---






Do’a Gadis Kecil 



Oleh Abdul Malik Azir - 23 Juli 2009 - 
 
Beberapa bulan lagi usianya genap tujuh tahun. Saat ini ia telah duduk di kelas 
2 Sekolah Dasar (SD). Suatu ketika perhatiannya tertarik pada sebuah kotak yang 
sangat indah yang dibawa ayahnya sekembali dari bekerja. Perlahan dihampirinya 
sang ayah dan berkata perlahan seakan berbisik :
Yah, kotak apa itu ? ayah singgah di mall ?
Kotak berisi cincin untuk bunda… sahut ayah menjelaskan seraya memperlihatkan 
sebuah cincin mungil bertahtakan berlian bergemerlap bagai bintang yang sedang 
berkedip.
Aku ingin kotaknya saja ‘yah… boleh? Pintanya sambil mengamati benda yang masih 
bertengger di telapak tangan ayah. Sebuah kotak mungil yang sangat lucu 
berwarna biru.
Untuk apa sayang ? Sergap ayah sambil memicingkan mata.. pandangannya seakan 
menyelidik sesuatu yang sangat rahasia di dalam benak putri yang dikasihinya 
itu.
“Aku ingin menyimpan sesuatu yang lebih berharga” ke dalam kotak itu. Sahut si 
gadis kecil serius.
Sang ayah dengan bijak mengeluarkan cincin tersebut dan menyerahkan kotak 
kosong itu kepada putri kesayangannya dengan tatapan yang masih penuh tanda 
tanya.
Karena kelelahan setelah seharian bekerja… ayah tidak tertarik lagi untuk 
menelusuri kejelasan kalimat “sesuatu yang berharga” yang baru saja diucapkan 
oleh putrinya.
Selang beberapa minggu……
…… sambil berlari-lari kecil, gadis mungil itu mengejar ayahnya yang sedang 
melangkah menuju ruang shalat. Suara tarhim mulai terdengar mendayu dayu dari 
mesjid yang terletak tidak seberapa jauh dari tempat tinggal mereka. Tarhim 
adalah isyarat bahwa azan magrib akan segera dikumandangkan. Secara rutin 
setiap waktu magrib, isya dan subuh ayah memimpin shalat dalam keluarga.
Ayah… suara gadis itu merdu… sang ayah sejenak menghentikan langkah untuk 
memasuki ruangan shalat.. dengan penuh tanda tanya ditungguinya langkah gadis 
kecil itu menghampirinya. Melihat gelagat seperti ini pasti ada sesuatu yang 
luar biasa, demikian pikir ayah sekilas.
Ada apa sayang? tanya ayah penasaran sambil mengernyitkan kedua alisnya 
disertai senyum datar yang kurang menarik perhatian gadis kecilnya.
Si gadis lalu berusaha mendekatkan mulutnya ke telinga ayah untuk membisikkan 
sesuatu… memahami maksud tersebut ayah membungkukan badan agar mudah terjangkau 
si kecil.
Aku mau memberi bingkisan ini untuk hadiah ulang tahun ayah… ucap gadis itu 
dengan polos seraya memperlihatkan kotak kecil yang terbungkus rapih 
menggunakan sehelai kertas buku tulis bergaris…. Serta merta bibir laki-laki 
tua itu terpilin membentuk senyum misterius yang walau agak susah dipahami 
gadis kecilnya, tetapi si gadis tetap yakin bahwa dalam senyum itu ada kasih 
sayang yang sangat khas yang sudah dikenalinya selama ini.
Apa isinya sayang? cecar ayah seakan-akan tidak sabaran untuk membuka kotak 
tersebut.
Bukalah sekarang yah… pintanya singkat, seakan akan ingin menyelesaikan 
persoalan.
Tanpa menunggu lama-lama kotak itu dibuka perlahan dan sangat hati-hati.. wow! 
Kotak kosong… Seru ayahnya seraya meledakkan tertawa bahagia yang tidak jelas 
asal usulnya.
Sst… tukas gadis kecil itu seraya menempelkan jari telunjuk ke permukaan 
bibirnya sendiri… “Dalam kotak itu ada doa ‘yah..” urainya seakan menggurui…. 
“Ayah pernah berkata bahwa doa adalah perhiasan yang sangat mahal…. karena 
dengan doa segala sesuatu bisa menjadi lebih berharga. Di dalam kotak itu 
tersimpan doaku untuk bingkisan hari ulang tahun ayah.”
Astaghfirullah al ‘adzhiem.. masya Allah.. Ya Allah… gumam laki-laki setengah 
baya itu terjerembab dalam perasaan penuh pesona. Kedua bibirnya seketika 
terkatup rapat-rapat seakan menahan sesuatu yang ingin meledak dari dalam 
perasaannya. Secara samar dia merasakan seolah dirinya sedang berhadapan dengan 
segelintir malaikat suci yang dengan anggun berdiri di hadapannya.
Selamat hari ulang tahun ‘yah… ucap gadis mungil itu seraya mencium tangan ayah 
dan menuntunnya ke ruang shalat.
Sang ayah mengikuti langkah bidadari kecilnya menuju mihrab tanpa mampu 
mengucapkan sepatah kata pun.. Azan maghrib sayup-sayup terdengar dari 
kejauhan. Airmata kebahagiaan berderai menggenangi apa yang bisa digenanginya, 
seakan turut bersujud ketika beberapa butir meluncur bagai kristal bening 
menerpa sujadah saat takbir di ikrarkan ke hadapan Allah.
Allahu Akbar.
Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam 
keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka[*], dan Kami tiada 
mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan 
apa yang dikerjakannya. (QS. 52:21)
[*] Maksudnya: anak cucu mereka yang beriman itu ditinggikan Allah derajatnya 
sebagai derajat bapak mereka, dan dikumpulkan dengan bapak mereka dalam surga.
 
 
Best Regards,
 
s-man


 



      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke