From: Alfin arifin 
Sent: Tuesday, June 23, 2009 11:43 AM
Subject: AGAMA ITU NASEHAT
 

السلام عليكم ورحمته الله وبركا تها
Semoga bermanfaat
wass....zainal
 
AGAMA ITU NASEHAT
Penulis: Al-Ustadz Abu Hamzah Al Atsary 

Menjadi dambaan bersama tercapainya kebahagiaan dunia dan akhirat, hidup 
berdampingan saling mencintai dalam lingkungan ukhuwah Islamiyah yang 
diikat dengan kesatuan aqidah, kesatuan bendera, dan kesatuan manhaj dalam 
mengarungi bahtera kehidupan. Namun, tentulah hal itu tidak mudah untuk 
direalisasikan manakala masing-masing individu kita sudah hilang 
kepeduliannya terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain, sementara 
Islam datang sebagai agama nasehat yang bila saja setiap individu muslim 
melaksanakan apa yang terkandung dari makna-makna nasehat itu tentulah 
akan terwujud apa yang menjadi dambaannya.
Lebih dari itu, nasehat adalah merupakan sunnah-sunnahnya para rosul. 
Berkata Nuh 'alaihis salam kepada kaumnya, "Aku sampaikan kepadamu 
amanat-amanat Tuhanku dan aku memberi nasehat kepadamu, dan aku mengetahui 
dari Allah apa yang kamu tidak ketahui." (QS Al A'raaf: 62). Hud berkata 
kepada kaumnya, "Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku 
hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya bagimu." (QS Al A'raaf: 68). 
Sholeh berkata kepada kaumnya, "Aku telah menyampaikan amanat Tuhanku dan 
aku telah memberi nasehat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang 
yang memberi nasehat." (QS Al A'raaf: 79). Syu'aib berkata kepada kaumnya, 
"Aku telah menyampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku telah 
memberi nasehat kepadamu. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap 
orang-orang yang kafir?" (QS Al A'raaf: 93).
Cukuplah seseorang dikatakan mulia bila ia melakukan apa yang telah 
dilakukan oleh makhluk yang paling mulia yaitu para nabi dan rosul (dalam 
hal menyebarkan nasehat) apalagi bila diketahui bahwa nasehat adalah 
amalan yang paling afdhol, seperti pernyataan Imam Abdullah ibnul Mubarak 
saat ditanya amalan apakah yang paling afdhol, beliau menjawab, "Nasehat 
karena Allah." Dalam Shahih Bukhori dan Muslim dari sahabat Abu Ruqoyah 
Tamim bin Aus Ad Daary, Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 
"Agama itu nasehat." Kami bertanya, "Untuk siapa wahai Rosulullah?" Beliau 
menjawab, "Bagi Allah, kitabNya, dan rosulNya, dan bagi para pemimpin 
Islam, dan bagi muslimin umumnya." Hadits ini mempunyai kedudukan yang 
agung dimana memberikan nash bahwa tiang agama dan pondasinya adalah 
nasehat. Dengan keberadaannya maka agama pun akan tetap tegak di 
tengah-tengah kaum muslimin, sebaliknya dengan lenyapnya nasehat maka akan 
terjadilah kepincangan di tengah-tengah mereka dalam seluruh aspek 
kehidupannya.

DEFINISI NASEHAT
Nasehat secara bahasa diambil dari kata-kata "An Nush-hu" yang berarti 
memurnikan, membersihkan, juga berarti memperbaiki. Adapun secara istilah 
nasehat adalah kalimat yang menyeluruh yang bermakna memberikan tuntunan 
perbaikan untuk orang yang dinasehati. Dan para ahlul ilmi mengibaratkan 
orang yang bersungguh-sungguh memberikan perbaikan kepada yang lainnya 
seperti orang yang sedang memperbaiki pakaiannya yang rusak.

