[Tuban] Tubuh Noordin M. Top, teroris yang diduga melakukan serangkaian
pengeboman di Indonesia, ditemukan dalam sebuah rumah kontrakan di Tuban
hari ini. Di rumah tersebut turut ditemukan senjata otomatis laras panjang
dan bahan-bahan peledak. Sumber berita dari Densus 88 yang tidak mau
disebutkan namanya mengatakan bahwa Noordin M. Top diduga melakukan bunuh
diri.

Sumber berita tersebut juga memberikan sebuah buku yang diduga sebagai buku
harian Noordin M. Top. Buku ini berisi catatan harian Noordin menjelang
kematiannya. Berikut isi buku harian yang secara eksklusif diterbitkan di
harian ini.

=================

Tuban, 2 Oktober 2009

Dear diary, ini hari pertamaku di Tuban. Yah, sebenarnya nggak pertama
banget sich. Beberapa tahun yang lalu aku sempat menginap di sini beberapa
bulan. Tapi nggak betah, panas soalnya.

Aku pindah ke sini karena di kontrakanku yang kemarin kayaknya tetanggaku
udah pada curiga dech. Gara-gara iklan selebaran itu kali ya, nyuruhin orang
buat waspada sama orang asing santun yang mukanya kayak aku. Cape dech.
Tapi, nggak apa apa. Aku bisa jadi famous kan. *_^

Oiya, kamu pasti heran. Kenapa aku tiba-tiba mulai nulis diary. Gini yach,
kan aku mulai famous nih, aku mau penggemarku tahu kehidupanku pas pelarian
kayak gimana. Yah, biar mirip Che Guevara gitu. Jadi misalnya aku ketangkep
atau gimanaaaa gitu, aku bisa terus jadi idola. Hihi.

Udah dulu ya, diary, aku belum beli lampu nih. Jadi nulisnya pake lilin, dan
masih agak gelap gitu. Aku jadi takut gitu deh. Hiiii.

Muach,

Noordin M. Top

P.S: Aku tadi beli gorengan, dan di bungkusnya ada foto cewek cakeeeeeep
banget. Aku nggak tahu namanya sih, bungkusnya kepotong. Tapi mukanya lucu
banget. Pengen dech punya istri kayak dia.

Tuban, 4 Oktober 2009

Dear diary, maaf banget yach, aku baru nulis di kamu lagi. Aku dari kemarin
sibuuuuuk banget. Kiriman C4, RPG, sama AK-47 baru dateng soalnya. Jadi aku
harus unpacking segala, ngerapiin di lemari biar cantik, dll. Capek banget,
tapi lumayan kok jadinya. Kontrakannya jadi cantik, kayak aku.

Ngomong-ngomong, aku udah tau nama cewek yang kemarin aku ceritain ke kamu.
Itu loch, yang ada di bungkus gorengan. Namanya Manohara. Eksotis banget
yah, mukanya juga eksotis loh. Indo imut gitu, kayaknya ada keturunan bule
dech.

Senyumnya maniiis banget, bikin aku deg-degan. Jadi suka sama dia. Eh iya,
ngomong-ngomong makasih yach diary, udah mau denger curhatku. Anak-anak
buahku yang lain ngebosenin banget soalnya. Cuma peduli sama kabel dan bom,
ga bisa diajak becanda. Ih. Aku kangen sama Mas Imam Samudera. Cuma dia yang
bisa ngertiin aku.

Muach,

Noordin M. Top

Tuban, 5 Oktober 2009

Dear diary, aku barusan rapat. Tapi aku ketiduran, jadi aku nggak tau tadi
ngerapatin apa. Masih ngantuk nih, aku bobo dulu ya.

Muach,

NMT (oiya, ini nick aku yang baru. Lucu nggak?)

Tuban, 6 Oktober 2009

Dear diary, hari ini nggak ada yang rame dech. Boooooring. Di sini nggak ada
mall atau bioskop loh. Jadi aku nggak bisa ngeceng. Bosen ah, udah dulu ya.

Muach,

NMT

Tuban, 7 Oktober 2009

Dear diary, hari ini aku baru masang tivi di sini. Asik loch, jadi nggak
terlalu boring lagi. Aku udah bisa nonton gosip lagi soalnya!! Udah staun
loch aku ga nonton tivi atau baca tabloid.

By the way, pas aku nonton gosip tadi aku liat liputan khusus Manohara. Tau
nggak sih, kisah hidupnya tragis banget. Dia nikah sama cowok dari Malaysia
yang doyan nyiksa dia! Ih, tahu nggak diary, aku keseeeeeel banget sama
cowok Malaysia itu. Tunggu aja dia pas aku kerja di kampungku lagi. BUM!
Biar dia tau rasa, udah berani nyakitin Manohara!

Eh, tapi, mungkin Manohara suka sama cowok-cowok Malaysia ya. Ih, jadi malu.

Muach,

NMT

Tuban, 8 Oktober 2009

Dear diary, kayaknya aku jatuh cinta dech. Iya, sama Manohara. Kamu pasti
pikir aku silly kan? Tapi beneran, aku nggak pernah ngerasain kayak gini
sama orang lain kecuali ke Maria Ozawa. Tapi Maria jauh, di Jepang. Dan
Manohara deket di sini. Mungkin ini takdir yach?

Oh Manohara,

matamu lebih indah dari bintang

karena saat ku melihat matamu

bintangpun kalah terang

Oh Manohara,

akulah kesatriamu

dan kau adalah putriku

tarian lilin bagi hatiku yang kesepian

Oh Manohara,

jadilah istriku

jadilah ibu dari anak-anakku

akhirilah pencarian cintaku

Muach,

NMT

Tuban, 9 Oktober 2009

Dear diary, aku lagi seneng banget!!! Katanya Manohara mau pergi ke Tuban
lusa! Ada seminar apa gitu. Ini pasti takdir. Aku pasti bisa melamar dia
besok. Dia pasti mau nerima aku kalau aku tunjukkin puisi-puisiku dan foto
hasil photoshop aku dan dia yang klop banget.

Aku nggak sabar banget buat hari besok. Temen-temenku juga ngedukung aku
loch. Mereka ngebantuin nyariin aku baju sama celana yang lucu. Soalnya kan
aku famous, jadi nggak bisa keluar sembarangan gitu.

Aku bahagia, diary. Bahagia. Kamu juga harusnya bahagia. Mulai lusa, dia
juga bakal jadi temen kamu. ^_^

Muach,

NMT

Tuban, 10 Oktober 2009

Dear diary, besok aku bisa ketemu calon istriku!!!Aku mau tidur cepet malam
ini, biar besok bisa keliatan segar dan lucu di depan dia.

Muach,

NMT

Tuban, 11 Oktober 2009

Dear diary, aku benci Manohara. Tadi aku ketemu dia, tapi dia sama sekali
nggak noleh ke aku. Padahal aku udah bawa foto artistik aku dan dia yang ada
puisi cintanya. Tapi aku malah diusir satpam sambil dimaki-maki, dikatain
maniak segala.

Aku sekarang sendiri, diary. Teman-temanku sudah kuusir semua dari sini.
Mereka udah kularang kembali ke sini. Mereka nggak mau mengerti perasaanku.
Mereka bilang aku bakal ketemu orang lain lagi. Tapi aku nggak yakin aku
bisa cinta sama orang lain seperti cintaku ke Manohara. Dia spesial, diary.

Argh! Aku benci Manohara. Padahal aku udah susah-susah bikin foto bugil aku
lagi meluk dia, kayak John Lennon sama Yoko Ono gitu. Itu foto khusus yang
penuh cinta. Aku cinta dia, diary, dulu. Tapi sekarang aku benci. Benci,
benci, benci, benci!!!

Aku benci semua! Aku benci kontrakanku! Aku benci teman-temanku! Aku benci
Imam Samudera! Aku benci kamu, diary!!!!!

Tuban, 12 Oktober 2009

Dear diary, maaf kemarin aku udah marah sama kamu. Aku tahu seharusnya aku
nggak marah kayak gitu. Kamu mau kan maafin aku? Aku cuma punya kamu
sekarang...

Aku nulis ini, karena aku mau pamit, diary... Aku udah capek. Aku haus akan
kasih sayang, tapi belum ada yang bisa memenuhi dahagaku. Aku bosan sama
hidupku. Aku mau pergi sekarang, diary.

Aku berharap mudah-mudahan kamu bakal ditemukan sama orang, kalau aku sudah
pergi. Aku mau dia tahu kalau ada satu orang yang cinta sama dia dan yakin
bisa ngebahagiain dia. Tapi dia udah nyia-nyiain orang itu. Biar dia sadar
apa yang udah dia lewatkan.

Hahhhh. Diary, aku capek banget. Aku udah minum obat nyamuk tadi, kayaknya
memang ada efek samping ngantuk dech. Aku ngantuk banget. Aku mau tidur
sekarang. Selamat malam ya diary.

Muach,

Noordin M. Top.

==========================

catatan akhir:

Ada yang milih untuk melihat Noordin dkk. sebagai pahlawan, ada juga yang
memilih untuk melihat mereka sebagai jahanam. Saya... memilih untuk melihat
dia sebagai orang lebay dengan mental lebih buruk dari ABG labil nan narsis.
Nggak takut tho?





**

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke