Sumber: Nurhadi

Anda pernah mendengar istilah 5S? Tepat sekali. Ini adalah sebuah istilah
jepang yang menggambarkan sebuah proses tatalaksana yang baik di tempat
kerja.

5S menggambarkan:

1. * Seiri
2. * Seiton
3. * Seiso
4. * Seiketsu
5. * Shitsuke

Nah, mari kita ulas secara ringkas.

Seiri
Kata ini bisa diartikan sebagai sisih. Artinya, sisihkan atau buang
barang-barang yang tidak perlukan. Setiap saya melakukan check-spot ke area
warehouse dan logistic, saya selalu katakan: “Pak, barang ini masih dipakai
tidak? Jika tidak, buang saja. Atau misalnya defect,
kumpulkan jadi satu dengan yang lain”.

Coba Anda perhatikan, 2 menit saja. Adakah barang-barang yang tidak terpakai
di meja kerja Anda?

Seiton
Artinya susun dan rapikan. Setiap material pasti memiliki tempatnya sendiri.
Barang A di tempat A, barang B di tempat B. Sangat penting
untuk melakukan klasifikasi dan identifikasi. Barang yang bercampur dapat
berakibat fatal.

Di sebuah perusahaan manufacturing misalnya, prosentasi kesalahan raw
material akibat salah barang cukup tinggi. Salah satunya disebabkan oleh
penempatan yang salah.

Seiso
Artinya bersihkan. Clean up ! Jika Anda bekerja di manufacturing dan
membawahi puluhan atau bahkan ratusan pekerja, kebersihan adalah hal sangat
penting. Mengapa Anda tidak berfikir untuk melakukan “Jadwal” atau “Roda
kebersihan” dimana setiap pekerja diwajibkan untuk melakukan aktivitas Seiso
pada waktu yang telah ditentukan.

Tempat kerja yang bersih akan memberikan manfaat pada:

1. Mengurangi kesalahan kerja
2. Tidak akan ada gangguan proses kerja

Seiketsu
Artinya rawat, pertahankan. Tiga hal yang pertama adalah aktivitas
“pembersihan dan penyusanan”. Tanpa seiketsu, tidak akan ada hasil
yang berkesinambungan. Disinilah perlu adanya “Check and controll”. Tugas
Anda sebagai supervisor dan manager untuk melakukannya.

Shitsuke
Beri teladan. Ajak orang-orang dan tim Anda melakukan aktivitas 5S. Lakukan
apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak seharusnya
dilakukan.

Perihal Shitsuke ini, saya jadi teringat dengan sosok Managing Director (MD)
kami di perusahaan terdahulu. Seorang japanesse, sekitar
45-50 tahun. Beliau orang yang sangat besar perhatiannya dengan 5S. Setiap
pagi, secara rutin, kami melihatnya berpatroli kecil
mengelilingi kompleks pabrik. Lantas, satu atau beberapa kertas yang
tercecer beliau ambil sendiri. Kadang-kadang, kami juga melihatnya
membersihkan gorong-gorong.

Dan, itu semua dilakukan oleh beliau sendiri. Seorang GM. Padahal, belum ada
satupun manager (asli indonesia) yang melakukannya.

*****
Konsep 5S bisa kita terjemahkan secara sederhana. Dalam bahasa kita.
Intinya, resik, rajin, rapi dan rawat. Jika tidak bisa sampai ke 5S, 3S saja
sudah cukup bagus.

Menerapkan 5S juga cukup mudah. Apalagi jika perusahaan kita sudah memiliki
sistem yang mendukung. Jika tidak? Inilah yang saya lakukan.

1. * Memulai dari diri sendiri (tempat kerja saya)
2. * Memulai set-up dari departement sendiri
3. * Mensosialisasikan kepada departement lain
4. * Mengusulkan ke manajemen agar menjadi sistem yang baku

Bagaimana dengan rekan?

[image: ole0.bmp]

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

<<ole0.bmp>>

Kirim email ke