>
>  ------------------------------
>
> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On
> Behalf Of *syahrul ahmad
> *Sent:* Wednesday, June 10, 2009 12:13 PM
> *To:* [email protected]
> *Subject:* Re: Bls: ~ aga ~ SBY Lanjutkan, Indonesia Bangkrut
>
>
>
> widih widih widih....
>
> canggih bennerrr dah penjelasan JHON DOE....
>
> cerdas....
>
>
>
> saya dukung JD (JHON DOE) aja deh sebagai RI-1....
>
> LANJUTKAN!
>
>
>
>
>
> Pada 10 Juni 2009 08:31, JHON DOE <[email protected]> menulis:
>
> JK juga neo lib, wong selama ini juga dia di pemerintahan
> GOLKAR Neolib 100 %, waktu jaman soeharto kita juga rajin berhutang...
>
> so pihak JK munafik banget pake isue Neolib untuk menjegal SBY.....
>
> Boediyono walaupun Gubenur BI tapi kekayannya lebih kecil dibanding
> Prabowo, artinya orangnya jujur, pekerja sejati bukan politikus yang mikirin
> bagaimana membuat partainya menang....
>
> besannya SBY aja bisa diadili, coba dulu jaman GOLKAR...gak akan ada yang
> berani sentuh keluarga Cendana...lihat kan bedanya..
>
> yang kita butuhkan adalah pemimpin yang jujur , sederhana, tegas, sopan dan
> menghormati hukum. mikirin bangsa bukan hanya partainya aja...
>
> yang 100% anti neo-lib adalah komunis, tapi coba kalau ditanya komunis atau
> bukan pasti jawabnya plintat-plintut kayak Wiranto.....
>
> prinsip ekonomi itu jangan dikategorikan secara saklak liberal atau
> sosialis, sebab pada prakteknya, pemerintah manapun di dunia akan melakukan
> kedua-duanya tergantung situasi dan kondisi negara. yang membedakan cuma
> persentase titik beratnya, negara2 sosialis pasti presentae ekonomi
> sosialisnya lebih besar.
>
> pertannyaannya, negara kita ini negara sosialis bukan? apakah Soekarno
> mempraktekan sosialisme? apakah Soeharto dan GOLKAR juga mempraktekean
> sosialisme?
>
> --- Pada *Sel, 9/6/09, Reporter Milist <[email protected]>*menulis:
>
>
> Dari: Reporter Milist <[email protected]>
> Topik: ~ aga ~ SBY Lanjutkan, Indonesia Bangkrut
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Selasa, 9 Juni, 2009, 1:23 AM
>
> *SBY  Lanjutkan,  Indonesia Bangkrut*
>
> Oleh : Muslimin B. Putra
>
> http://muslimindaen glalo.blogspot. com/2009/ 06/sby-lanjutkan -indonesia-
> bangkrut. 
> html<http://muslimindaenglalo.blogspot.com/2009/06/sby-lanjutkan-indonesia-bangkrut.html>,
>
>
>
>
> Slogan SBY pada pemilu presiden 2009 adalah “Lanjutkan”. Dalam masyarakat
> intelektual yang relatif paham akan kinerja pemerintahan SBY yang pro
> neoliberalisme  berkonotasi sebagai inisiatif melanjutkan mengutang pada
> lembaga keuangan multilateral. Bila masa pemerintahan Megawati mengobral
> penjualan BUMN dalam skema privatisasi, maka pemerintahan SBY melanjutkan
> dan kian menambah utang-utang negara.
>
> Pada 2008, posisi utang Indonesia tercatat US 149,47 miliar dollar atau
> setara dengan Rp 1.548 triliun dengan asumsi Rp 10.360 per US dollar. Posisi
> ini mengalami kenaikan US 8,6 miliar dollar pada tahun 2004 yang hanya
> tercatat US 139,86 miliar dollar. Maka sejak 2001 hingga 2008, posisi utang
> Indonesia telah mencapai Rp 2.648 triliun. Posisi utang tersebut
> diperkirakan mencapai 30 persen dari GDP.
