> Gali Kata
> Alkitab

 
> Rubrik 
> ini menyediakan artikel yang berisi makna
> suatu kata dalam Alkitab yang diteliti dengan menggali akar
> kata dalam bahasa
> Ibrani Kuno. Artikel yang dimuat di rubrik ini merupakan
> pengembangan dari
> artikel pendek dalam "Pelayanan via SMS" yang
> disebarkan setiap hari
> Rabu dengan rubrik "Gali Kata Alkitab" dari
> telepon selular
> nomor  085294397157,
> 08987403198,
> dan 08986864954
> atas nama Hery Setyo Adi. Sedangkan rubrik “Gali Kata
> Alkitab” –yang disebarkan
> melalui e-mail ini -- mempostingkan satu artikel seminggu
> sekali setiap hari
> Kamis. Artikel yang sama disebarkan juga melalui blog
> dengan alamat:  http://herysa.blogs.friendster.com/gali_kata  dan 
> http://www.sabdaspace.org/blog/hery_setyo_adi  Harap artikel-artikel ini 
> menjadi berkat
> bagi
> kita semua. Tuhan Yesus memberkati.
> 
> Pelayanan via E-mail 
> 
> Edisi 64: Kamis, 29 Mei
> 2009
> 
>  
> 
> “Kesatuan” Roh dan
> “Kesatuan” Iman
> 
> 
>  Kata “kesatuan” merupakan
> terjemahan dari kata Ibrani yakhad
> (dibentuk dari susunan huruf dan tanda bunyi:
> Yod-Patah-Khet-Patah-Dalet). Kata
> yakhad tersebut diturunkan dari akar-kata induk KhD
> (Khet-Dalet). Dalam
> tulisan Ibrani kuno, huruf  Khet adalah gambar dinding
> tenda, sedangkan
> huruf  Dalet adalah gambar pintu. Gabungan dua gambar
> tersebut berarti
> dinding pintu. Dinding pintu memisahkan segala sesuatu
> antara yang di dalam dan
> di luar tenda atau rumah. Hanya melalui dinding pintu
> seseorang dapat masuk
> atau keluar mempersatukan sesuatu yang ada di dalam dengan
> yang di luar. 
> 
> Orang luar yang masuk ke dalam rumah
> atau tenda melalui
> pintu bersatu dengan orang yang ada di dalam rumah atau
> tenda itu. Demikian
> juga orang yang ada di dalam rumah atau tenda keluar
> melalui pintu dan akan
> bersatu dengan orang yang ada di luar rumah atau tenda.
> Kesatuan terjadi kalau
> ada gerakan masuk atau keluar melalui pintu. Jika tidak ada
> pintu, maka
> kesatuan tidak terjadi.
> 
> Segala sesuatu adalah kesatuan
> dengan sesuatu yang lain.
> Seorang manusia adalah kesatuan tubuh, roh, dan jiwa.
> Sebuah keluarga adalah
> kesatuan antara bapak, ibu dan anak-anak. Sebuah pohon
> adalah kesatuan batang,
> cabang, dan daun. Hutan adalah kesatuan
> pepohonan.
> 
> Kesatuan Roh dan Kesatuan
> Iman
> 
> 
> Paulus dengan tepat menyatakan
> “kesatuan” Roh yang menjadi
> landasan kesatuan jemaat Efesus (4:3) dan “kesatuan”
> iman menjadi harapan
> keadaan rohani jemaat itu (Efesus 4:13). Mengapa Paulus
> memberi arahan seperti
> itu? 
> 
> Paulus tahu persis latar belakang
> mereka yang beragam.
> Mereka adalah orang-orang Kristen Yahudi dan non-Yahudi
> dengan berbagai
> pandangan. Ada di antara mereka yang berpandangan bahwa
> Allah itu mahajauh,
> sehingga Paulus menyebut mereka yang dulu “jauh”
> menjadi “dekat” oleh darah
> Kristus (2:13). Bahkan, anugerah dan damai dari Allah itu
> menyertai jemaat
> (1:2). Ada golongan lain yang beranggapan bahwa keselamatan
> itu milik orang
> tertentu yang diberi rahasia khusus, maka Paulus menyatakan
> bahwa rahasia itu telah
> diungkapkan secara terbuka (1:9; 3:9; 6:19). Golongan yang
> lain lagi
> beranggapan bahwa kekristenan itu menjadi sah jika mereka
> disunat secara
> lahiriah. 
> 
> Paulus, tentu, tidak membiarkan
> pandangan ini menguasai
> jemaat Efesus. Karenanya, ia sampaikan bahwa orang-orang
> Kristen non-Yahudi
> termasuk kewarganegaraan Israel dan mendapat bagian dalam
> ketentuan-ketentuan
> yang dijanjikan karena Yesus (bdk. 2:12). 
> 
> Golongan-golongan itulah yang
> menjadi sasaran surat Efesus
> ini. Paulus menyatakan bahwa jemaat Efesus tidak dibangun
> dari dasar
> pandangan-pandangan yang berbeda tersebut, tetapi mereka
> semua telah masuk ke
> dalam “kesatuan” Roh, yaitu Roh Yesus Kristus yang
> telah menaungi mereka. 
> Tuhan Yesus telah menjadi pintu yang menyatukan orang
> Yahudi dan non-Yahudi,
> dan orang-orang dalam berbagai pandangan-dunia disatukan ke
> dalam kesatuan iman
> kepadaNya.
> 
> Kata “yakhad” yang berarti
> “dinding pintu” telah diperankan
> oleh Tuhan Yesus Kristus, yang memungkinkan jemaat memiliki
> kesatuan Roh dan
> kesatuan iman. 
> 
> Implikasi
> 
> 
> Jemaat Tuhan Yesus Kristus memiliki
> terlalu banyak perbedaan
> latar belakang: warna kulit, ras, klas sosial-ekonomi,
> budaya, pendidikan, dan
> lainnya. Semua perbedaan tersebut tidak akan membawa ke
> arah kesatuan yang
> sejati, kalau tidak dilandasi kesatuan Roh. Beberapa
> pasangan rekan saya dapat
> membangun keluarga, sekalipun mereka berbeda secara fisik,
> antara lain: seorang
> gadis keturunan Tionghoa dan seorang pemuda Papua
> ataupunseorang wanita Ambon
> yang cantik dan seorang pemuda Jawa yang cacat akibat
> kecelakaan. Hal itu dapat
> mereka lakukan karena mereka telah dipersatukan secara Roh
> oleh Tuhan Yesus
> Kristus. 
> 
> Kesatuan yang benar yang dibangun
> oleh anak-anak Tuhan tidak
> dilandasi oleh kesamaan-kesamaan jasmaniah dan mental, tapi
> dilandasi oleh Roh
> Tuhan Yesus Kristus. Tuhan Yesus telah menjadi pintu yang
> memungkinkan orang
> dari berbagai latar belakang menyatu.
> 
> (Artikel ini ditulis oleh Hery Setyo
> Adi  yang
> menggunakan berbagai sumber sebagai bahan
> rujukan)
> 
> 


      


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke