> > Gali Kata > Alkitab > > > Rubrik > ini menyediakan artikel yang berisi makna > suatu kata dalam Alkitab yang diteliti dengan menggali akar > kata dalam bahasa > Ibrani Kuno. Artikel yang dimuat di rubrik ini merupakan > pengembangan dari > artikel pendek dalam "Pelayanan via SMS" yang > disebarkan setiap hari > Rabu dengan rubrik "Gali Kata Alkitab" dari > telepon selular > nomor 085294397157, > 08987403198, > dan 08986864954 > atas nama Hery Setyo Adi. Sedangkan rubrik “Gali Kata > Alkitab” –yang disebarkan > melalui e-mail ini -- mempostingkan satu artikel seminggu > sekali setiap hari > Kamis. Artikel yang sama disebarkan juga melalui blog > dengan alamat: http://herysa.blogs.friendster.com/gali_kata dan > http://www.sabdaspace.org/blog/hery_setyo_adi > Harap artikel-artikel ini menjadi > berkat > bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati. > > Pelayanan via E-mail > > Edisi 63: Kamis, 22 Mei > 2009 > > Ketetapan > > Kata > “ketetapan” merupakan padanan dari kata khoq (disusun dari huruf-huruf dan > tanda > bunyi Ibrani: Khet-Holem-Qof), yang berasal dari akar-kata > induk Kh-Q > (Khet-Qof). Pada awalnya huruf Ibrani bukan semata-mata > sebagai lambang bunyi. > Huruf-huruf tersebut merupakan sebuah gambar suatu benda. > Setiap huruf > melambangkan suatu ide tertentu menurut budaya dan pikiran > orang Ibrani kuno. > > Huruf Khet adalah > sebuah gambar dinding tenda dan > melambangkan ide “pemisahan.” Sedangkan huruf Qof > adalah gambar matahari di > ufuk timur atau barat yang melambangkan ide “datang > bersama-sama”. Gabungan dua > gambar tersebut berarti “pemisahan dan datang > bersama-sama”. > > Apa hubungan antara > makna “pemisahan dan datang > bersama-sama” dengan kata khoq (ketetapan)? Orang-orang > atau kelompok > masyarakat memiliki kebiasaan atau adat-istiadat > masing-masing. Mereka yang > tercakup dalam kelompok itulah yang menetapkan suatu > kebiasaan atau > adat-istiadatnya. Dampaknya, sekelompok orang dengan suatu > kebiasaan atau adat-istiadat > tertentu akan terpisah dengan kelompok lain. Mereka secara > bersama-sama > memasuki suatu kebiasaan atau adat-istiadat yang > baru. > > Hal di atas juga > nampak dalam perilaku masyarakat > dewasa ini. Sekelompok anak-anak > muda > mengembangkan kebiasaan atau adat-istiadat tertentu yang > berbeda dengan budaya > umum masyarakatnya, maka mereka otomatis terpisah dengan > masyarakatnya itu. > > Kata > “ketetapan” (khoq) bagi orang Ibrani > berkaitan dengan pemisahan suatu masyarakat > dan datang bersama-sama ke dalam kebiasaan atau > adat-istiadat yang baru atau berbeda > dari masyarakat lainnya. Tuhan memberikan ketetapan bagi > umatNya berarti Tuhan > melakukan pemisahan terhadap umatNya dari masyarakat lain. > UmatNya datang > bersama-sama ke dalam kebiasaan atau adat-istiadat yang > baru atau yang berbeda > dari masyarakat lainnya. > > Ketetapan Sepuluh > Perintah Tuhan > > > Tuhan > telah menetapkan sepuluh perintahNya kepada bangsa Israel > sebelum bangsa itu > memasuki tanah yang dijanjikan Tuhan, yaitu Kanaan. > ”…Dengarlah, hai > orang Israel, ketetapan dan peraturan, yang pada hari ini > kuperdengarkan kepadamu, supaya kamu mempelajarinya dan > melakukannya dengan > setia” (Ulangan 5:1). > > “Ketetapan” yang diperdengarkan > Tuhan, yakni kesepuluh > perintah Tuhan itu (ayat 7-21), bertujuan untuk pemisahan > Israel. Mereka harus > mempelajari dan melakukannya dengan setia. Sebab, kesepuluh > perintah itu harus menjadi > kebiasaan atau adat-istiadat yang baru bagi Israel. Tanpa > kesepuluh perintah > itu, Israel tidak terpisah dari masyarakat atau bangsa > lain. > > Kebiasaan atau adat-istiadat yang > baru itu ditetapkan > Tuhan sendiri. Hal pertama berkenaan dengan hubungan > manusia dengan pribadi > Tuhan (perintah 1-4) dan hal kedua berkenaan dengan > hubungan manusia dengan > sesamanya (perintah 5-10). > > Implikasi > > Sebagaimana Tuhan telah menetapkan > firmanNya bagi Israel > supaya terjadi pemisahan dengan bangsa-bangsa lain, begitu > juga Tuhan telah > memberikan firmanNya bagi umatNya, yaitu orang-orang yang > percaya kepada Tuhan > Yesus Kristus pada zaman Perjanjian > Baru > ini. Firman Tuhan seharusnya menjadi kebiasaan dan > adat-istiadat bagi orang > Kristen. Bukan kebiasaan dan adat-istiadat yang menjadi > Firman Tuhan bagi > mereka! > > (Artikel ini > ditulis oleh Hery Setyo Adi > yang menggunakan berbagai sumber > sebagai bahan rujukan) > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. to post emails, just send to : [email protected] to join this group, send blank email to : [email protected] to quit from this group, just send email to : [email protected] if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected] thanks for joinning this group. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
