Mungkin bagi teman - teman sudah pernah melamar pekerjaan dan setelah
melalui beberapa tahap seleksi, tiba saatnya anda masuk ke dalam tahap
wawancara kerja. Biasanya anda akan berhadapan dengan Kepala HRD, Direktur
atau pihak ketiga yang disewa perusahaan. Pada tahap ini, andaperlu
benar-benar berlatih dan mempersiapkan jawaban-jawaban yang strategis
sekaligus tidak terjebak pertanyaan-pertanyaan HRD/Direktur/Pihak Ketiga.
Karena sekali anda terjebak dalam suatu pertanyaan, maka bisa dipastikan
anda akan kedodoran pada pertanyaan-pertanyaan selanjutnyadan tentunya hal
ini akan sedikit banyak berpengaruh terhadap hasil penilaian Anda secara
keseluruhan. Untuk itu berikut ini akan disampaikan tipsaman menjawab
pertanyaan-pertanyaan (menjebak) dalam wawancara kerja.
*
1. Coba Ceritakan Tentang Diri Anda?*

Beberapa artikel menyebutkan agar sebisa mungkin merendahkan diri untuk
menghidarkan kesan sombong dan sekaligus dapat menarik hati HRD, seperti
“Saya memandang diri saya sebagai seseorang yang biasa-biasa”. Namun
berdasarkan pengalaman penulis, ada baiknya anda justru menjawab sebagaimana
apa adanya dengan lugas, singkat dan terkonsep dengan awal dan akhir yang
jelas. Karena pertanyaan ini adalah pintu masuk anda untuk menguraikan
prestasi dan kelebihan anda. Namun jika tidak siap, hal ini memang bisa
menjadi bumerang dan jebakan yangmematikan. Tips aman: Apabila anda memiliki
cerita diri anda sebanyak 1 lembar folio, maka pilih satu baris yang
benar-benar terfokus pada hal-halyang berkaitan dengan bidang kerja anda.
Misalnya, anda tidak perlu mengutarakan prestasi anda sebagai Juara I lomba
fotografi nasional ketika melamar sebagai IT System Analyst, karena hal
tersebut tidak relefan. Ciptakan kalimat yang padat, cerdas dan meyakinkan
pada jawaban andamisalnya seperti, “Nama saya Nala Adicandra, lulusan
program S2 Bidang Teknologi Informasi, Universitas Gadjah Mada. Di samping
kualifikasi formal tersebut, saya juga memegang sertifikasi internasional
dalam bidang Jaringan Komunikasi Data dari Cisco yaitu CCNA. Dalam hal
organisasi, saya pernah dipercaya baik sebagai pengurus maupun ketua
pelaksana kegiatan. Waktu senggang yang ada biasanya saya pergunakan untuk
menyalurkan hobi saya, seperti menonton film, bersepeda dan fotografi “


*2. Apa Yang Anda Ketahui Tentang Kami?*

Pelajari segala sesuatu tentang perusahaan yang anda tuju tersebut. Karena
jawaban yang anda berikan tergantung apa yang anda ketahui. Jadi jangan
sampai anda menjawab tidak tahu, atau malah ngawur, jangan harap anda bisa
melaju ke tahap berikutnya. Tips aman: Cari referensi tentang perusahaan
tersebut, baik melalui rekan-rekan yang sudah bekerja di perusahaan
bersangkutan, brosur perusahaan atau kunjungi situs perusahaan tersebut di
internet


*3. Apa Pengalaman Yang Anda Miliki Dalam Bidang Ini?*

Ini adalah satu pertanyaan lagi yang bisa anda manfaatkan untuk memenangkan
wawancara. Berdasarkan informasi yang anda peroleh, cari hubungan yang
paling pas antara pengalaman anda dan perusahaan bersangkutan. Tip aman:
Agar jawaban tidak melebar tak berujung, mintalah kepada si pewawancara
untuk lebih spesifik dengan pertanyaannya, “Maksud Bapak/Ibu secara
menyeluruh atau bidang tertentu yang menarik minat Bapak/Ibu?”. Cara lain
yang dapat ditempuh adalah langsung mencoba menangkap bahasa tubuh dari si
pewawancara untuk kemudian mengutarakan jawaban anda, “saya pernah magang
sebagai drafter 3D Autocad pada saat Kerja Praktek di PT. Pembangunan
Perumahan (PT.PP), sehingga menurut saya hal tersebut akan sangat membantu
saya dalam bekerja sebagai arsitek di perusahaan bapak/ibu.”


*4. Apa Yang Bisa Anda Lakukan Terhadap Perusahaan?*

Pertanyaan ini terkadang memancing Anda untuk berbicara muluk-muluk agar si
pewawancara semakin yakin untuk me-recruit anda. Namun andatidak perlu
terpancing lebih jauh, karena dikhawatirkan janji-janji Anda akan dicatat,
dan akan di cross-check pada masa percobaan (probation)anda. Tidak menjadi
masalah ketika anda bisa merealisasinya, namun menjadi masalah besar ketika
anda tidak mampun merealisasikannya. Masa percobaan anda akan berakhir
dengan pemutusan kontrak karya. Tips aman: yang perlu anda pahami adalah
sebagai seorang pegawai baru tentu saja anda tidak mungkin akan merubah
perusahaan dengan sekali sentuh, untuk itu anda hanya perlu menjawab, “Yang
pertama-tama saya lakukan adalah melakukan mapping kondisi perusahaan,
kemudian saya baru akan berusaha memberikan kontribusi-kontribusi positif
terhadap perusahaan sesuai dengan spesifikasi dan kualifikasi saya”

*
5. Apa Yang Paling Anda Sukai dan Tidak Sukai dari Pekerjaan Sekarang?*

Sebisa mungkin hindari sisi negatif. Memang pada tidak mudah, karena pada
dasarnya manusia suka mengeluh, apalagi kalau diberi kesempatan. Tipaman:
jawablah keduanya dengan mengatakan, “Saya sangat menyukai pekerjaan saya”,
lalu lanjutkan dengan menyebutkan kualifikasi yangmenunjang posisi anda.
Kemudian tutup pembicaraan dengan “sekarang saya siap memulai hal baru dan
kesempatan mendapat tanggung jawab baru”


*6. Apa Yang Anda Harapkan Dari Pekerjaan Ini?*

Mungkin saja pekerjaan ini jadi harapan untuk gengsi atau naik gaji
(dibanding pekerjaan lama anda), Simpan saja dalam hati. Sebagai gantinya
katakan bahwa anda ingin memberikan kontribusi posisitf pada perusahaan
sekaligus memberikan kepuasan bagi diri anda sendiri. Tip aman: sebutkan
bahwa melalu perusahaan ini Anda berpeluang untuk lebih dapat mengaplikaskan
ilmu yang anda pelajari sebelumnya.
*

7. Mengapa Anda Ingin Pindah Kerja (ke Perusahaan kami)?*

Kalau anda punya alasan positi, jangan ragu menyamaikannya. Tip aman:
Hindari jawaban,“Saya kurang cocok dengan atasan”, atau “Atasan saya tidak
mau menerima ide anak buahnya“, namun jawablah secara tidak langsung sepert,
“saya tertantang mencoba mendalami bisnis ini”. Jawaban ini cenderung lebih
disenangi si pewawancara.


*8. Berapa Gaji Yang Anda Inginkan?*

Hindari menyebutkan angka yang terlalu tinggi, namun jangan pula terlalu
rendah. Tip aman: Buat perhitungan sendiri dalam hati. Ambil angka tertinggi
dan terendah, jumlahkan dan bagi 2. Lalu dari angka tengah tersebut
tambahkan 1/3-nya. Nah itu gaji yang bisa anda sebutkan. Atau dengan
menyampaikan jawaban diplomatis, “Sebagai pegawai baru, saya akan menerima
dan mengikuti aturan manajemen yang berlaku di perusahaan ini“, baru setelah
didesak, sampaikan angka perkiraan tadi, sehingga si pewawancara bisa
memahami kesungguhan anda dalam bekerja, tidak melulu akan menuntuk hak
saja. “Kalau boleh berandai-andai saya mengharapkan kisaran gaji Rp 2 juta.
Namun sekali lagi hal tersebut saya serahkan kepada manajemen terkait
peraturan di perusahaan ini”.


*9. Masalah terberat Apa Yang Pernah Anda Hadapi?*

Hati-hati dengan pertanyaan favorit ini. Jangan sekali-sekali anda
menyebutkan persoalan sangat sulit dan anda gagal mengatasinya. Tip aman:
Sebutkan sebuah problem yang happy ending. Hindari menyebutkan persoalan
keluarga atau prabadi, pilihlah permasalahan dari luar yang anda juga bisa
menyelesaikan dengan baik, misalnya “Ketika saya dipercaya sebagai ketua
bakti sosial di kampus, saya mengalami kesulitas dana. Berbagai jalan telah
saya tempuh baik melalui iuran panitia, donatur dari orang tua mahasiswa
maupun permohonan dana ke fakultas, namun nihil hasilnya. Beberapa donatur
eksternal juga coba saya yakinkan bahwa apabila kegiatan ini berjalan, akan
mampu menguntungkan, dan akan kami gunakan untuk melunasinya, namun sia-sia.
Disatu sisi, har-H pelaksanaan semakin mepet. Dilema batal atau terus jalan,
membuat saya harus segera memutuskan. Akhirnya setelah musyawarah dengan
panitia, saya menggadaikan kendaraan saya. Dan sesuai perhitungan, bakti
sosial dapat berjalan lancar dan saya bisa menebus kendaraan saya”

*
10. Apakah Anda Sudah Memiliki Pacar?*

Hal ini jangan Anda tanggapi terburu-buru, dengan menjawab “Sudah. Kami
berencana menikah pada akhir tahun ini”. Hal ini kemungkan besar bisa
menutup peluang Anda untuk maju ke tahap berikutnya. Karena perusahaan
biasanya menginginkan karyawan barunya fokus pada pekerjaan di awal masa
kerjanya. Tip aman: Sampaikan jawaban yang bersifat jujur namun fleksibel,
“sudah, tapi sebenarnya saya ingin mempunyai pengalaman kerja yang cukup
sebelum memutuskan untuk menikah.“

*
11. Mengapa Saya Harus Menerima Anda?*

Jangan menjawab, “Karena saya memerlukan pekerjaan” atau “saya baru di-PHK“.
Karena sebenarnya si pewawancara hanya ingin tahu kesimpulan tentang
keahlian anda. Jadi beri jawaban singkat dan unique namun padat tentang
pekerjaan dan kemampuan anda. Tips aman: sebutkan satu persatu kemahiran
serta kualifikasi anda. HIndari jawaban, “Karena saya termasuk perkerja
keras”, hal ini terlalu umum. Langkah selanjutnya adalah cocokan dengan
kubutuhan perusahaan tersebut.

-- 
ARIF SUNANTA
www.ardjuna.wordpress.com

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke