*HARAPAN*
 Eileen Rachman & Sylvina Savitri EXPERD One-day Assessment Centre

Ditayangkan di KOMPAS, 24 Oktober 2009

Membaca headline Kompas, 21 oktober: “Indonesia Melangkah Maju”, seketika kita
serasa terpacu, ada rasa bangga dan bahkan terasa energi ingin ikut maju.
Namun, saat melanjutkan dengan subjudul yang bertuliskan ‘memberantas
kemiskinan……dst”, kita pun langsung teringat dan  membenarkan dalam hati
realita dihadapan mata, mengenai angka kemiskinan, tingkat korupsi dan masih
banyak lagi hal-hal yang bisa menyurutkan harapan.

Pasang surutnya harapan bisa sangat internal dan individual, sebagaimana
negatif-positifnya kita memandang dunia. Namun tidak dipungkiri bahwa energi
kita juga dipengaruhi oleh keadaan serta orang-orang di sekitar kita. Kita
tentu pernah mengenal, seseorang yang bila ia memasuki ruangan, ruangan
terasa hidup. Bila ia mengirimkan email atau sms, kita bisa merasakan bobot
kekuatan di dalamnya. Kemampuan individu untuk membangkitkan energi dari orang
di sekitarnya ini, sering terlupakan dalam aspek kepemimpinan, padahal
kekuatan ini sangat diperlukan untuk mendorong dan menjaga stamina dan
harapan kelompok dari hari ke hari. Bayangkan seorang pimpinan kelompok yang
bertugas membawa kelompoknya mengarungi perjalanan yang sulit dan
membahayakan. Tentu saja ia harus selalu menemukan jalan sambil menjaga
semangat kelompoknya.

*Memelihara **H**arapan **dengan** **L**angkah **N**yata*

Bila ada menteri yang menggarmbarkan programnya dengan menyebutkan bahwa ia
akan mengupayakan harga minyak stabil, maka kebanyakan orang akan berpikir:”
Oh…minyak (minyak tanah, gas dan bensin) tidak akan naik lagi”. Tidak banyak
rakyat Indonesia yang paham betapa perdagangan minyak dunia sulit dikontrol
dan betapa ekonomi Indonesia sangat terpengaruh oleh transaksi ini.

Harapan dan pemahaman sempit inilah yang bisa memicu gejolak di masyarakat,
bila ternyata harga minyak dunia melambung dan efek dominonya lalu
mempengaruhi harga-harga kebutuhan sehari-hari. Padahal, harapan yang sudah
ditebar, sulit ditarik kembali. Kita sadari bersama bila harapan tidak
terealisasi, rakyat dengan mudah bisa diprovokasi, menjadi emosi, merasa
dibohongi, ujung-ujungnya demonstrasi menagih janji. Belajar dari sini,
pemimpin modern tampaknya perlu menambah informasi yang disebarluaskan
dengan langkah-langkah yang akan ditempuh, menyesuaikannya dengan harapan
serta pengetahuan masyarakatnya. Bukan hanya sebatas sasaran akhir, namun
langkah-langkah perencanaannya pun perlu disosialisasikan secara transparan
dan jujur kepada publik, bukan sekedar terkomunikasikan pada rapat-rapat
dengan majelis dan dewan wakil rakyat

Harapan rakyat atau karyawan yang diwujudkan dalam langkah-langkah nyata
yang akan di tempuh tentu saja bisa memupuk harapan dan spirit positif yang
memberi energi lebih, meskipun belum tentu berhasil. Setidaknya dengan
memahami langkah-langkah yang akan ditempuh, kita bisa bersama-sama melihat
realitas dan memonitor. Bahkan, rakyat pun bisa berempati dan memberi
dukungan bila negara mengalami kesulitan. Bukankah ini yang kita inginkan?
Dalam keadaan kritis, anggota masyarakat, karyawan serta rakyat bisa
menyumbangkan spirit untuk maju, melindungi serta mengusung pemimpinnya.

*Tularkan Sikap Optimis*

Dalam kondisi ekonomi dunia yang depresif begini, para pengusaha, ekonom,
bahkan pemimpin negara dengan mudah terseret dalam sikap ‘gloomy’
berkepanjangan. Bisa jadi mereka tidak menyadari bahwa sikap ‘suram’ dan
gundah ini akan membawa karyawan, bahkan rakyat yang tidak tahu banyak jadi
turut bersikap pesimis. Mau tidak mau, pemimpin perlu mengedepankan sikap
‘can-do’ yang mengubah keadaan negatif menjadi positif. Kita tentu bisa
mengajak orang untuk melihat tantangan di depan mata, seperti realitas
pengangguran, sebagai momentum untuk refleksi dan penggantian arah strategi
sumber daya manusia. Kita lihat, pemimpin yang optimis yakin pada adanya
jalan keluar. Pemimpin yang kuat menularkan enerji biasanya tidak
menghindar, tidak mencari-cari alasan atau sibuk memberi penjelasan mengapa
sesuatu terjadi, melainkan langsung menyebutkan apa yang sedang dilakukan
dan apa yang bisa digarap dengan langkah langkah yang pasti.

*Energi perlu **D**i** “U**pdate**” s**ecara ‘**R**ealtime’*

Adanya mekanisme komunikasi seperti ‘twitter’, BlackBerry, facebook dan lai
n-lain, menyebabkan bukan saja informasi, tetapi juga spirit dan sentimen,
baik yang positif dan negatif, menyebar cepat bagaikan virus. Banyak
perusahaan berusaha membendung  media komunikasi ini. Bukan semata karena
media ini bisa memecah fokus dan konsentrasi, namun juga karena menyadari
bahwa kritik, protes, ketidaknyamanan pun bisa ‘seketika’ disebarluaskan
melalui media ini.

Di perusahaan teknologi seperti Google, karyawannya malahan didorong untuk
selalu kritis dan ‘update’ dengan semua kejadian. Proyek besar maupun kecil,
pengalaman, perasaan bisa langsung dikomunikasikan dengan para pemilik,
yaitu Larry Page dan  Sergey Brin, seminggu sekali. Inilah tantangan baru
yang lain bagi pemimpin di era kritis dan demokrasi begini. Selain harus
senantiasa siap menjawab sikap skeptis, oposisi dan kritis, seorang pemimpin
yang baik tahu benar bahwa adalah bagian penting dari tugasnya juga untuk
membuat spirit dan harapan selalu hidup.

EXPERD CONSULTANT
*Adding value to business results*
Plaza Pondok Indah 3 Blok C/2
Jl. Tb. Simatupang Jakarta 12310
Telp. 021-7590 6448
Fax.  021-7590 6442
*http://www.experd.com*

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

Kirim email ke