Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
“* Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan
mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali
yang lain *.” (Thaha {20}: 55)
Orang yang merenungkan proses kehancuran jasad setelah mati, pasti akan
merasakan semacam jijik, takut, dan khawatir. Makhluk yang tertipu, sombong,
durhaka, dan mengikuti hawa nafsu itu sungguh telah berakhir, musnah, dan
mati. Namun, ia hanya hilang dari pandangan mata saja. Wallahua’lam
bish-showab.
Ada pun di alam ghaib, dia kekal abadi dan ditemukan hidup dalam salah satu
dua keadaan, di dalam nikmat surga atau dalam siksa neraka. Maka, sudah
selayaknya manusia memikirkan apa yang telah mereka siapkan untuk
akhiratnya…!
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
“(102) *yauma yunfakhu fis-suri wa nah-syurul-mujrimina yauma’izin zurga,*(103)
*Yatakhafatuna bainahum il labistum illa asyra.* (104) * Nahnu a’lamu bima
yaquluna iz yaqulu amsaluhum tariqatan il labistum illa yauma.*” (Thaha
{20}: 102-104)
102. (yaitu) di hari (yang di waktu itu) ditiup sangkakala dan Kami akan
mengumpulkan pada hari itu orang-orang yang berdosa dengan muka yang biru
muram; 103. mereka berbisik-bisik di antara mereka: "Kamu tidak berdiam (di
dunia) melainkan hanyalah sepuluh (hari)" 104. Kami lebih mengetahui apa
yang mereka katakan, ketika berkata orang yang paling lurus jalannya di
antara mereka: "Kamu tidak berdiam (di dunia), melainkan hanyalah sehari
saja."
Ada tiga perkara yang mengikuti mayit sesudah wafatnya, yaitu keluarganya,
hartanya dan amalnya. Yang dua kembali dan yang satu tinggal bersamanya.
Yang pulang kembali adalah keluarga dan hartanya, sedangkan yang tinggal
bersamanya adalah amalnya. (HR. Bukhari dan Muslim)
Wassalamu’alaikum warohmatullahi wa barokaatu
Pada 11 November 2009 16:58, <[email protected]> menulis:
>
> -----
> *Alfin *
>
>
>
>
>
>
>
>
> *Terkait kasus Cicak vs Buaya.....*
>
> *Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda: “Artinya :
> Sesungguhnya menjelang hari Kiamat terdapat tahun-tahun yang menipu, orang
> yang berkhianat diberi amanat, orang yang terpercaya dianggap khianat, orang
> yang berdusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, dan ruwaibidhah akan
> berbicara,” para sahabat bertanya,"Apakah **ruwaibidhah**, wahai
> Rasulullah?" Beliau menjawab,**"Seorang yang hina dan bodoh berbicara
> tentang urusan orang banyak".*
>
>
> [Hadits ini disampaikan oleh Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid
> Al-Asari –hafizhahullah- secara makna. Adapun lafazh hadits yang kami dapati
> adalah, salah satunya : “ Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang
> menipu, orang yang berdusta dibenarkan, orang yang benar di dustakan, orang
> yang berkhianat diberi amanat, orang yang amanat dianggap khianat, dan
> Ruwaibidhah akan berbicara pada masa itu’. Beliau ditanya : ‘Apakah
> Ruwaibidhah?’ Beliau menjawab, ‘Seorang yang hina lagi bodoh (berbicara
> tentang) urusan orang banyak” [HR Ibnu Majah, no. 4036 dari Abu Hurairah.
> Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani]
>
>
>
> --
> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]
> if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
> or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
> thanks for joinning this group.
--
Kemarahan adalah suatu kondisi dimana lidah bekerja lebih cepat daripada
pikiran.
La rabbia è una condizione in cui la lingua è più veloce rispetto alla
mente.
Sii te stessa,
"ined_mail
by:
DENY TRI SURYODINOTO
email : deny[dot]dino[at]gmail[dot]com
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.