Cara Aman Melakukan Seks Oral
    <http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/22/1525356p.jpg>
Shutter 
Stock<http://perempuan.kompas.com/read/xml/2009/06/22/1525453%20/cara.aman.melakukan.seks.oral#>
Ada beberapa cara untuk melakukannya dengan aman.
   /


 Senin, 22 Juni 2009 | 15:25 WIB

*KOMPAS.com* — Meskipun sudah ada berbagai peringatan seputar seks oral,
misalnya bisa menyebabkan penularan virus penyakit, orang tidak lantas
mengurangi aktivitas seks jenis ini. Maklumlah, banyak pasangan menganggap
seks oral lebih memberikan rasa intim daripada *intercourse*-nya sendiri.
Rangsangan klitoral secara langsung pada seks oral menyebabkan wanita lebih
mudah mencapai orgasme, dibandingkan dengan melakukannya secara *intercourse
*. Di lain pihak, kaum pria pun mendapatkan kenikmatan yang lebih intens
dengan seks oral.

Namun bagi banyak pasangan lain, seks oral merupakan suatu tantangan
tersendiri. Seks oral tidak akan dapat terjadi jika Anda masih malu-malu
dengan pasangan. Untuk dapat melakukannya, lebih dulu kita harus merasa
nyaman dengan si Mr P. Sedangkan bila Anda menjadi pihak yang menerima
"layanan" tersebut, Anda pun harus merasa nyaman dengan Ms V Anda sendiri.
Bila tidak nyaman, kita tidak akan mendapatkan kenikmatan yang diinginkan,
atau memberikan kepuasan yang diharapkan pasangan.

"*Oral sex* memang merupakan salah satu aktivitas seksual yang paling
erotis, menyenangkan, dan memuaskan, yang dapat Anda lakukan," jelas Dr Ava
Cadell, *sex therapist* dan penulis buku *The Pocket Idiot's Guide to Oral
Sex*. "Itu adalah satu bagian yang dibutuhkan untuk menjadi pecinta yang
hebat. Jadi jika yang satu menginginkan, sedangkan yang lain menolak, hal
itu bisa menyebabkan hubungan menjadi kacau."

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 90 persen
pria dan wanita pernah melakukan oral sex dalam hidup mereka. Memang tidak
berarti mereka masih melakukannya secara rutin, atau apakah mereka langsung
menyukainya. Mengapa ada sebagian di antara mereka yang tidak melakukan atau
bahkan ingin mencobanya, tak lain karena rasa khawatir akan higienitasnya.
Yang lain tidak menyukai "rasanya" (meskipun sekarang sudah ada kondom
beraneka rasa). Yang lainnya lagi khawatir tidak mampu melakukannya dengan
baik. Sisanya cukup mengatakan bahwa menempatkan wajah begitu dekat pada
bagian tubuh yang biasanya ditutupi adalah hal yang tidak menyenangkan.

*Saling berkompromi*

Kita memang tidak perlu melakukan sesuatu yang tidak nyaman untuk kita,
namun tak ada salahnya kita melakukan sesuatu untuk mengatasi kendala yang
membatasi kenikmatan Anda maupun pasangan, bukan? Percaya tidak, hampir
semua keengganan Anda mengenai *oral sex* ternyata dapat diatasi dengan
penjelasan yang simpel.

"Jika Anda mempertanyakan kebersihan, Anda bisa kok mandi dulu bersama
pasangan," kata Ian Kerner, penulis buku* She Comes First and He Comes Next*.
"Jika seorang pria tidak suka melakukan seks oral untuk pasangannya, ia
perlu tahu bahwa vagina itu memiliki *self-cleaning ecosystem*,"
jelasnya*.*Di lain pihak, tambahnya, jika wanita mengombinasikan oral
seks dengan
stimulasi manual (dengan tangan) untuk menghindari perasaan ingin tersedak,
dan meminta pasangannya untuk tidak mendorong terlalu dalam, mereka bisa
tetap berkompromi. Anda hanya perlu melakukannya perlahan-lahan.

Hal lain yang perlu Anda ketahui, pihak yang menerima seks oral seharusnya
tidak menjadi satu-satunya yang menikmati sesi tersebut. Saat Anda memijat
Mr P-nya, dan melihat betapa si dia menikmatinya, juga memberikan rangsangan
tersendiri bagi Anda. Bahkan bila Anda suka memberikan seks oral untuk
pasangan namun Anda sendiri tidak menyukainya—alias satu arah—pun tidak jadi
masalah. Namun, Anda bisa mencoba mengenali penyebabnya. Sebab, "Orang-orang
yang tidak menikmati seks oral biasanya memiliki hambatan psikologis," kata
Dr Cadell.

Penyebabnya, karena salah satu pihak merasa terpaksa melakukannya. Misalnya,
wanita yang sedang tidak *mood* untuk berhubungan seks, dipaksa memberikan
seks oral (atau *fellatio*) kepada pasangannya. Atau, pria yang "bertekad"
memberikan oral seks sampai pasangannya mencapai orgasme,
padahal—lagi-lagi—pasangannya sedang tidak ingin berhubungan, atau merasa
tidak nyaman melakukannya.

Jika memang Anda melakukan kompromi, seharusnya kompromi tersebut disetujui
kedua belah pihak dan saling menyenangkan satu sama lain. "Jangan biarkan
rasa takut menentukan apa yang harus Anda lakukan, tak terkecuali kesenangan
seperti ini," demikian saran Dr Sharna L. Striar, *sex
therapist*bersertifikasi yang berpraktik di New York City. "Seks oral
harusnya
menyenangkan, memberikan variasi, dan meningkatkan kenikmatan. Tetapi karena
hal ini sangat intim sifatnya, Anda harus saling berkomunikasi mengenai apa
yang diinginkan dan diperlukan."

Pastikan pula Anda sudah berkomunikasi sebelum melakukannya!

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke