jadi, siapa yang mau memilihnya lagi? siap-siap kita menanggung beban utang 
minimal 5 tahun kedepan, maksimal???? Wallahualam....
Coba neeh Pak RT-nya Aga, bikin polling capres yang menurut members paling 
"mumpuni" untuk 5 tahun kedepan...... :D




________________________________
From: Reporter Milist <[email protected]>
Sent: Friday, June 12, 2009 7:38:03 AM
Subject: ~ aga ~ Presiden SBY Tukang Bohong!


---------- Forwarded message ----------
From: Dui Budi Hartono <[email protected]>
Date: 2009/6/11
Subject: [pks-depok] Presiden SBY Tukang Bohong!
 
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/05/24/1/111958/presiden-sby-tukang-bohong
Presiden SBY Tukang Bohong!
Sabtu, 24 Mei 2008 - 05:53 wib
Hariyanto Kurniawan - Okezone
JAKARTA - Pemerintahan SBY-JK telah terbukti berkali-kali melakukan kebohongan 
pada masyarakat Indonesia. Salah satunya, kenaikan harga BBM yang baru saja 
diberlakukan tadi malam.
"Soal kenaikan harga BBM. Pemerintah berbohong telah menyatakan bahwa 
pencabutan subsidi BBM harus dilakukan. Karena menurut keterangan pemerintah 
subsidi BBM sebesar Rp120,8 triliun tersebut, 40 persennya dinikmati orang 
kaya," kata Ketua Forum Umat Islam (FUI) Mashadi dalam keterangan persnya yang 
diterima okezone, Sabtu (24/5/2008).
Sementara, lanjutnya, pemerintah tetap mensubsidi para konglomerat berupa bunga 
rekap sekitar Rp40 triliun pertahun. Dan tetap membayar riba hutang luar negeri 
kepada kapitalis barat penghisap darah rakyat sekitar Rp50 triliun.
"Jadi total uang yang dialokasikan oleh pemerintah yang digunakan sepenuhnya 
untuk para konglomerat dan asing, sekitar Rp90 triliun,"
simpul Mashadi. Oleh karena itu, dirinya bersama ormas-ormas Islam, tokoh-tokoh 
serta ulama yang tergabung dalam FUI mendesak dan menuntut pada pemerintah 
untuk membatalkan kenaikan harga BBM, menurunkan harga sembako dan 
menasionalisasi aset-aset negara yang dikuasai asing.(hri)
++++++++++++++++++
Pinjaman Asing untuk BLT Berbunga Tinggi, Perberat APBN
Sumber: 
http://pemilu.detiknews..com/read/2009/06/11/024627/1145883/700/pinjaman-asing-untuk-blt-berbunga-tinggi-perberat-apbn
 
Jakarta - Sumber dana bantuan langsung tunai (BLT) terus dipermasalahkan 
sejumlah kalangan. Sebab uang tunai yang dibagikan secara langsung ke 
masyarakat ternyata berasal dari pinjaman asing dan Surat Utang Negara (SUN), 
yang akhirnya membebani APBN.

"BLT adalah salah satu penyebab defisitnya APBN. Karena BLT dibiayai dari 
pinjaman dan SUN dengan bunga yang tinggi. Sehingga memperberat APBN," kata 
pengamat ekonomi Deni Danuri melalui pesan singkatnya kepada detikcom, Rabu 
(10/6/2009).

Perkataan Direktur Central Banking Crisis (CBC), tersebut menanggapi pernyataan 
Chatib Basri, tim ekonomi SBY-Boediono. Dalam jumpa pers di Kantor Bravo Media 
Center (BMC), Rabu (10/6/2009), Chatib mengatakan kalau sumber BLT berasal dari 
alokasi subsidi BBM. Bukan utang negara.

"Salah satu penyebab defisit APBN kita adalah pinjaman dan SUN. Jadi kalau 
dibilang sumber BLT berasal dari alokasi subsidi BBM, itu hanya istilah 
rekayasa APBN saja," tegas Deni.

Sebelumnya Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution dalam 
pertemuannya dengan DPR, Selasa (9/6/2009), mengatakan, dana BLT untuk rakyat 
berasal dari pinjaman asing dengan bunga antara 12-13 persen.

=================


Dana BLT Pinjaman Asing, Rakyat Akan Menanggung Utang Lagi
Sumber: 
http://id.news.yahoo.com/dtik/20090610/tpl-dana-blt-pinjaman-asing-rakyat-akan-b28636a.html
 
Penggunaan dana Bantuan Tunai Langsung (BLT) yang diperoleh dari pinjaman utang 
dari asing, justru akan menghancurkan Presiden SBY. Upaya program untuk 
menghilangkan kemiskinan yang digembar-gemborkan itu justru akan menambah 
kemiskinan lagi, karena menanggung utang tersebut.

"SBY bakal hancur gara-gara uang BLT yang ternyata dari ngutang dengan bunga 
yang sangat besar itu," kata anggota tim sukses Mega-Prabowo, Jackson A Kumaat, 
melalui pesan singkatnya di Jakarta, Rabu (10/6/2009).

Menurut Jackson, program BLT yang diambil dari dana pinjaman luar negeri 
dikuatirkan utang beserta bunganya justru dibebankan kepada rakyat untuk 
membayarnya lagi. "Ini bukan mengurangi kemiskinan, tapi menambah kemiskinan," 
jelasnya.

Jackson juga menyatakan, program BLT yang dilakukan pemerintahan SBY-JK ini 
bisa dinilai sebagai pembodohan dan menambah kemiskinan. "Mari kita lawan 
kemiskinan dan itu adalah musuh kita bersama," tegasnya lagi.

Seperti diketahui Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution dalam 
pertemuannya dengan DPR, Selasa (9/6/2009) kemarin menyatakan, dana BLT untuk 
rakyat ternyata dari pinjaman asing dengan bunga antara 12-13 persen. Artinya, 
lanjut Jackson utang luar negeri di masa pemerintahan SBY-JK dari tahun 
2004-2009 ini mencapai Rp 400 triliun.

"Beban Indonesia semakin berat. Uang yang dibagi-bagikan kepada rakyat dibiayai 
asing yang ternyata adalah utang. Luar biasa SBY," tandasnya lagi.

-- 
*********************************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya
http://reportermilist.multiply.com/
**********************************************
Reportermilist menerima penerbitan Iklan dengan tarif hanya Rp 20000/
5 hari kerja terbit dalam setiap Email berita yang dikirim oleh
reportermilist, bayangkan peluang  murah dengan prospect yang
besar, Berminat Hubungi [email protected]
=============================
(Iklan)Untuk Berita sekitar Banyumas Kunjungi situs www.Goleti.com
=============================
Search Engine Terpopuler Anak Bangsa
http://djitu.com
=============================
revolusi produk skuter matik Suzuki "Skydrive"
hubungi Dieler Suzuki terdekat
http://suzuki.co.id/
============================
Space Iklan
=============================



      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke