Empat Mitos Soal Makanan 

--------------------------------------------------------------------------------

Pernah Anda mendengar mitos seperti hindari makan daging yang dibakar karena 
akan membuat Anda semakin dekat dengan kanker? Atau kurangi makan telur, 
makanan protein tinggi hanya akan membuat ginjal jadi bermasalah, atau 
sebenarnya kentang kurang baik untuk kesehatan kita?

Dari apa yang kita dengar, sering kali akan ada orang lain yang membantah 
dengan fakta lain lagi yang akan semakin membuat kita bingung, misalnya 
mengenai mengenai kentang, yang dikatakan bisa membuat kita malah jadi lebih 
gampang gemuk, sementara ada orang yang mengatakan kentang malah bisa membantu 
kita jadi lebih kurus?


Sebenarnya mana sih yang benar? Terkadang keduanya sama benar, hanya saja, ada 
syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi sebelum kondisi yang dicari atau 
dihindari tadi dapat terjadi. Makanya, mari kita amati bersama kondisi yang 
benar seperti apa sih?


Mitos Pertama: Makanan Protein Tinggi Berbahaya Bagi Ginjal
Apa sih penyebab mitos ini?
Pada 1983, para peneliti menemukan bahwa dengan mengkonsumsi lebih banyak 
protein akan membuat GFR atau "Glomerural Filtratoin Rate" alias kecepatan 
penyaringan darah dalam ginjal meningkat. Penemuan ini, menurut para peneliti, 
mengatakan bahwa ginjal Anda berada dalam kondisi
bekerja keras, dan akibatnya ginjal akan tertekan.
Tapi.. Apa benar?
Hampir dua dekade lalu, seorang peneliti dari Belanda menemukan bahwa memang 
makanan dengan kadar protein tinggi akan meningkatkan GFR, tapi bukan berarti 
mengganggu efek kerja ginjal atau membebani ginjal. Bahkan pada kenyataannya, 
tidak ada penelitian yang mengaitkan tingginya konsumsi protein (bahkan sampai 
2,5 gram per kg berat badan) dengan gangguan pada kesehatan ginjal
Jadi, Seperti Apa?
Intinya, arahkan kadar protein sesuai dengan target berat badan anda. Misalnya, 
berat badan Anda 100Kg, dan ingin turun ke 90kg, maka atur agar asupan protein 
Anda adalah 180 gram (dua kali target berat badan, dibagi 1000). Tapi jika 
misalnya berat badan Anda 75 kg, dan Anda ingin mendapat berat badan 90 kg, 
maka usahakan agar asupan protein anda juga 180 gram!


Mitos Kedua: Ubi Jalar Lebih Baik Daripada Kentang!
Apa sih penyebab mitos ini?
Masalahnya adalah orang Amerika lebih banyak memakan kentang yang sudah 
diproses, misalnya: kentang goreng, atau keripik kentang, dan konsumsi kentang 
akhirnya dihubungkan dengan kegemukan dan peningkatan resiko diabetes. 
Sementara ubi jalar, yang biasanya dimakan utuh, dipuja sebagai makanan kaya 
gizi dan memiliki indeks glikemik yang lebih rendah daripada kentang!
Tapi.. Apa benar?
Kentang dan Ubi ternyata memiliki kadar nutrisi yang jika dibandingkan, malah 
akan saling melengkapi. Misalnya, ubi jalar kaya serat dan Vitamin A, tapi 
kentang mengandung mineral penting seperti zat besi, magnesium dan kalium yang 
tinggi. Sedangkan jika berbicara mengenai indeks glikemik, ubi memang lebih 
rendah, tapi biasanya, kentang dimakan dengan dengan topping seperti keju, krim 
masam, atau mentega. Semua topping ini mengandung lemak, yang pada ujungnya 
akan menekan indeks glikemik
Jadi, Seperti Apa?
Bukan berarti ubi jalar lebih baik, yang penting, bentuk kentang yang anda 
konsumsi itu seperti apa, apakah anda memilih kentang bakar utuh? Atau malah 
kentang yang sudah diproses seperti keripik kentang atau kentang goreng, yang 
terbukti buruk?


Mitos Ketiga: Daging Merah Penyebab Kanker
Apa sih penyebab mitos ini?
Pada suatu penelitian di tahun 1986, peneliti dari Jepang menemukan bahwa tikus 
yang diberi makan "amina heterosiklik", senyawa yang muncul ketika daging 
dimasak terlalu matang pada suhu tinggi, memiliki pertumbuhan sel kanker. 
Semenjak saat itu, berbagai studi bermunculan mengenai kemungkinan adanya 
hubungan antara daging dan kanker.
Tapi.. Apa benar?
Sebenarnya tidak ada penelitian yang menunjukkan adanya hubungan langsung 
antara konsumsi daging merah dan kanker. Studi yang ada, sebenarnya masih jauh 
dari kata valid, karena data yang diambil hanya menunjukkan adanya 
kecenderungan pola makan seseorang, dan kondisi kesehatan yang muncul akibat 
pola makan tadi. Tidak sesederhana itu untuk mengambil kesimpulan yang ada 
secara langsung. 
Jadi, Seperti Apa?
Jangan takut memanggang, atau makan sate, burger atau steak! Apalagi sampai 
memaksakan diri tidak makan daging sama sekali. Masih aman, cukup buang saja 
bagian-bagian yang gosong di sate atau burger atau steak Anda, sebelum Anda 
makan


Mitos Keempat: Garam Menyebabkan Tekanan Darah Tinggi
Apa sih penyebab mitos ini?
Pada 1940, peneliti dari Duke University, bernama Walter Kempner, M.D., menjadi 
terkenal karena keberhasilan dalam merawat pasien darah tinggi dengan 
mengurangi kadar garam dalam makanannya. Sehingga disimpulkan bahwa dengan 
mengurangi garam, tekanan darah tinggi bisa berkurang.
Tapi.. Apa benar?
Penemuan dan penelitian ulang besar-besaran yang belakangan dilakukan malah 
menunjukkan bahwa sebenarnya tidak ada alasan bagi orang dengan tekanan darah 
normal untuk menahan asupan natrium mereka. Sedangkan jika Anda memiliki 
tekanan darah tinggi, kemungkinan besar, Anda adalah orang dengan sensitifitas 
ekstra terhadap garam. Sebagai hasilnya, jika mengurangi garam, maka penderita 
darah tinggi akan lebih terbantu!
Selama 20 tahun belakangan, penderita darah tinggi tidak harus menurunkan 
konsumsi garam, hanya mengganti garam dengan bahan makanan yang mengandung 
banyak kalium. Mengapa? karena sebenarnya keseimbangan antara kedua mineral 
itulah yang lebih penting. Bahkan seorang peneliti dari Belanda berhasil 
meneliti bahwa konsumsi kalium yang rendah, memiliki efek yang sama seperti 
dampak konsumsi garam yang tinggi.
Jadi, Seperti Apa?
Intinya, coba ubah konsumsi Anda ke makanan tinggi kalium, yang dapat Anda 
capai dengan memakan banyak sayuran, buah dan kacang-kacangan. Misalnya bayam, 
brokoli, pisang, kentang dan sebagian besar kacang-kacangan seperti tempe atau 
kedelai yang mengandung kalium tinggi! 

 

 




CONFIDENTIALITY CAUTION: This message is intended only for the use of the
individual or entity to whom it is addressed and contains information that is
privileged and confidential. If you, the reader of this message, are not the
intended recipient, you should not disseminate, distribute or copy this
communication. If you have received this communication in error, please notify
us immediately by return email and delete the original message.




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke