-

Alfin arifin 
















السلام عليكم ورحمته الله وبركا تها

SEMOGA BERMANFAAT,
wass....zainal

Delapan Kemuliaan Ramadhan 
Oleh: Aus Hidayat 
 Rasulullah saw. memberikan sambutannya menjelang Bulan Suci Ramadhan. 
“Wahai segenap manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung penuh 
berkah bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang nilainya lebih baik 
dari seribu bulan. Allah menjadikan puasa di siang harinya sebagai 
kewajiban, dan qiyam di malam harinya sebagai sunnah. Barangsiapa 
menunaikan ibadah yang difardukan, maka pekerjaan itu setara dengan orang 
mengerjakan 70 kewajiban.
Ramadhan merupakan bulan kesabaran dan balasan kesabaran adalah surga. 
Ramadhan merupakan bulan santunan, bulan yang dimana Allah melapangkan 
rezeki setiap hamba-Nya. Barangsiapa yang memberikan hidangan berbuka 
puasa bagi orang yang berpuasa, maka akan diampuni dosanya, dan dibebaskan 
dari belenggu neraka, serta mendapatkan pahala setimpal dengan orang yang 
berpuasa tanpa mengurangi pahala orang berpuasa tersebut.” (HR Khuzaimah)
Sambutan Nabi Muhammad saw. ini merupakan teladan bagi umatnya dalam 
menghadapi datangnya Bulan Ramadhan. Sambutan hangat penuh kegembiraan 
yang Beliau sampaikan menunjukkan perlunya tarhib Ramadhan seperti khutbah 
Nabi ini ditradisikan kaum muslimin. Jika ada satu momen dimana kepala 
negara menyampaikan pidatonya tentulah momen tersebut bukan momen biasa. 
Itu sebuah program superpenting dengan momen paling istimewa. Demikian 
pula dengan bulan Ramadhan yang penuh dengan keunggulan dan kemuliaan.
Dari hadits tersebut, Nabi kita menyebutkan 8 keistimewaan Ramadhan 
dibandingkan bulan-bulan lainnya, yaitu:
1. Syahrun Azhim (Bulan Yang Agung)
Azhim adalah nama dan sifat Allah Ta’ala. Namun juga digunakan untuk 
menunjukkan kekaguman terhadap kebesaran dan kemuliaan sesuatu. Sesuatu 
yang diagungkan Nabi tentulah memiliki nilai yang jauh lebih besar dan 
sangat mulia dengan sesuatu yang diagungkan oleh manusia biasa. Alasan 
mengagungkan bulan Ramadhan adalah karena Allah juga mengagungkan bulan 
ini. Firman Allah, “Waman yu’azhim sya’iirillah fa-innahha mintaqwal 
quluub, barangsiapa mengagungkan syiar-syiar agama Allah, maka itu datang 
dari hati yang bertakwa.”
Diagungkan Allah karena pada bulan inilah Allah mewajibkan puasa sebagai 
salah satu dari lima rukun Islam. Allah Yang Maha Pemurah Penyayang 
menetapkan dan mensucikan bulan ini kemudian memberikan segala kemurahan, 
kasih sayang, dan kemudahan bagi hamba-hamba yang ingin mendekatkan diri 
kepada-Nya.
2. Syahrul Mubarak
Bulan ini penuh berkah, berdayaguna dan berhasil guna, bermanfaat secara 
maksimal. Detik demi detik di Bulan Suci ini bagaikan rangkaian berlian 
yang sangat berharga bagi orang beriman. Pasalnya semua perbuatan kita di 
saat berpuasa menjadi ibadah berpahala yang balasannya langsung dari 
Allah. Amal baik sekecil apapun nilainya
dilipatgandakan sehingga kita menjadi puas dalam melakukannya. 
Keberkahan Ramadhan oleh Nabi kita secara garis besar dibagi 3, yaitu 10 
malam periode pertama penuh rahmat Allah,  10 berikutnya diisi dengan 
ampunan (maghfirah), sedangkan di 10 malam terakhir merupakan pembebas 
manusia dari api neraka. Keberkahan yang Allah berikan ini akan optimal 
jika kita mengelola waktu pendekatan diri kepada Allah sebagaimana arahan 
Rasulullah saw.
3. Syahru Nuzulil Qur’an
Allah mengistimewakan Ramadhan sekaligus menyediakan target terbesar, 
yaitu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Simaklah firman Allah 
