Seksomnia, Perilaku Seks Nyata atau Mimpi? Nurul Ulfah - detikHealth
(Foto: caring.com) Jakarta, Kebiasaan berbicara sendiri, makan atau berjalan ketika tidur mungkin sudah sering Anda dengar. Tapi pernahkah Anda mendengar seseorang melakukan seks dalam keadaan tertidur? Seksomnia atau Sexual Behaviour in Sleep (SBS) bukan hanya sekedar mimpi, hal itu memang benar-benar terjadi. SBS atau seks dalam tidur adalah kebiasaan seksual yang terjadi ketika seseorang sedang tidur. Beberapa orang yang menderita SBS biasanya sangat menikmati kebiasaan anehnya itu dan justru menganggapnya sebagai lelucon. Namun bagi pasangannya, hal itu bisa sangat mengganggu, memalukan dan bisa memicu masalah yang serius. "Suami saya sering membangunkan saya dengan kebiasaannya itu di malam hari. Dia tiba-tiba saja meletakkan tangannya di daerah vagina saya serta memegang bagian dada dan tubuh saya. Hal normal yang biasa ia lakukan ketika bercinta itu sangat mengganggu tidur saya. Saya juga merasa tidak dihargai dan dianggap sebagai barang," ujar seorang wanita yang mengaku memiliki suami dengan kebiasaan seks ketika tidur, seperti dikutip dari Digg, Senin (10/8/2009). Pada awal tahun 1996, SBS dikenal sebagai sebuah kondisi medis yang memungkinkan seseorang mengalami gangguan tidur karena adanya dorongan melakukan seks ketika tidur. Dalam International Classification of Sleep Disorders (ICSD-2), SBS dikategorikan sebagai penyakit tidur terbaru oleh para praktisi obat-obatan tidur dan membutuhkan diagnosa khusus. Meskipun SBS dikenal sebagai subtipe dari parasomnia, namun ternyata kedua tipe tersebut berbeda. Para ahli kesehatan profesional dan beberapa komunitas legal menyebutkan bahwa khusus untuk gejala SBS membutuhkan pemahaman klinis yang lebih mendalam dan untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan kebiasaan itu. Seseorang yang menderita SBS biasanya mengetahui kebiasaannya itu dari pasangan tidurnya. Terkadang banyak diantara mereka yang tidak percaya bahwa kebiasaan itu bisa terjadi pada dirinya. Inilah yang biasanya menjadi pangkal konflik pada pasangan karena si penderita tidak terima dan merasa malu mengakui atau menerima kenyataan tersebut. Apalagi jika pasangannya menceritakannya pada teman-temannya atau berkonsultasi pada pakar kesehatan. Banyak dari penderita SBS yang mengurungkan niatnya untuk berkonsultasi pada pakar tidur karena merasa hal itu sangat memalukan. Padahal jika seseorang mengalami SBS, hal yang paling utama harus dilakukan adalah berbicara pada ahlinya dan meminta solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut. SBS mungkin memang menyenangkan di satu pihak, tapi menyebalkan di pihak lain. Komunikasi yang baik, penerimaan pasangan dan solusi yang tepat bisa mengurangi risiko perpecahan yang mungkin terjadi pada beberapa pasangan yang menderitanya. Jika Anda salah satu dari penderita SBS, segera bangun dari mimpi buruk itu dan konsultasikan masalah tersebut jika tak ingin pasangan Anda kabur begitu saja karena kebiasaan yang sangat ganjil itu. CONFIDENTIALITY CAUTION: This message is intended only for the use of the individual or entity to whom it is addressed and contains information that is privileged and confidential. If you, the reader of this message, are not the intended recipient, you should not disseminate, distribute or copy this communication. If you have received this communication in error, please notify us immediately by return email and delete the original message. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. to post emails, just send to : [email protected] to join this group, send blank email to : [email protected] to quit from this group, just send email to : [email protected] if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected] thanks for joinning this group. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