NASEHAT BAGI ALLAH
Nasehat bagi Allah maknanya beriman kepadaNya dengan benar dan beriman 
kepada seluruh apa yang terdapat dalam Kitab dan Sunnah dari nama-namaNya 
yang husna dan sifat-sifatNya yang tinggi dengan keimanan yang benar tanpa 
menyerupakanNya dengan yang lain, tanpa meniadakan dan tanpa merubah-rubah 
maknanya. MengesakanNya dalam hal ibadah dan meniadakan kesyirikan, 
melaksanakan perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya, mencintai apa 
yang dicintaiNya dan membenci apa yang dibenciNya. Memberikan loyalitas 
kepada hamba-hambaNya yang beriman dan berlepas diri dari musuh-musuhNya 
serta melawan orang-orang yang kafir terhadapNya. Menerima dan mengakui 
segala nikmat-nikmatNya dan mensyukurinya serta mengikhlaskan untukNya 
dalam segala perkara.

NASEHAT BAGI KITABNYA
Nasehat bagi kitabNya adalah beriman bahwa ia sebagai kalamullah yang 
diturunkan dariNya dan bukan makhluk, tidak akan dapat didatangi oleh 
kebatilan dari arah manapun, depannya maupun belakangnya. Meskipun seluruh 
jin dan manusia bersekutu untuk mendatangkan yang semisalnya niscaya tidak 
akan dapat menyerupainya. Allah berfirman, "Dan jika kamu (tetap) dalam 
keraguan tentang Al Qur`an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami 
(Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur`an itu dan 
ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang 
benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) dan pasti kamu tidak akan 
dapat membuatnya, peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya 
manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang yang kafir." (QS Al 
Baqoroh: 23-24). "Katakanlah: Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul 
untuk membuat yang serupa dengan Al Qur`an ini, niscaya mereka tidak akan 
dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi 
pembantu bagi sebagian yang lain." (QS Al Israa`: 88). 
Berkata Imam At Thohawi rohimahullah, "Sesungguhnya Al Qur`an adalah kalam 
Allah, barangsiapa yang mendengarnya lalu mengiranya sebagai kalam 
(perkataan) manusia, maka ia telah kufur dan sungguh Allah telah 
mencelanya dan mengancamnya dengan neraka Saqar. Allah berfirman, "Aku 
akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar." (QS Al Mudatstsir: 26). 
Ketika Allah mengancam dengan neraka Saqar bagi orang yang mengatakan, 
"Ini tidak lain hanyalah perkataan manusia." (QS Al Mudatstsir: 25), maka 
kita ketahui dan yakini bahwa Al Qur`an adalah kalam pencipta manusia, 
tidak serupa dengan perkataan manusia."
Termasuk nasehat bagi kitabNya ialah mengagungkannya dan meyakininya 
sebagai konsep kehidupan yang sempurna dan universal cocok untuk setiap 
zaman dan tempat. Allah berfirman, "Thaa Siin. (Surat) ini adalah 
ayat-ayat Al Qur`an dan (ayat-ayat) kitab yang menjelaskan untuk menjadi 
petunjuk dan berita gembira untuk orang-orang yang beriman." (QS An Naml: 
1-2). Termasuk nasehat bagi kitabNya adalah membacanya dengan benar dan 
khusyu' serta mengajarkannya. Allah berfirman, "Dan bacalah Al Qur`an itu 
dengan perlahan-lahan." (QS Al Muzzammil: 4). Rosulullah shollallahu 
'alaihi wa sallam bersabda, "Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al 
Qur`an dan mengajarkannya." (HR Bukhori).

NASEHAT BAGI ROSULNYA
Nasehat bagi RosulNya adalah membenarkan risalahnya, beriman kepada 
seluruh apa yang dibawanya, mentaati perintah-perintahnya dan 
larangan-larangannya, membelanya pada saat hidupnya dan setelah 
meninggalnya, membenci orang-orang yang membencinya dan mencintai 
orang-orang yang mencintainya, mengagungkan haknya dan memuliakannya, 
menghidupkan jalannya dan sunnah-sunnahnya, mengumandangkan dakwahnya dan 
menyebarkannya, menepis segala tuduhan-tuduhan yang ditujukan kepadanya, 
berkhidmat terhadap ilmunya dan memahami makna-maknanya, menyeru kepadanya 
dan mengagungkannya, menahan diri dari membicarakannya tanpa ilmu, 
berakhlak dengan akhlaknya yang mulia dan beradab dengan adabnya, 
mencintai ahli baitnya dan para sahabat-sahabatnya, menjauhi orang-orang 
yang mengadakan hal yang baru dalam sunnah-sunnahnya atau mencela sebagian 
dari kalangan sahabatnya. Berkata Imam Al Qurthubi, "Nasehat bagi rosulNya 
adalah membenarkan nubuwahnya, komitmen dalam ketaatannya, melaksanakan 
perintahnya dan menjauhi larangannya, mencintai orang yang mencintainya 
dan membenci orang yang membencinya, menghormatinya, mencintainya dan 
mencintai ahli baitnya, mengagungkannya dan mengagungkan sunnah-sunnahnya, 
menghidupkan sunnahnya setelah meninggalnya dengan mencarinya dan 
mempelajarinya, membelanya dan menyebarkannya, serta berakhlak dengan 
akhlak yang mulia."

NASEHAT BAGI PARA PEMIMPIN ISLAM
Nasehat bagi para pemimpin Islam dengan cara tolong-menolong bersama 
mereka di atas kebenaran, mengarahkan mereka kepada kebenaran, 
mengingatkannya dengan cara yang lemah lembut dan halus, membangunkannya 
dari kelalaian, meninggalkan dari memberontak kepadanya, sholat di 
belakangnya dan berjihad bersamanya, meninggalkan dari memberontak 
kepadanya dengan pedang (senjata) ketika nampak pada mereka kezholiman dan 
perlakuan yang semena-mena, serta mendo'akannya senantiasa dengan 
kebaikan. Berkata Ibnu Hajar Al Asqolany, "(Nasehat bagi para pemimpin 
Islam) dengan membantu tugas yang diembannya, mengingatkan dari 
kelalaiannya, mengupayakan persatuan di bawahnya, dan di antara nasehat 
terhadap mereka yang paling besar adalah menolak kezholimannya dengan cara 
yang baik."

NASEHAT BAGI MUSLIMIN SECARA UMUM
Berkata Imam Nawawi rohimahullah, "(Nasehat bagi muslimin) yaitu dengan 
mengarahkan mereka kepada apa yang membuatnya maslahat baik untuk 
akhiratnya ataupun untuk dunianya serta menahan diri dari menyakiti 
mereka, mengajari apa yang mereka tidak ketahui dari perkara agamanya, 
membantu mereka dengan ucapan ataupun perbuatan, memerintah mereka kepada 
yang ma'ruf dan mencegah mereka dari yang mungkar dengan lemah lembut dan 
penuh keikhlasan, menyembunyikan aibnya dan menutupi kelemahannya, menolak 
kemudharatan dari mereka dan mendatangkan kemaslahatan untuk mereka, 
menghormati yang besarnya dan menyayangi yang kecilnya, memberikan 
pengajaran yang baik dan meninggalkan dari berbuat curang dan dengki 
kepada mereka, mencintai kebaikan untuk mereka dan membenci kejelekan pada 
mereka serta membela harta-hartanya dan kehormatannya, mendorong mereka 
untuk berakhlak dengan apa yang telah disebutkan dari nasehat dan 
menumbuhkan kesemangatannya agar senantiasa taat."