>
> * *
>
> *Posisi Utang Pemerintah *
>
> Bila menggunakan data Tim Indonesia Bangkit yang disampaikan Rizal Ramli
> pada Selasa (01/04/09), total utang pemerintah sebesar Rp 1.667 triliun atau
> mengalami peningkatan sebesar 31 persen dalam lima tahun terakhir. Tim
> Indonesia Bangkit menghitung posisi utang pada Desember 2003 sebesar Rp
> 1.275 triliun, dan membandingkan posisi utang pemerintah pada bulan Januari
> 2009 sebesar Rp. 1.667 triliun atau mengalami kenaikan kurang lebih sebesar
> Rp 392 triliun. Posisi utang tersebut merupakan utang terbesar Indonesia
> sepanjang sejarah.
>
> Tim Indonesia Bangkit juga menghitung jumlah utang per kapita Indonesia
> yang pasti turut meningkat. Jika pada 2004, utang per kapita Indonesia
> sebesar Rp 5,8 juta per kepala, maka pada Februari 2009 melonjak menjadi Rp
> 7,7 juta per kepala. Hal ini bertolak belakang dengan iklan pemerintah SBY
> yang mengatakan utang semakin turun.
>
> Pada periode Januari-Oktober 2008, SBY “berhasil” melanjutkan dan
> meningkatkan beban pembayaran utang luar negeri sebesar US$ 2,335 miliar.
> Peningkatan utang luar negeri akibat fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap
> tiga valuta asing utama, yakni dollar AS, euro dan yen Jepang.  Penyebab
> meningkatnya beban pembayaran utang karena pada saat yang sama terjadi
> penguatan nilai tukar yen terhadap dollar AS, sementara rupiah melemah
> terhadap dollar AS. Portofolio pinjaman luar negeri sangat dipengaruhi oleh
> tiga valuta asing utama (dollar AS, Yen Jepang dan Euro) yang mempengaruhi
> outstanding pinjaman luar negeri pemerintah.
>
> Berdasarkan data September 2008, utang dalam bentuk US dollar mencapai 29
> persen dari total pinjaman luar negeri. Utang dalam yen sebesar 44 persen,
> sedang utang dalam Euro sebesar 16 persen terhadap total pinjaman luar
> negeri. Data Departemen Keuangan per 31 Oktober 2008, nilai outstanding
> pinjaman luar negeri mencapai US 62,103 milliar dollar. Utang dalam mata
> uang Yen menduduki komposisi terbesar sekitar US 27,325 milliar dollar.
> Akibat penguatan mata uang Yen jepang terhadap US dollar, pembayaran utang
> dalam Yen pemerintah SBY melonjak. Setiap penguatan yen terhadap US dollar
> sebesar 1 persen, maka akan mempengaruhi peningkatan pinjaman seniali 0,4
> persen ekuivalen US dollar. Outstanding pinjaman membengkak karena setiap
> utang yen dibayar dengan US dollar sementara pemerintah tidak memiliki stok
> Yen dalam jumlah besar. Adapun dana dalam bentuk valas terbesar yang
> dimiliki pemerintah dalam denominasi US dollar..
>
> Data Depkeu per 14 November 2008, tercatat pembayaran utang luar negeri
> telah mencapai Rp 22,6 triliun atau 78 persen dari pagu dalam APBN Perubahan
> (APBN-P) 2008 yang ditetapkan sekitar Rp 28,97 triliun. Pembayaran utang
> dalam negeri  berupa utang pokok dan bunga atas obligasi negara mencapai Rp
> 51,4 triliun atau 78 persen terhadap pagu pada APBN-P 2008 yakni sekitar Rp
> 65,897 triliun. Dengan total utang sebesar US 2,335 milyar dollar, bila
> tingkat bunga sekitar 5 persen, maka jumlah bunga yang dibayar pemerintah
> berkisar US 116,7 miliar dollar. Untuk membayar bunga sebesar itu tidak
> cukup karena cadangan devisa hanya US 51 miliar dollar.