dalam rangkaian ayat puasa, “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya 
diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan bagi 
petunjuk, dan furqan
(pembeda).” (Al-Baqarah: 185)
Ayat di atas menjelaskan bahwa target utama amaliyah Ramadhan membentuk 
insan takwa yang menjadikan Kitabullah sebagai manhajul hayat (pedoman 
hidup). Dapat dikatakan bahwa Ramadhan tidak dapat dipisahkan dengan 
Al-Qur’an. Rasulullah saw. mendapatkan wahyu pertama pada bulan Ramadhan 
dan di setiap bulan Ramadhan Malaikat Jibril datang sampai dua kali untuk 
menguji hafalan dan pemahaman Rasulullah saw. terhadap Al-Qur’an. Bagi 
ummat Muhammad, ada jaminan bahwa Al-Qur’an kembali nuzul ke dalam jiwa 
mereka manakala mengikuti program Ramadhan dengan benar. 
4. Syahrus Shiyam
Pada Bulan Ramadhan dari awal hingga akhir kita menegakkan satu dari 5 
rukun (tiang) Islam yang sangat penting, yaitu shaum (puasa). Kewajiban 
puasa sebagaimana kewajiban ibadah shalat 5 waktu.  Maka sebulan penuh 
seorang muslim mengkonsentrasikan diri untuk ibadah sebagaimana dia 
mendirikan shalat Subuh atau Maghrib yang memakan waktu beberapa menit 
saja. Puasa Ramadhan dilakukan tiap hari dari terbit fajar hingga terbenam 
matahari (Magrib). Tidak cukup menilai dari yang membatalkannya seperti 
makan dan minum atau berhubungan suami-istri di siang hari saja, tetapi 
wajib membangun akhlaqul karimah, meninggalkan perbuatan maksiat dan yang 
makruh (yang dibenci Allah).
5. Syahrul Qiyam
Bulan Ramadhan menggairahkan umat Islam untuk menjalankan amalan 
orang-orang saleh seperti sholat tahajjud dan membaca Al-Qur’an dengan 
benar di dalam shalat malamnya. Di Bulan Ramadhan Kitabullah 
mengisyaratkan bahwa untuk mendapatkan ketinggian derajatnya setiap mukmin 
sangat dianjurkan shalat tarawih dan witir agar di luar Ramadhan dia bisa 
terbiasa mengamalkan qiyamullail.
6. Syahrus Sabr (bulan sabar)
Bulan Ramadhan melatih jiwa muslim untuk senantiasa sabar tidak mengeluh 
dan tahan uji. Sabar adalah kekuatan jiwa dari segala bentuk kelemahan 
mental, spiritual dan operasional. Orang bersabar akan bersama Allah 
sedangkan balasan orang-orang yang sabar adalah surga. 
Sabar lahir bersama dengan segala bentuk kerja besar yang beresiko seperti 
dalam dakwah dan jihad fi sabilillah. Ramadhan melatih muslim beramal 
islami dalam  berjamaah untuk meninggikan kalimat Allah.
7. Syahrul Musawwah (Bulan Santunan)
Ramadhan menjadi bulan santunan manakala orang-orang beriman sadar 
sepenuhnya bahwa puasanya mendidik mereka untuk memiliki empati kepada 
fakir miskin karena merasakan lapar dan haus sebagaimana yang mereka 
rasakan. Karena itu kaum muslimin selayaknya menjadi pemurah dan dermawan. 
Memberi dan berbagi harus menjadi watak yang ditanamkan. 
Segala amal yang berkaitan dengan amwal (harta) seperti zakat fitrah 
sedekah, infak, wakaf, dan sebagainya, bahkan zakat harta pun sebaiknya 
dilakukan di bulan yang mulia ini. Memberi meskipun kecil, bernilai besar 
di sisi Allah. Siapa yang memberi makan minum  pada orang yang berpuasa 
meskipun hanya seteguk air, berpahala puasa seperti yang diperoleh orang 
yang berpuasa.
8. Syahrul Yuzdaadu fiihi Rizqul Mu’min
Bulan ini rezeki orang-orang beriman bertambah karena segala kemudahan 
dibuka oleh Allah seluas-luasnya. Para pedagang akan beruntung, orang yang 
jadi pegawai dapat kelebihan pendapatan dan sebagainya. Namun rezeki 
terbesar adalah hidayah Allah kemudian hikmah dan ilmu yang begitu mudah 
diperoleh di bulan mulia ini.
 



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke