Thank's to Ami Hadjar
07/29/2009 04:33 PM













 

"Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan Bersabarlah 
kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, kamilah yang 
memberi rezki kepadamu. dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang 
bertakwa".(QS. Thaha 132)

Tugas utama.

Ayat diatas mengingatkan kepada para kepala keluarga atau seorang suami, 
bahwa kewajiban utama mereka dalam rumah tangga adalah mendidik isteri dan 
anak anak mereka agar mendirikan shalat. 

Mendidik keluarga agar mendirikan shalat sekaligus mendidik mereka untuk 
belajar agama Islam. Bagaimana mereka akan shalat kalau mereka tidak 
pandai membaca al-Quran. Bagaimana mereka akan mendirikan shalat kalau 
pengetahuan agama mereka tidak memadai..

Mendidik anak untuk shalat artinya juga mendidik mereka agar menjadi anak 
yang saleh yang mengerti dan memahami tanggung jawab mereka pada agama, 
bakti mereka pada orang tua, nusa dan bangsa.

Mendidik anak untuk shalat artinya juga mendidik anak agar menjadi anak 
yang saleh, ta'aat beribadat dan berakhlaq mulia. Semuanya itu adalah 
tanggung jawab orang tua dihadapan Allah swt. 

Ayat diatas mengingatkan para orang tua bahwa mereka tidak akan ditanya 
Allah tentang rezeki, makan dan minum serta pakaian anak, karena semua itu 
sudah dijamin Allah. Yang akan ditanya dan diminta Allah pertanggung 
jawaban yang utama adalah mengenai shalat anak dan isteri. Apakah sang 
suami sudah menjaga shalat isterinya, apakah sang suami isteri telah 
memelihara shalat anak-anaknya? Inilah tanggung jawab utama diakhirat 
kelak.

Dalam sebuah hadits shahih Rasulullah saw juga mengingatkan;  
"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fithrah (islam), ibu bapanyalah yang 
harus bertanggung jawab dihadapan Allah nantik jika anaknya itu menjadi 
orang Yahudi, Nasrani atau orang Majusi"  (HR.Bukhari Muslim)

Rasulullah saw. Juga mengingatkan para orang tua mengenai tanggung jawab 
shalat anak mereka:  
"Suruhlah anakmu shalat jika dia sudah berumur tujuh tahun, dan pukullah 
anakmu jika sudah berumur sepuluh tahun belum juga mengerjakan shalat"(
HR.Bukhari Muslim)

Selanjutnya Allah mengingatkan "Akibat baik" atau kebahagiaan orang tua 
adalah bila anaknya menjadi seorang yang bertaqwa, kebahagiaan seorang 
suami ialah bila isterinya seorang yang bertaqwa.
 

Realita masyarakat kita.

Realita masyarakat kita bertolak belakang dengan pesan ayat diatas. Para 
orang tua merasakan bahwa tanggung jawab utama mereka hanyalah memberikan 
makan, minum dan pakaian anak, sedangkan mendidik anak untuk shalat atau 
beragama mereka anggap hanyalah pelengkap saja, bahkan ada yang menganggap 
itu bukan tugas mereka, tapi tugas para ustadz dan ulama.

Orang tua merasakan bahwa tugas mereka adalah untuk mendidik anak mereka 
dengan ilmu yang memenuhi kepala mereka, sedangkan mendidik anak dengan 
agama yang mengisi dada mereka bukanlah tugas mereka yang utama.

Para orang orang tua sangat merisaukan apa yang akan dimakan anaknya kelak 
kalau dia tidak sempat mewariskan harta yang banyak sebanyak bekal anak 
sepeninggal mereka; sebaliknya mereka tidak sedikitpun merasa risau kalau 
meninggalkan anaknya dalam kedaaan tidak pandai atau tidak pernah shalat, 
padahal shalat itulah yang akan dipertanggung jawabkan kelak.  
Jika orang tua meninggal anaknya tanpa bekal yang akan dimakan, percayalah 
si anak akan pandai mencari makan untuk dirinya dengan berbagai macam 
cara; akan tetapi bila ditinggalkan anak tidak tahu cara shalat, jangan 
diharapkan sepeninggal orang tuanya akan pandai pula mencari tempat 
belajar shalat.

Karena itu tidak heran banyak anak-anak generasi sekarang yang tidak 
pandai membaca Al-Quran. Bukan hanya anak-anak, tapi juga tidak sedikit 
para mahasiswa yang tidak pandai membaca al-Quran, tidak shalat, tidak 
tahu menahu dengan agama sama sekali karena memang mereka tidak pernah 
mengecam pendidikan agama dalam rumah tangga orang tuanya. Dan orang 
tuanya juga tidak punya minat untuk mengirim anaknya belajar dilembaga 
pendidikan agama swasta, sementara porsi pelajaran (bukan pendidikan) 
agama disekolah sekolah negeri sangat minim, rata rata hanya sekali dalam 
satu minggu. Orang tua betul betul hampir tidak punya kepedulian pada 
pendidikan agama anaknya, bahkan tidak sedikit orang tua yang mencabut 
anaknya dari madrasah atau taman pendidikan al-Quran karena anaknya akan 
masuk les sempoa atau les bahasa inggris atau les-les lainnya untuk 
mengejar pretesi akademik anak dengan mengorbankan pendidikan agama 
anaknya.. Karena itulah akhirnya kepala anak mereka penuh dengan ilmu 
sedangkan dada mereka kosong dari agama dan moral , sementara disekitar 
mereka godaan dan tantangan yang akan menjerumuskan aqidah dan akhlaq 
merka, seperti halnya tontonan tv. Vcd. Dvd. Tempat-tempat hiburan dan 
tempat maksiat yang bertebaran dimana mana betul dahsyat dan sangat 
mengerikan.

Kenakalan dan kemaksiatan remaja, tumbangnya korban-korban narkoba di 
lingkungan anak-anak dan remaja kita, pada umumnya adalah akibat orang tua 
yang sudah tidak punya kepedulian lagi pada pendidikan agama anaknya, 
tidak peduli lagi anaknya shalat atau tidak, yang selalu dikontrol 
hanyalah pe er (pekerjaan rumah) anak, sedangkan shalat dan bacaan 
al-Quran anak tidak pernah mereka kontrol.

Dalam hal inilah Allah swt. memperingatkan para orang tua agar menyela
matkan diri dan keluarga mereka dari bahaya neraka yang mengancam mereka, 
baik neraka di dunia apalagi neraka akhirat:

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api 
neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya 
malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap 
apa yang diperintahkan- Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang 
diperintahkan. (QS.At-Tahrim 66:4)
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke