Gila, bnyak bnget gaji2 para pejabat tuh, seharusnya kan gk segitu. Pada tanggal 05/08/09, windi irawan <[email protected]> menulis: > > > > Ajiiip,aje gile brooo ,bonusnya bukan 1bulan gaji > broooo!!!! > > > > Selasa, 2009 Agustus 04 > Mau Jadi direksi BUMN? Inilah gaji para direksi BUMN kita! > Tahukah Anda, direktur badan usaha milik negara kita ada > yang bergaji Rp614 juta per bulan atau Rp7,3 miliar setahun? Itu pun belum > termasuk tantiem Rp1,8 miliar per orang. Kedua sumber itu merupakan > pendapatan resmi yang disetujui dalam rapat umum pemegang saham. > > Lupakan sementara gaji gubernur Bank Indonesia yang sempat > mencengangkan publik maupun DPR dengan Rp200 juta per bulan. Sebab, > perusahaan milik pemerintah ternyata tak kalah hebat dalam memberi > penghargaan kepada para manajemen puncaknya. Pun ketika > perusahaan-perusahaan itu berkali-kali bermasalah dan membebani keuangan > negara. > > Data yang dihimpun oleh Divisi Riset & Pengembangan Bisnis > Indonesia menunjukkan, bank BUMN dengan aset terbesar, PT Bank Mandiri Tbk, > pada 2005 menyediakan anggaran Rp51,26 miliar untuk gaji serta tunjangan > tujuh direkturnya dan Rp13,8 miliar untuk tujuh komisaris. Selain itu, juga > disediakan tantiem senilai Rp26 miliar. > > Bila dipukul rata saja asumsi semua direktur memperoleh > pendapatan sama, termasuk direktur utama maka tiap direktur mendapatkan > Rp614 juta sebulan plus tantiem Rp1,8 miliar per tahun. Sementara komisaris > memperoleh gaji Rp1,97 miliar per tahun plus tantiem Rp1,8 miliar. > > Data ini di dapat dari laporan keuangan tahunan audited > lengkap yang dikirim ke Bursa Efek Jakarta. Oleh karena itu, hanya BUMN yang > telah menjadi perusahaan publik saja yang bisa ditelusuri secara faktual > berapa pendapatan manajemen.. > > Beberapa perusahaan malah juga merinci berapa ke-pemilikan > saham direksi/komisaris. Namun, karena hal itu memang tidak diatur secara > jelas dalam ketentuan pasar modal, maka tidak semua perusahaan > menyertakannya. > > Di Amerika Serikat, manajemen wajib mengumumkan > kepemilikan saham pada perusahaan yang tengah mereka kelola sebagai bentuk > akun-tabilitas publik. Bahkan, pendapatan tiap direktur atau komisaris juga > dicantumkan secara jelas sehingga jaringan berita seperti Bloomberg bisa > setiap saat bisa menayangkan data siapa saja CEO berpendapatan paling besar > di AS. > > Pendapatan yang bisa di-bawa pulang direksi Bank Mandiri > memang yang terbesar. Namun, bukan berarti direktur/komisaris BUMN lain > bergaji kecil. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, misalnya, memberikan gaji dan > tunjangan Rp12,75 miliar dan Rp77,62 miliar pada 2005. > > Angka itu jauh lebih besar dari tahun sebelumnya > masing-masing Rp10,39 miliar dan Rp45,47 miliar. > > Saat ini BRI dikelola tujuh direktur dan tujuh komisaris. > Dengan demikian, setiap orang rata-rata memperoleh Rp6,45 miliar per tahun > atau Rp537,79 juta per bulan. Tentu saja nilai sebenarnya akan berbeda > karena gaji dirut pasti lebih besar dari direktur. > > Namun, Direktur BRI Ahmad Askandar mengaku tidak menerima > sebesar itu. "Seingat saya total yang saya terima [gaji dan tantiem] Rp2,5 > miliar. Kalau pajak diperhitungkan paling besar Rp3,5 miliar." > > Menurut Askandar dalam satu tahun gaji hanya berkisar Rp1 > miliar sementara tantiem berkisar Rp1,5 miliar. "Besarnya tantiem tergantung > posisi, perbandingannya dirut 100, wadirut 95, dan komisaris 50." > > Manajemen PT Bank Negara Indonesia Tbk, bank dengan aset > terbesar ketiga, ternyata berpendapatan paling kecil di antara Mandiri dan > BRI. Pada 2005, gaji dan tantiem direksi/komisaris ditetapkan Rp14,23 miliar > dan 15,68 miliar. > > Pada 2004, tidak tersedia anggaran tantiem karena BNI baru > saja kebobolan Rp1,2 triliun akibat letter of credit bodong. Sementara gaji > pada disediakan Rp13,49 miliar. > > Saat ini BNI dikelola oleh 10 direktur dan tujuh > komisaris. Dengan perhitungan yang sama dengan BRI, maka pendapatan > masing-masing pengelola bank itu adalah Rp1,75 miliar atau Rp146,6 juta per > bulan. > > Malah, menurut pengakuan Direktur BNI Bien Subiantoro, > gaji bulanan yang ia terima Rp81 juta. Namun, jumlah itu di luar tantiem. > "Kalau BUMN lain saya tidak tahu ya. Tetapi yang kami terima segitu." > > Bagaimana dengan BUMN lain? PT Perusahaan Gas Negara Tbk > pada 2005, menganggarkan Rp8,59 miliar untuk gaji direksi.Untuk komisaris, > gaji yang diberikan Rp3,97 miliar. Pemberian tantiem tidak jelas karena > digabungkan dengan dana pengembangan usaha sebesar Rp180 miliar. > > Bila tidak memperhitungkan tantiem, seorang direktur PGN > membawa pulang Rp1,23 miliar per tahun atau Rp102,34 juta per bulan. > Sementara komisaris Rp567,28 juta per tahun atau Rp47,27 juta per bulan. > BUMN itu dikelola oleh tujuh direktur dan tujuh komisaris. > > PT Aneka Tambang Tbk memberikan gaji Rp12,95 miliar pada > 2005. Itu artinya 10 orang anggota dewan direksi dan komisaris mengantongi > masing-masing Rp1,29 miliar per tahun atau Rp110 juta per bulan. Tidak > tersedia data mengenai tantiem yang diberikan. > > Besaran tantiem juga tidak dijelaskan dalam laporan > keuangan PT Bukit Asam Tbk. Namun, perusahaan ini menggaji direksi dan > komisarisnya Rp5,9 miliar pada 2005. Itu berarti masing-masing orang > mengantongi Rp536,36 juta per tahun atau Rp44,69 juta per bulan. > > Bila dibandingkan dengan perusahaan swasta, gaji direksi > BUMN masih cukup kompetitif. PT Bank Niaga Tbk misalnya, memberikan gaji dan > tantiem bagi 14 anggota dewan direksi dan komisaris masing-masing Rp23,47 > miliar dan Rp21,8 miliar pada 2005. > > Dengan jumlah itu maka setiap orangnya memperoleh Rp3,2 > miliar per tahun atau Rp265,04 juta per bulannya. > > Sedangkan gaji terbesar direksi BUMN untuk sementara jatuh > pada Bank Mandiri.. Pendapatan pengelola bank yang lebih dari seperempat > kreditnya bermasalah ini hanya bisa disaingi oleh gaji koleganya di PT HM > Sampoerna Tbk. > > Perusahaan rokok ini menghargai para eksekutifnya Rp166 > miliar pada 2005. Besarnya tantiem sama sekali tidak disebutkan. Namun > dengan gaji saja, 16 anggota dewan direksi dan komisaris membawa pulang > Rp10,37 miliar per tahun atau Rp864,5 juta per bulan! > > Jika dibandingkan, pendapatan tahunan yang dibawa pulang > seorang direktur kedua perusahaan itu pada 2005 hanya berselisih tipis yakni > Rp10,1 miliar (Bank Mandiri) dan Rp10,37 miliar (Sampoerna). > > Namun, gaji manajemen Sampoerna itu terhitung turun > dibandingkan 2004 yang mencapai Rp202 miliar atau Rp12,62 miliar per direksi > dalam satu tahun tanpa tantiem. Sebaliknya, Bank Mandiri mengalami kenaikan > dibandingkan dengan pendapatan direksi 2004. > > Saham direksi > > Selain gaji yang besar, direksi BUMN maupun perusahaan > terbuka lainnya masih memiliki opsi saham yang disediakan perseroan. Kendati > tidak semua mau mencantumkan, beberapa BUMN masih sempat merilis berapa > saham yang dimiliki para direktur. > > Empat direktur Bukit Asam misalnya kini memiliki 576.000 > lembar saham. Ismeth Harmaini (dirut) memegang 200.000 lembar. Tiga direktur > AC Purba 150.00 lembar, Mahbub Iskandar 138.000 dan Abdul Aziz Nazori > memegang 88.000 lembar. Bila merujuk harga saat ini Rp2.900, maka saham > Ismeth bernilai Rp580 juta. > > Direksi PGN lebih besar lagi. WMP Simandjutak, Direktur > Utama, kini memiliki 1,45 miliar lembar saham. Belum lagi dua direktur lain > yakni Djoko Pramono dan Sutikno masing-masing dengan 251 juta dan 544 juta > lembar saham. Saham PGN kini diperdagangkan pada level Rp12.100. > > Pertanyaannya sekarang, apa sebenarnya ukuran penentuan > gaji direksi perusahaan milik pemerintah? Menurut salah satu direktur BUMN > saat ini tidak ada ukuran yang jelas. Jadi, menurut dia, tidak ada standard > berapa seorang direktur layak memperoleh gaji dan tantiem. > > Akibatnya, penghargaan yang diperoleh kadang tidak > mencerminkan kinerja BUMN yang dikelola. Ada BUMN dengan kinerja buruk tapi > manajemennya bergaji besar, ada pula yang sebaliknya. > > Namun, Askandar mengatakan tantiem manajemen BUMN masih > jauh lebih rendah bila dibandingkan perusahaan swasta. "Kami [BRI] itu > paling besar 0,75% dari laba, jauh dari Astra yang bisa 7,5%." > > > > > > > > > -------------------------------------------------------------------------------- > Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda? > Buat Pingbox terbaru Anda sekarang! > > > -------------------------------------------------------------------------------- > > > > Internal Virus Database is out of date. > Checked by AVG - www.avg.com > Version: 8.5.283 / Virus Database: 270.11.15/2004 - Release Date: 03/16/09 > 07:04:00 > > > > -------------------------------------------------------------------------------- > > > > Internal Virus Database is out of date. > Checked by AVG - www.avg.com > Version: 8.5.283 / Virus Database: 270.11.15/2004 - Release Date: 03/16/09 > 07:04:00 > > > >
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. to post emails, just send to : [email protected] to join this group, send blank email to : [email protected] to quit from this group, just send email to : [email protected] if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected] thanks for joinning this group. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