>
> Kenaikan pembayaran bunga utang pemerintah pada 2009 sebesar Rp 8,1 triliun
> atau 0,2 persen dari PDB diakui oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati
> pada rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI pada Selasa (27/01/09). Penyebab
> kenaikan oleh depresiasi nilai tukar rupiah dan perubahan asumsi dalam
> APBN-P dari Rp 9.400/US$ menjadi Rp.  11.000/US$. Sedang untuk postur
> belanja pada APBN 2009, pemerintah memperkirakan anggaran belanja akan turun
> sebesar 1,3 persen dari PDB. Penurunan terjadi karena subsidi yang turun Rp
> 43,54 triliun atau 0,8 persen dari PDB seiring turunnya harga minyak dunia
> yang mempengaruhi penurunan harga BBM dan tariff listrik dalam negeri.
> Anggaran transfer ke daerah juga ikut menurun menjadi Rp 16,9 triliun atau
> 0,3 persen dari PDB, meski anggaran belanja kementerian dan Lembaga serta
> anggaran pendidikan besarannya tidak berubah atau tetap sebesar Rp 207,4
> triliun atau lebih dari 20 persen dalam APBN 2009. Penghematan yang didapat
> dari penurunan subsidi dan transfer ke daerah sebesar Rp 63,2 triliun.
>
> Pada bulan Juni 2009, utang pemerintah banyak yang jatuh tempo dari total
> utang didalam pembukuan pemerintah yang mencapai Rp 1.500 triliun lebih.
> Berdasarkan jangka waktu temponya, utang luar negeri jangka panjang
> mendominasi dengan persentase sebesar 90,2 persen, sedangkan utang jangka
> pendek sebanyak 9,8 persen. Berarti utang-utang yang jatuh tempo pada Juni
> tahun ini berasal dari utang-utang jangka panjang sejak rezim Orde Baru yang
> tak kunjung dibereskan oleh rezim SBY.
>
> Untuk tahun 2009, pemerintah berencana membayar utang luar negeri sebesar
> US 10,1 miliar dollar yang terdiri atas utang pokok sebesar US 7,1 miliar
> dollar dan bunga utang sebanyak US 3,0 miliar dollar. Pendanaan pembayaran
> dibebankan pada APBN 2009. Sementara pada sisi inflow APBN 2009, biaya yang
> akan digunakan pembayaran utang luar negeri berasal dari penarikan pinajamn
> baru sebesar US 9,1 miliar dollar. Pinjaman itu berasal dari kredit
> multilateral dan bilateral dalam bentuk pinjaman program dan proyek sebesar
> US 5,8 miliar dollar dan US 3,3 miliar dollar diperoleh dari SUN (Surat
> Utang Negara) dan sukuk valuta asing. Berarti pemerintah SBY membayar utang
> dengan cara mengutang lagi sehingga negeri ini tidak pernah lepas dari
> jeratan utang.
>
>  Sementara itu utang luar negeri swasta sangat dipengaruhi kondisi krisis
> keuangan global. Pada tahun 2008, penarikan utang luar negeri swasta
> mengalami kenaikan sebesar 33,1 persen dari tahun 2007 yakni dari US 27,8
> miliar dollar menjadi US 37,08 miliar pada 2008. Pada 2009, posisi utang
> luar negeri swasta sebesar US 60,6 miliar dollar yang akan jatuh tempo tahun
> ini sebesar US 17,4 miliar dollar terdiri dari utang pokok dan bunga.
> Kewajiban pembayaran utang didominasi oleh pembayaran utang luar negeri non
> bank atau korporasi sebsar US 14,3 miliar dollar atau 82,2 persen, sedang
> sisanya sebesar US 3,1 miliar dollar (17,8 persen) merupakan kewajiban
> pembayaran bank. Meningkatkan aktifitas penarikan utang luar negeri swasta
> disebabkan meningkatnya komitmen baru yang diterima pihak swasta Indonesia.
>
> * *
>
> *Indonesia** Bangkrut*
>
> Soal Indonesia menuju kebangkrutan, SBY sendiri pernah melontarkan
> pernyataan “government is broke”, saat membuka Sidang Pleno I Himpunan
> Pengusaha Muda Indonesia di Jakarta pada Selasa (10/03/09) lalu. Jika
> Government is broke, mengapa terus menambah  utang? Selama lima tahun
> kepemimpinan Presiden SBY, kembali menaikkan utang menjadi 392 triliun
> rupiah.
>
> Dengan keinginan kembali SBY  melanjutkan kepemimpinannya sebagai presiden
> periode kedua berarti SBY ingin melanjutkan kebangkrutan pemerintah
> disebabkan utang-utang yang terus menumpuk untuk diteruskan kepada generasi
> anak-cucu bangsa. Nampaknya SBY tidak memiliki rasa malu dihadapan rakyat
> banyak dan tidak memiliki suri tauladan yang mulia sebagai pemimpin.
>
> Pemerintahan SBY yang pro-neoliberalisme  juga tidak berpihak kepada
> kepentingan rakyat banyak. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah
> Nasional (RPJMN) 2004-2009 kelihatan bahwa rezim SBY adalah rezim
> anti-subsidi. Pada 2004, jumlah subsidi masih sebesar 6,3 persen dari PDB,
> namun sampai pada 2009 jumlah subsidi kepada kepentingan rakyat banyak terus
> dikurangi menjadi tinggal 0,3 persen dari PDB.
>
> Ketidakmauan dan ketidakmampuan pemerintahan SBY untuk keluar dari
> ketergantungan pada utang yang kian membesar menunjukkan pemerintahan SBY
> sudah pada tahap ketagihan pada utang. Sebenarnya SBY bisa melakukan
> pengurangan utang dengan cara merombak belanja negara, menggenjot penerimaan
> negara (utamanya penerimaan pajak), dan mengurangi stok utang secara
> signifikan serta keberanian politik untuk menyatakan stop utang kepada
> lembaga-lembaga agen neoliberalisme seperti World Bank, IMF dan ADB.
>
>
>
> --
> *********************************************
> Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya
> http://reportermilist.multiply.com/
> **********************************************
> Reportermilist menerima penerbitan Iklan dengan tarif hanya Rp 20000/
> 5 hari kerja terbit dalam setiap Email berita yang dikirim oleh
> reportermilist, bayangkan peluang  murah dengan prospect yang
> besar, Berminat Hubungi 
> [email protected]<http://mc/[email protected]>
> =============================
> (Iklan)Untuk Berita sekitar Banyumas Kunjungi situs 
> www.Goleti.com<http://www.goleti.com/>
> =============================
> Search Engine Terpopuler Anak Bangsa
> http://djitu.com
> =============================
> revolusi produk skuter matik Suzuki "Skydrive"
> hubungi Dieler Suzuki terdekat
> http://suzuki.co.id/
> ============================
> Space Iklan
> =============================
>
>
>  ------------------------------
>
> Cepat, Bebas Iklan, Kapasitas Tanpa Batas - Dengan Yahoo! Mail Anda bisa
> mendapatkan semuanya. <http://id.mail.yahoo.com/>
>
> *
> --
>
>  <http://id.mail.yahoo.com/>*
>
> *Wassalam,
> Salam Super
>
> Syahrull Ahmad
>
>
>
>  <http://id.mail.yahoo.com/>*
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> --
> Wassalam,
> Salam Super
>
> Syahrull Ahmad
>
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke