yu mareeeeeeeeeee.........................

WINDI IRAWAN

PT SHARP ELECTRONICS INDONESIA
Jl. Swadaya IV, Komp.Pedurenan
Kel.Rawaterate Kec.Cakung
021- 4682-4070(Hunting)
Ext. 3274
021 - 4612245 ( Fax ) 
Pulo Gadung Jakarta 13920

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.
Title: PELET UDIN
    Penelusuran    
 
FAQs  
 
Statistik  

17Tahun.com

Temukan:
gunakan spasi untuk memisahkan kata, contoh: cerita dewasa

Konvensional : 008 : PELET UDIN

[ Score: 7.01, Vote: 153 ] - Rating: 7.01

Umm..., yummy..., yummy..., yummy...!!

Yeni ditugaskan sebagai pimpinan unit sebuah bank BUMD di sebuah kabupaten. untuk itu maka ia harus berpisah dengan suaminya yang bekerja sebagai dosen dan pengusaha di kota. Yeni menyewa sebuah kamar paviliun yang dihuni oleh seorang wanita tua yang anak-anaknya pada ke kota semua.

Pada hari pertama ia bertugas, banyak sekali kesan yang dapat di terimanya dari para bawahannya di kantor. Yeni pulang pergi ke kantor selalu menumpang bendi (delman) yang dimiliki oleh tetangganya yang bernama Udin, kebetulan Udin telah kenal baik dengan Mak Minah pemilik rumah yang ditempati Yeni. Udin seorang duda yang berumur kurang lebih 45 tahun, cerai dan tidak memiliki anak. Jarak rumah Udin dan Yeni memang jauh sebab di desa itu antara rumah dibatasi oleh kebun kelapa. Karena terlalu sering mengantar jemput Yeni, maka secara lambat laun ada perasaan suka Udin terhadap Yeni namun segala keinginan itu di buang jauh-jauh oleh Udin karena ia tahu Yeni telah mempunyai suami dan setiap minggu suami Yeni selalu datang, tingkah suami istri itu selalu membuat Udin tidak enak hati, namun ia harus pasrah bagaimanapun sebagai suami istri layaklah mereka berkumpul dan bermesraan untuk mengisi saat kebersamaan.

Udin setiap hari selalu melihat sosok keelokan tubuh Yeni tapi bagaimana caranya menaklukannya, sedang birahinya selalu minta dituntaskan saat bersama Yeni diatas bendinya. Kemudian timbullah pikiran licik Udin dengan meminta pertolongan seorang dukun, ia berkeinginan agar Yeni mau dengannya. Atas bantuan dukun itu, Udin merasa puas dan mulailah ia mencoba pelet pemberian dukunnya.

Siang saat Yeni menumpang bendi, Udin melihat paha Yeni yang putih mulus itu, kejadian itu membuat birahi Udin naik dan kejantanannya berdiri saat itu ia mengenakan celana katun yang longgar sehingga kejantanannya yang menonjol terlihat oleh Yeni, Udin malu dan berusaha membuang muka, sedang Yeni merasa tidak enak hati dan menutupkan pahanya, wajahnya bersemu merah ia merasakan bahwa batang kemaluan Udin itu memang besar dan panjang tidak seperti milik suaminya. Ia tahu pasti kalau bercinta dengan Udin akan dapat memberikan anak baginya serta kepuasan yang jauh berbeda saat bercinta dengan suaminya, memang saat akhir-akhir ini frekwensi hubungan seks dengan suaminya agak berkurang dan suaminya cepat selesai, telah 2 tahun menikah belum ada tanda-tanda ia hamil ini semakin membuat ia uring-uringan dan kepuasan yang dia harapkan dari suaminya tidak dapat Yeni nikmati. Sedang kalau ia melihat sosok Udin tidaklah sebanding dengannya karena status sosial dan intelektualnya jauh dibawah suaminya ditambah face-nya yang tidak masuk katagorinya di tambah lagi kehidupan Udin yang bergelimang dengan kuda kadang membuatnya jijik, namun semua itu dibiarkannya karena Yeni butuh bantuan Udin mengantar jemput, ditambah Udin memang baik terhadapnya.

Kalau dilihat sosok Yeni, ia seorang wanita karier berusia 27 tahun dan ia telah bekerja di bank itu kurang lebih 4 tahun, ia menikah dengan Beni, belun dikaruniai anak, tingginya 161 cm, rambut sebahu dicat agak pirang, kulit putih bersih dan memiliki dada 34B sehingga membuat para lelaki ingin dekat dengannya dan menjamah payudaranya yang montok dan seksi.

Dengan berbekal pelet yang diberikan gurunya, Udin mendatangi rumah Yeni. Malam itu gerimis dan Udin mengetuk pintu rumah Yeni. Kebetulan yang membukakan pintu adalah Yeni yang saat itu sedang membaca majalah.
"Eee... Bang Udin tumben ada apa Bang?" tanya Yeni.
"Ooo... saya ingin nonton acara bola sebab saya tidak punya televisi apa boleh Bu Yeni?" jawab Udin.
"Ooo.. boleh.. masuklah.. Bang.. langsung aja ke ruang tengah, televisi disitu.." Yeni menerangkan sambil ia menutup pintu. Diluar hujan mulai lebat.
"Sebentar ya Bang?" Yeni ke belakang, membuatkan minum untuk Udin. Udin duduk diruangan itu sambil melihat televisi.

Tidak berapa lama Yeni keluar membawa nampan berisi segelas air dan makanan kecil, sambil jongkok ia menyilakan Udin minum. Saat itu Udin sempat terlihat belahan dada Yeni yang mulus sehingga Udin berdesir dadanya karena kemulusan kulit dada Yeni. Sambil minum Udin menanyakan, "Mak Minah mana Bu, kok sepi aja?"
"Ooo Mak Minah sudah tidur," jawab Yeni.
"Bagaimana kabarnya Bang?" Yeni membuka pembicaraan. "Baik-baik saja," jawab Udin sambil melafalkan mantera peletnya. Sambil menonton Udin berulang-ulang mencoba manteranya, saat itu Yeni sedang asyik membaca majalah. Merasa manteranya telah mengenai sasaran, Udin berusaha mengajak Yeni bicara tentang rumah tangga Yeni dan suaminya, diselingi ngomong jorok untuk membuat Yeni terangsang.

Bu, sudah berapa lama Ibu kawin dan kenapa belum hamil?" tanya Udin.
"Lho malu saya Bang, soalnya suami saya sibuk dan saya juga sibuk bekerja bagaimana kami mau berhubungan dan suami saya selalu egois dalam bercinta." jawab Yeni menjelaskan.
"Oh begitu? bagaimana kalau suami ibu jarang datang dan ibu butuh keintiman?" tanya Udin.
"Jangan ngomong itu dong Bang, saya malu masa rahasia kamar mau saya omongin ama Abang?" jawab Yeni.
"Bu Yeni, saya tau Ibu pasti kesepian dan butuh kehangatan lebih-lebih saat hujan dan dingin saat ini apa Ibu nggak mau mencobanya?" Udin berkata dengan nada terangsang.
"Haa.. dengan siapa?" jawab Yeni, "Sedang Beni suamiku di kota," timpalnya.
"Dengan saya.." jawab Udin.
"Haaa gila! masa saya selingkuh?" Yeni menerangkan sambil mengeser duduknya. Udin merasa yakin Yeni tidak menolak jika ia memegang tangannya.

"Jangan lah Bang, nanti dilihat Mak Minah." Yeni mengeser duduknya.
"Oooh.. Mak Minah udah tidur tapi..?" jawab Udin memegang tangan Yeni dan mencoba memeluk tubuh mulus itu. Sambil mencoba melepaskan diri dari Udin Yeni beranjak ke kamar, ia memang berusaha menolak namun pengaruh dari pelet Udin tadi telah mengundang birahinya. Ia biarkan Udin ikut ke kamarnya. Saat berada di kamar, Yeni hanya duduk di pingir ranjangnya dan Udin berusaha membangkitkan nafsu Yeni dengan meraba dada dan menciumi bibir Yeni dengan rakus sebagaimana ia telah lama tidak merasakan kehangatan tubuh wanita. Udin berusaha meremas dada Yeni dan membuka blous tidur itu dengan tergesa-gesa, ia tidak sabar ingin menuntaskan birahinya selama ini. Sementara mulutnya tidak puas-puasnya terus menjelajahi leher jenjang Yeni turun ke dada yang masih ditutupi BH pink itu. Sementara Yeni hanya pasrah terhadap perbuatan Udin, ia hanya menikmati saat birahinya ingin dituntaskan.

Kemudian tangan Udin membuka tali pengikat BH itu dari belakang dan terlihatlah sepasang gunung kembar mulus yang putingnya telah memerah karena remasan tangan Udin. Dengan mulutnya, Udin menjilat dan mengigit puting susu itu sementara tangan Udin berusaha membuka CD Yeni dan mengorek isi goa terlarang itu. Udinpun telah telanjang bulat lalu ia meminta Yeni untuk mengulum batang kemaluannya, Yeni menolak karena batang kejantanan Udin panjang, besar dan baunya membuat Yeni jijik. Dengan paksa Udin memasukan batang kejantanannya ke mulut Yeni dengan terpaksa batang kejantanan itu masuk dan Yeni menjilatnya sambil memainkan lidah di ujung meriam Udin. Udinpun tidak ketinggalan dengan caranya ia memainkan lidahnya di liang kewanitaan Yeni, lebih-lebih saat ia menemukan daging kecil di belahan liang kewanitaan itu dan dijilatinya dengan telaten sampai akhirnaya setelah berualng-ulang Yeni klimaks dan menyemburkan air maninya ke mulut Udin. Saat lebih kurang 20 menit Udinpun memuncratkan maninya ke mulut Yeni dan sempat tertelan oleh Yeni.

Kemudian Udin mengganti posisi berhadap-hadapan, Yeni ditelentangkannya di ranjang dan di pinggulnya diletakkan bantal lalu ia buka paha Yeni dengan menekuk tungkai Yeni ke bahunya. Sambil tangannya merangsang Yeni kedua kalinya Udinpun meremas payudara Yeni dan mengorek isi liang kewanitaan Yeni yang telah memerah itu, lalu Yeni kembali dapat dinaikkan nafsunya sehingga mudah untuk melakukan penetrasi. Bagi Udin inilah saat-saat yang di tunggu-tunggunya, paha yang telah terbuka itu ia masukkan batang kejantanannya dengan hati-hati takut akan menyakiti liang kewanitaan Yeni yang kecil itu. Berulang kali ia gagal dan setelah sedikit dipaksakan akhirnya batang kejantanannya dapat masuk dengan pelan dan ini sempat membuat Yeni kesakitan. "Ouuu... jangan keras-keras Bang, ntar berdarah," kata Yeni. "Sebentar ya.. Yen sedikit lagi," kata Udin sambil mendorong masuk batang kejantanannya ke dalam liang kewanitaan sempit itu. Dengan kesakitan Yeni hanya membiarkan aksi Udin itu dan mulutnya telah disumbat oleh bibir Udin supaya Yeni tidak kesakitan. "Ooouu.. ahh.. ahhh.. aahhh.." hanya itu yang terdengar dari mulut Yeni dan itu berlangsung lebih kurang 17 menit dan akhirnya Udin menyemburkan air kenikmatannya dalam liang kewanitaan Yeni sebanyak-banyaknya dan ia lalu rebah di samping Yeni hingga pagi.

Permainan mesum itu berlangsung tiga kali dan membuat Yeni serasa dilolosi tulang benulang hingga ia merasa harus libur ke kantor karena ia tidak kuat dan energinya terkuras oleh Udin malam itu.

Sejak kejadian itu hampir setiap kesempatan mereka selalu melakukan hubungan gelap itu, karena Yeni telah berada dibawah pengaruh pelet Udin dan saat suaminya datang Yeni pandai mengatur jadwal kencannya sehingga tidak membuat curiga suami dan masyarakat di desa itu, mereka kadang-kadang melakukan hubungan seks di gubuk Udin yang memang agak jauh dari rumah penduduk lainnya. Yenipun rajin menggunakan pil KB karena ia juga takut hamil karena hubungan gelapnya itu dan suatu hari ia terlupa dan ia positif hamil, ia amat gusar dan karena pintarnya Yeni memasang jadwal dengan suaminya maka suaminya amat suka cita dan padahal Udin tahu benih itu adalah anaknya karena hampir tiap ada kesempatan ia melakukanya dengan Yeni sedang dengan suaminya Yeni hanya sekali 20 hari dan tidak rutin. Akhirnya anak Yeni lahir di kota karena saat akhir kehamilannya, Yeni pindah ke kota sesuai permintaan suaminya, tidak ada kemiripan anaknya denagn Beni yang ada hanya mirip Udin. Sejak Yeni berada di kota, secara sembunyi-sembunyi Udin menyempatkan diri untuk berkencan dengan Yeni karena Yeni sudah tidak dapat melepaskan diri dari pengaruh pelet Udin.


TAMAT

[ Masukkan Bookmark | Baca / Beri Komentar | Tampilan Versi Cetak ]
[ Oleh: gempita2002 - Kirim Email untuk Pengarang - Cerita-cerita Pengarang

---- Ingin puluhan gambar hot gratis setiap hari? Klik di sini... ----


Menurut anda, seberapa bagus cerita diatas:

--- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

<<-Prev | Next->>

Suka kami? Beritahu rekan-rekan anda tentang kami donk, silakan klik di sini...



Fortified by 17Tahun
.com - Contact Us
Title: PARANORMAL MESUM 01
    Beranda    
 
FAQs  
 
Statistik  

17Tahun.com

Temukan: di: 17Tahun.com Web

Konvensional : 003 : PARANORMAL MESUM 01

[ Score: 6.43, Vote: 7 ] - Rating: 6.43

Profesiku yang sebenarnya adalah pengacara, tetapi belakangan ini aku lebih dikenal sebagai seorang paranormal yang sanggup untuk memecahkan masalah-masalah yang sulit termasuk menyembuhkan beberapa penyakit yang disebabkan oleh gangguan psikis. Sebenarnya ini semua hanya bermula dari keisenganku menggoda isteri temanku yang kukira sedang kesepian. Aku mencoba membohonginya dengan membaca beberapa ciri khas di tubuhnya demi untuk dapat menidurinya, tetapi di luar dugaanku ramalanku ternyata cocok, dan tanpa menceritakan affairku dengannya ternyata Evie sudah menceritakan kemampuanku ini pada semua kenalannya, sehingga aku menjadi seperti saat ini, paranormal! Aku sangat menikmati kemampuan baruku ini, meskipun tidak pada setiap orang aku berani mengganggunya, tetapi anehnya hampir semua klienku bersedia menuruti permintaanku tanpa rewel, cuma seperti yang kukatakan, tak semuanya aku tiduri!

Seperti siang ini, di kantorku sudah ada beberapa wanita menungguku, ketika aku datang, aku sempat tersenyum kepada mereka dan memandang mereka satu persatu. Semuanya rata-rata perempuan kaya dan cantik, tetapi ada seorang ibu yang kelihatan anggun dengan tubuh yang tinggi besar sangat sesuai dengan seleraku. Di meja kerjaku kulihat berjajar empat lembar kartu kecil bertuliskan nama-nama pasienku, kartu ini dibuat oleh sekretarisku Mery. Kubaca satu persatu tetapi aku tak dapat menduga mana kartu ibu yang kuinginkan itu, sehingga kupanggil Mery untuk memanggil mereka satu demi satu. Mery sudah menjadi sekretarisku selama 3 tahun, jarang ada sekretarisku yang tahan begitu lama, karena rata-rata mereka cantik sehingga mereka laku keras untuk kawin. Mery seringkali juga memuaskan nafsuku, terutama bila aku sedang iseng di kantor ini, kami sering main di meja kerja, di kursi bahkan di kamar mandi, semuanya kami lakukan dengan diam-diam tanpa ada seorangpun yang curiga. Lennypun tahu dengan jelas hobbyku main cewek, bahkan seringkali dia kusuruh mengintai manakala aku berhubungan seks dengan klienku dan biasanya setelah itu, Mery juga minta jatah karena dia tak dapat menahan nafsunya sendiri.

Mery dengan gayanya yang anggun dan alim segera memanggil salah satu dari tamuku, ketika si ibu masuk ternyata bukan ibu yang kuinginkan melainkan seorang ibu muda yang kelihatan genit tetapi wajahnya kelihatan kalau dalam keadaan sumpek. Kuperhatikan tubuhnya dari jauh, ia memakai blus tanpa lengan sehingga memamerkan lengannya yang mulus sementara tubuhnya langsing dengan pantat yang besar. Bibirnya agak tebal dan wajahnya cantik sekali. Ia langsung menyalamiku dan memperkenalkan namanya Ria, rupanya ia lebih senang dipanggil dengan nama kecilnya daripada dengan nama suaminya, aku yakin dia sudah bersuami karena sempat kulihat cincin kawin berlian yang melingkar di jarinya. Setelah berbasa-basi sejenak Ria segera menceritakan masalahnya kepadaku, rupanya dia sedang dalam kesulitan karena hobbynya bermain judi. Meskipun judi dilarang di Jakarta ini, tetapi ia berjudi melalui jaringan parabola, katanya dia dulu menang cukup banyak tetapi sudah dua bulan ini dia terus-menerus sial sehingga hampir semua hartanya sudah habis. Saat ini dia takut kalau suaminya tahu dan dia akan diceraikan.

Aku tersenyum mendengar ceritanya ini, bagiku ini kasus biasa dan mudah, pasti beres. Tanpa membuang waktu aku menanyai Ria apakah menjelang dia kalah terus itu dia pernah melakukan sesuatu yang kurang baik, dia menyatakan rasanya kok tidak pernah, karena katanya kalau dia menang maka dia selalu baik kepada orang lain. Aku berkata kepadanya bila memang begitu maka kemungkinan sialnya ada di badannya dan aku harus mencarinya dan kemudian menangkalnya. Tanpa ragu kusuruh ia membuka pakaiannya dan telanjang bulat di depanku. Ria memandangku dengan tajam dan kemudian dia bangkit dan mulai melepas pakaiannya. Diluar kebiasaan yang aku ketahui, yang pertama dibuka Ria adalah roknya dan kemudian celana dalamnya sehingga aku langsung dapat melihat vaginanya yang dihiasi bulu vagina yang hitam, baru kemudian dia membuka blus dan BH-nya. Seperti dugaanku payudara Ria tidak terlalu montok tetapi mengkal dan bulat dengan pentil merah muda.

Dalam keadaan telanjang bulat Ria berdiri mematung di depanku kakinya rapat dan tangannya terlipat di perutnya. Kusuruh ia berputar sehingga aku juga dapat melihat pantatnya yang montok itu, benar-benar seksi. Dari apa yang kulihat aku langsung menyuruhnya duduk di depanku. Kukatakan bahwa aku sudah tahu dimana letak sialnya yaitu dari paha kanannya. Aku katakan bahwa semuanya sudah beres. Ria rasanya tidak percaya kalau aku mengatakan seperti itu, dia minta agar aku membuktikan kata-kataku itu. Dengan ngawur aku minta dia mencabut bulu vaginanya sendiri secara sembarangan, Ria menuruti permintaanku itu dan meletakkan bulu vaginanya di mejaku. Kusuruh ia menghitungnya ternyata jumlahnya 3 lembar, kusuruh ia mencabut sekali lagi dan kali ini jumlahnya 4 lembar. Kuminta dia untuk memasang taruhan diangka 34 atau 43 dan buktikan sendiri. Baru saat itu Ria bisa tersenyum, ia mengucapkan terima kasih dan segera kuminta ia berpakaian kembali. Selesai merapikan pakaiannya, Ria menjabat tanganku erat-erat dan mengatakan terima kasih. Aku mengangguk ramah, dan aku yakin bilamana saat itu aku minta dia untuk menghisap penisku pasti dia dengan senang hati mau melakukannya, tetapi aku punya target lain.

Ketika Ria keluar seorang ibu menyusul masuk, lagi-lagi bukan ibu yang kuinginkan kali ini seorang ibu berumur sekitar 40 tahunan, wajahnya cantik tanpa polesan make up yang menyolok, ia memperkenalkan dirinya sebagai Ibu Sugito, seorang pejabat penting yang pernah kudengar namanya. Ia langsung bercerita kalau suaminya punya simpanan wanita yang hebat sehingga dia merasa sedih sekali. Meskipun sejak dulu dia tahu kalau suaminya sering main perempuan, tetapi baru kali ini dia kecantol dengan pacarnya. Aku langsung mengatakan bahwa aku harus melihat tubuhnya agar bisa melihat di mana letak masalahnya. Mulanya ibu ini agak keberatan dia bertanya apakah tidak bisa kalau hanya dengan melihat wajah atau bagian lain yang terbuka. Aku hanya berkata enteng, kalau ibu percaya pada saya silakan, kalau tidak silakan juga kembali karena hanya itu caraku memeriksa pasien.

Dengan hati berat dia mulai membuka pakaiannya, pertama yang dibukanya adalah jacket ungunya, ketika ia melepaskan jacket itu aku sempat melihat ketiaknya yang lebat dengan bulu, aku sempat tertegun melihatnya karena bila ketiaknya saja seperti itu alangkah lebat bulu vaginanya. Payudara Bu Sugito montok tetapi sudah agak kendur dengan pentil coklat kehitam hitaman, ketika ia membuka roknya, kembali ia ragu. Gerakannya terhenti sementara ia berdiri dengan hanya memakai celana dalam tipis berwarna putih yang jelas sekali menampakkan bayangan bulu vaginanya yang hitam dan lebat itu. Aku sengaja mendiamkannya karena aku mau melihat apa yang dimaui ibu ini, tetapi aku sudah merencanakan bahwa ibu yang satu ini akan aku periksa habis-habisan biar dia kapok.

Akhirnya Bu Sugito jadi juga membuka celananya sehingga terpampanglah di hadapanku tubuhnya yang mulus dengan bulu yang sangat lebat di pangkal pahanya serta di ketiaknya. Dari yang aku lihat ini aku langsung tahu bahwa ibu ini hiperseks. Jadi aku heran juga kenapa dia begitu ragu-ragu untuk telanjang di hadapanku, hal ini membuatku jadi ingin mengetahui sebabnya. Ibu Sugito hanya berdiri mematung di depanku tangannya berusaha menutupi pangkal pahanya. Aku langsung berdiri dari kursiku dan berjalan mendekatinya, aku memutari tubuhnya yang bersih dan harum itu, tetapi tak ada sesuatu yang janggal. Tanpa ragu kusuruh dia duduk di sofa yang ada di ruang kerjaku dan kubaringkan. Dengan pelahan aku merentangkan kakinya sehingga aku dapat melihat vaginanya yang penuh bulu itu, karena bulunya sangat lebat, terpaksa aku menyibakkannya sehingga dapat kulihat bibir kemaluannya. Aku agak kaget ketika kulihat liang vagina Ibu Sugito ini begitu lebar dan bibirnya menjuntai keluar. Rupanya Ibu Sugito senang masturbasi dengan alat-alat sehingga liangnya jadi molor seperti ini.

Aku langsung menanyakan hal ini kepadanya dan dengan malu-malu dia mengiakan dugaanku. Untuk menangkal masalahnya, aku minta Ibu Sugito untuk saat itu juga melakukan masturbasi di depanku, dengan ragu-ragu ia berdiri dan mengambil handbagnya, dari situ ia mengeluarkan sebuah alat mirip penis yang berwarna coklat, setelah itu dia duduk lagi dan mengambil posisi seperti jongkok untuk kemudian penis karet itu dimasukkannya ke dalam liang vaginanya sampai amblas tinggal pangkalnya saja. Setelah itu dia memutar-mutar pantatnya di atas penis karet itu sambil memejamkan matanya. Aku sendiri jadi tak tahan melihat pemandangan ini, akupun duduk di depannya dan kukeluarkan penisku yang langsung juga kukocok-kocok mengimbangi Bu Sugito yang sedang asyik, Bu Sugito jadi kaget ketika melihat aku mengeluarkan penisku yang begitu panjangnya, gerakannya terhenti memandang penisku yang 18 cm itu. Ternyata dia berani juga menanyakan mengapa kok tidak penisku saja yang dimasukkan vaginanya agar benar-benar nikmat, aku mengatakan bahwa aku tidak boleh melakukan itu. Kuminta dia agar segera berusaha mencapai puncak kenikmatannya.

Rupanya Ibu Sugito tidak tahan melihat tanganku mengelus-elus penisku sendiri yang tegak lurus seperti tiang bendera itu. Ia mulai merintih makin lama makin keras dan akhirnya ia mengejang mencapai kepuasannya. Dasar hiperseks, ketika ia melepas penis karetnya, tangannya ikut-ikutan meremas penisku dengan lembut. Aku berkata kepadanya bahwa aku mau memasukkan penisku ke vaginanya asal aku tidak melakukan gerakan apapun. Ibu Sugito mengangguk dan akupun segera mengarahkan penisku ke antara selangkangan Bu Sugito yang sudah merentangkan kakinya lebar-lebar itu. Sekali tekan penisku masuk separuh dan ternyata aku tidak bisa menghabiskan seluruh penisku ke dalam liangnya. Aku benar-benar heran, karena dengan penis karet yang begitu besar dia sanggup menelannya sampai habis, tetapi kenapa penisku kok hanya masuk tiga perempatnya. Aku tidak peduli, sementara Ibu Sugito sibuk memutar-mutar pantatnya agar dia dapat mencapai orgasme lagi. Memang benar sekitar 5 menit dia merintih keras dan kurasakan cairan hangat membasahi ujung penisku. Tanganku segera meraih interkom dan kupanggil Mery agar masuk.

Ketika Mery memasuki ruanganku, Ibu Sugito jadi kaget dan berusaha menutupi tubuhnya, tetapi Mery tak peduli, dia langsung mendatangiku yang duduk di kursi. Aku minta Mery untuk mengambil tisue basah dan membersihkan penisku yang masih gagah itu dengan tisue. Mery dengan sigap mengeringkan cairan vagina Ibu Sugito yang ada di penisku sementara aku diam saja di atas kursi, ketika semuanya sudah kering dan bersih, Mery tanpa sungkan sempat mengulum ujung penisku serta meremasnya sebelum dia masuk lagi ke ruangannya. Aku langsung kembali ke tempat dudukku dan segera kuberikan penangkal tambahan untuk masalah Ibu Sugito ini, aku yakin bahwa dalam waktu 1 minggu suaminya akan kembali kepadanya, karena sebenarnya Ibu Sugito sangat pandai memuaskan suaminya hanya saja mungkin belakangan ini dia terlalu sering main sendiri sehingga dia jadi lengah.


Bersambung ke bagian 02


  • Beberapa cerita hanyalah fiksi ataupun karangan yang tidak pernah terjadi. Seandainya ada kemiripan nama pelaku dan lokasi dalam cerita, itu hanyalah kebetulan belaka.

  • Kami adalah penganut paham "liberalisme", "free speech" dan "open source" secara total, karena itu kami membebaskan siapapun untuk meng-copy apapun materi yang ada dalam situs kami. Dan demi kepuasan visitor, sebaliknya kami juga akan melakukan "benchmarking", yaitu mengambil materi dari berbagai sumber untuk kami perbaiki mutunya dan ditampilkan dalam situs kami.

  • Sebaliknya kami juga tetap akan menghormati hak cipta yang memang memiliki kekuatan hukum internasional secara sah (internationally registered and copyrighted) dan bukan sekedar karya pihak lain yang diklaim secara semena-mena dan subjektif sebagai hak cipta eksklusif.



Menurut anda, seberapa bagus cerita diatas:

--- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

<<-Prev | Next->>

Suka kami? Beritahu rekan-rekan anda tentang kami donk, silakan klik di sini...



Fortified by 17Tahun
.com - Contact Us