HUKUM MEMBERIKAN NASEHAT
Berkata Imam Nawawi rohimahullah, "Nasehat adalah fardhu kifayah, jika 
sebagian orang telah melakukannya, jatuhlah kewajiban bagi yang lainnya, 
dan ia (nasehat) adalah sebuah keharusan sesuai dengan kemampuan." 
Kalangan ahlul ilmi yang lainnya berpendapat bahwa nasehat itu ada yang 
hukumnya fardhu 'ain, ada pula yang fardhu kifayah, yang wajib dan yang 
mustahab, karena Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam menerangkan 
bahwa agama itu nasehat, sedangkan perkara agama ada yang wajib, yang 
mustahab, yang fardhu 'ain, dan juga fardhu kifayah." Wal 'ilmu 'indallah.

PENUTUP DAN KESIMPULAN
Demikianlah memang nasehat merupakan bagian penting dalam agama dan 
kehidupan kita, bahkan nasehat adalah salah satu di antara 
kelebihan-kelebihan yang membedakan kita dengan umat-umat lainnya dimana 
Allah telah lebihkan kita menjadi umat pilihannya. Allah berfirman, "Dan 
demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat yang adil dan 
pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rosulnya 
(Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu." (QS Al Baqoroh: 143). 
Dari penjelasan di atas dapat kita ambil kesimpulan-kesimpulan sebagai 
berikut:
1. Bahwasanya nasehat itu dinamakan sebagai agama dan Islam.
2. Bahwasanya agama itu terkait dengan amalan seperti halnya terkait 
dengan ucapan.
3. Tidak ada agama bagi yang tidak menjalankan nasehat bagi Allah, 
kitabNya, dan rosulNya, serta bagi para pemimpin Islam, dan bagi muslimin 
umumnya.
4. Wajibnya nasehat atas seluruh kaum muslimin dalam seluruh perkara yang 
disebutkan dengan segala jenisnya sesuai dengan kadar kemampuannya, 
ilmunya, dan kedudukannya di tengah-tengah masyarakat.
5. Nasehat adalah bagian dari iman.
Walhamdulillahi rabbil 'alamin. Wal 'ilmu 'indallah.

Ditulis oleh Abu Hamzah Al Atsary

Sumber bacaan:
- Al Qur`anul Karim
- Mudzakkirotul Hadits An Nabawi fil Aqidah wal Ittiba'
- Qowa'id wa Fawa'id
- Nashihati lin Nisaa`



Imam Sholat Sunnah, Makmum Sholat Wajib


Tanya: Assalamu 'alaikum. Bagaimana hukumnya jika kita sholat sunnah tapi 
kemudian datang makmum masbuq yang langsung jadi makmum kita dalam rangka 
sholat wajib? Jazakallahu khoiron wassalamu 'alaikum. 

Jawab: Wa 'alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh. Tidak apa-apa yang 
demikian itu jika terjadi dan sholatnya pun sah baik sholat Anda atau pun 
makmum Anda meskipun berbeda keadaannya, Anda sholat sunnah sedang makmum 
Anda sholat wajib. Dalam Shahih Bukhori dan Muslim, bahwa Mu'adz bin Jabal 
sholat bersama Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam (sebagai makmum, 
-pent) pada sholat Isya`, kemudian beliau (Mu'adz) pulang menemui kaumnya 
lalu sholat bersama mereka (sebagai imam) pada sholat yang sama (Isya`). 
Dan telah diketahui bahwa sholatnya Mu'adz pada kali yang pertama bersama 
Rosulullah adalah sholat wajib, sedang yang kedua kalinya adalah nafilah 
(sunnah) dan kaumnya sholat wajib dan nabi pun tidak mengingkarinya. Imam 
Ahmad rohimahullah memberikan pernyataan yang jelas dengan berkata, 
"Apabila seseorang hendak melaksanakan sholat dan mendapati imam sedang 
melaksanakan sholat tarawih, lalu ia sholat Isya` bersamanya (sebagai 
makmum) maka hal itu tidak apa-apa." Jelaslah bahwa orang yang sholat 
tarawih adalah nafilah sedang yang sholat Isya` adalah muftaridh (sholat 
fardhu). Ini pula yang dikuatkan dan dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu 
Taimiyah (Al Ikhtiyaarot: 86). Demikian wal 'ilmu 'indallah.
 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke