*Do it !*


Ada teka teki anak anak seperti berikut ini *kalau Kita diberi uang 3000
rupiah lalu belanja di warung sebesar 700 rupiah, berapakah kembaliannya ?*.
Anak yang cerdas akan menjawab *300 rupiah, karena Kita tak perlu
menyerahkan 3 lembar ribuan untuk belanja 700 rupiah. Jawaban yang cerdas
bukan ?*.  Cukup cerdas bagi anak anak yang terbiasa melihat uang kertas
seribu-an rupiah.



Tapi bilamana Kita telusur lebih jauh Kita akan menemukan kenyataan bahwa
teka teki sederhana itu sebenarnya memiliki jawaban beragam. Bukahkan Kita
tahu uang 3000 rupiah bisa jadi terdiri dari 3 lembar uang kertas seribu-an,
atau 1 lembar uang kertas seribuan + satu lembar uang kertas 2 ribuan, atau
bisa jadi terdiri dari 30 keping uang logam 100 rupiah atau juga 15 keping
uang logam 200 rupiah ataupun kombinasi dari pecahan pecahan itu.



Dengan mengurai fakta sederhana itu kitapun mendapatkan kemungkinan beragam
untuk menjawb teka teki itu. Mungkin kembaliannya adalah 300 rupiah, bisa
jadi tidak Ada kembalian karena Kita membayar dengan 7 keping uang logam 100
rupiah, atau bisa jadi kembaliannya adalah 100 rupiah karena Kita
membayarnya dengan 4 keping uang logam 200 rupiah, atau bisa jadi
kembalian-nya adalah 3 biji permen karena is empunya warung tak punya uang
receh seperti tradisi saat belanja di mall ?. Atau jangan jangan Kita bahkan
sama sekali tak menggunakan uang 3000 itu untuk membayar karena ternyata is
emak kemaren belanja di warung yang sama Dan is empunya warung punya piutang
700 rupiah karena tak punya kembalian ?. Atau jangan jangan seluruh uang
3000 itu habis untuk membayar ke empunya warung karena kemaren is adek
belanja es krim disana Dan belum bayar ?



Ternyata Ada banyak kemungkinan ya !. Memang begitulah faktanya. Demikian
pula dengan kehidupan, manakala Kita merasa semuanya tak Ada lagi
kemungkinan padahal sebenarnya kemungkinan itu masih Ada, pada saat Kita
merasa sudah tak Ada lagi harapan, tapi sesungguhnya harapan selalu Ada.
Pada saat kesulitan mendera Kita merasa tak Ada lagi jalan keluar padahal
sesungguhnya dibalik segala kesulitan itu pasti Ada kemudahan, apabila Kita
mau terus berusaha, bersabar untuk mengurainya Dan tentu saja berserah diri
kepada yang maha kuasa setelah melaksanakan segala ikhtiar.



Pada ahirnya Kita akan tahu bahwa Kita tak akan pernah tahu berapa persisnya
kembalian yang akan Kita terima dari is empunya warung, sampai Kita benar
benar menerima uang-nya Dan benar benar membelanjakannya ke warung. Seperti
juga Kita tidak akan pernah tahu akankah Kita akan berhasil atau gagal atas
segala upaya Kita, sampai Kita benar benar mencobanya Dan melakukannya.



Kita tak kan pernah tahu akankah usaha pribadi yang akan Kita buka berhasil
atau tidak sampai Kita benar benar melakukannya, Kita tak kan pernah tahu
jawaban pasti dari bos besar atas sebuah rencana besar yang Kita ajukan
sampai Kita benar benar mengajukannya kepada beliau, Kita tak kan pernah
tahu apakah cinta Kita akan ditolak atau diterima sampai Kita  benar benar
mengutarakannya pada is dia, sebagaimana Kita juga tak kan pernah tahu
dengan pasti suasana diluar rumah atau diluar kantor apakah masih hujan
deras, tinggal rintik rintik atau bercuaca cerah, sampai Kita benar benar
bangun dari tempat duduk menuju ke pintu, membukanya Dan lalu setidaknya
melongokkan kepala keluar untuk melihat suasana.



Just do it.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

Kirim email ke