Met pagi aga, kemarin saya ditelpon teman kmu yg ktanya mau ke
pekanbaru, tp dia hr selasa bsk dtg, oya saya lupa nanya namanya?.

On 7/31/09, aga madjid <[email protected]> wrote:
> *KEKUATAN KOMUNITAS
>
> *
>
>
>
> Seorang pimpinan bank mengeluhkan sulitnya menggerakkan anak buahnya untuk
> terlibat secara ‘all out’ dalam program peningkatan servis dan efisiensi di
> cabangnya. “Kenaikan target dan berbagai kegiatan yang diadakan atau
> diusulkan, ditanggapi dengan dingin, bahkan dikomentari sinis. Enerji yang
> dikerahkan lebih banyak digunakan untuk membela diri, menyalahkan orang lain
> bahkan berkelompok dan saling bermusuhan.”
>
> Dengan ancaman krisis yang kita hadapi sekarang, ada perusahaan atau
> organisasi yang terasa sekali bahu membahu satu sama lain memperkuat
> perusahaan. Namun, ada juga organisasi yang individunya malah kehilangan
> ‘sense of belonging’, bahkan main sikut antar karyawan. Gerakan ‘short term
> management’ yang melahirkan strategi downsizing, outsourcing dan program
> pemangkasan biaya sumber daya manusia, tak pelak membuat perusahaan
> seringkali harus membayar mahal akibatnya, dengan menerima kenyataan bahwa
> perusahaan tidak lagi menjadi ‘place of engagement’ yang nyaman. Komitmen
> individu begitu rapuh atau tumbuh hanya sekedarnya saja.
>
> Kita lihat, ternyata “depresiasi” tidak selalu berkenaan dengan hal-hal
> finansial, tapi juga bisa terjadi pada rasa kebersamaan. Padahal, sebagai
> makhluk sosial, proses sosial dan ikatan kekuatan dalam kelompok adalah hal
> yang sangat penting. Menurunnya spirit komunitas ini, sebetulnya adalah
> kegagalan manajemen yang cukup monumental, tapi sering kali tidak terasa.
> Dalam kondisi seperti ini, masihkah seorang pemimpin mampu membangkitkan
> semangat dan mendapatkan dukungan dari anggota kelompoknya?
>
> *Komunitas itu Sakti!
>
> *Kita bisa amati bagaimana ensiklopedia Web Wikipedia, serta berkembangnya
> system operasi komputer Linux, mengandalkan komunitas terbuka. Siapa saja
> boleh berpartisipasi, tidak banyak batasan untuk bergabung, memberi masukan,
> menyuarakan pendapat dalam komunitas tersebut. Hasilnya, kumpulan pikiran,
> perasaan dan tindakan ini bagaikan bola salju yang berkembang dan menyebar
> pesat secara positif. Manfaatnya langsung bisa dirasakan banyak orang. Kita
> juga tahu betapa kesaktian komunitas sudah dinikmati Barack Obama, yang
> tadinya bukan siapa-siapa, namun karena dukungan komunitas teman, jaringan
> facebook, lalu bisa memanfaatkan energi luarbiasa.
>
> IBM juga dimotori oleh komunitas informal ketika memasuki dunia
> ‘e-business’. Seorang programmer yang sangat antusias, mengumpulkan
> rekan-rekan yang sama-sama meyakini kesempatan ini. Mereka memulai
> kegiatannya tanpa budget sama sekali. Lou Gerstner, CEO yang mengetahui
> adanya  buah pikiran komunitas ini, segera memberi dukungan, dan akhirnya,
> IBM menikmati bisnisnya.
>
> Komunitas juga sering berkembang tanpa disengaja. Sebut saja, komunitas
> makan siang, pulang bersama, atau kegiatan agama yang karena secara rutin
> berkomunikasi lalu membangkitkan kesamaan rasa secara sosial. Dalam banyak
> situasi, komunitas dalam perusahaan punya kekuatan yang lebih besar daripada
> kekuatan pemimpinnya sendiri. Dalam buku terbarunya: “Community: The
> Structure of Belonging”, pakar konseling Peter Block, mengatakan bahwa
> perubahan akan dengan mudah terjadi bila kelompok manusia di dalam sebuah
> organisasi, lembaga bahkan pemerintah menyadari dan menemukan kekuatannya
> sendiri, sehingga tidak ada sikap menunggu gebrakan dari pemimpin atau top
> manajemen, yang kadang tidak dapat menguasai emosi atau mendapatkan
> kepercayaan komunitas sepenuhnya.
>
> *“Care”: Landasan Komunitas
>
> *Kita tentunya sangat familiar dengan berbagai komunitas, seperti komunitas
> jantung sehat, makanan organic atau bike to work. Jarang sekali, kita
> menangkap kesan negatif pada komunitas ini. Komunitas selalu mempunyai
> greget yang positif, kepedulian, respek dan ‘care’, sehingga mempunyai
> kekuatan inspiratif yang kuat.
>
> Merangsang individualisme, mengadu domba, merangsang kompetisi di dalam
> perusahaan memang bisa berguna untuk pendorong prestasi. Namun sebaliknya,
> kita juga perlu memanfaatkan emosi sosial yang beredar di sebuah organisasi.
> Toyota, bahkan Pixar, dengan slogannya “make the community a magnet for
> talented people” jelas-jelas menghidupkan “sense of belonging” terhadap
> perusahaan melalui komunitas yang “mengikat” individu didalamnya, layaknya
> sebuah ‘keluarga’.
>
> *Visi yang Luhur: Memperkuat Organisasi
>
> *Semua orang sadar bahwa mencetak keuntungan adalah sasaran utama
> perusahaan. Bagi karyawan, cara mencari untung dan kualitas dalam
> menjalankan usahalah yang sesungguhnya bisa menumbuhkan semangat kebersamaan
> dan komitmen yang tidak ada matinya. Secara sederhana , dalam sebuah
> perusahaan nasional klien saya, rasa ‘nasionalisme’, cinta Indonesia
> digaungkan di kalangan insinyur insiyur muda yang perlu berhadapan dengan
> klien yang kebanyakan lebih senior dan berkebangsaan lain. Misi dan budaya
> yang luhur seperti inilah yang membuat karyawan seolah siap ‘berjuang’
> bersama perusahaan. Sebaliknya, tanpa visi yang menarik, perusahaan bisa
> jadi hanya bergerak bagaikan manusia tanpa kepribadian, seperti tulang dan
> daging tanpa nyawa dan jiwa.
>
> ”Sense of community” biasanya memang berakar di tengah-tengah organisasi.
> Adanya “sense of community” ini biasanya menjadikan karyawan lebih aktif
> secara sosial, bertanggung jawab dan siap menguatkan organisasi. Bila
> pemimpin bisa menangkap dan memanfaatkan kekuatan sosial ini, tantangan
> untuk menggerakkan dan mengarahkan kelompok tentu bisa jadi lebih mudah.
> Inilah sebabnya, pengembangan ‘sense of community’ tidak bisa diabaikan dan
> perlu dilakukan sejalan dengan pengembangan kepemimpinan.
>
> *
> *
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke