Doll, elu keren jg ya, mentasbihkan nama elu wlw msh sekelas nama sebuah gang xixixixixi
Wisma di Gang Dolly Surabaya Diobrak-abrik Minggu, 03 Januari 2010 *Pelaku Berambut Cepak, Penjaga Wisma Dipukuli* *Batampos Online - *Pagi yang senyap di lokalisasi Gang Dolly sontak berubah gaduh kem苔rin (2/1). Puluhan pria berambut cepak mengobrak-abrik beberapa wisma di kawasan merah tersebut. Mereka bertindak brutal dengan merusak apa saja dan memukuli penjaga wisma. Namun, pemilik wisma takut melapor. Sekitar pukul 04.00, sekitar 20 pria tiba-tiba muncul di Gang Dolly. Mereka terdengar berteriak-teriak. Lalu, teriakan itu diikuti suara kaca-kaca wisma yang hancur berkeping-keping. Sedikitnya enam wisma jadi sasaran amuk brutal pria-pria berambut cepak tersebut. Ada Wisma Madonna Indah, Morodadi, New Barbara, Monalisa, dan Wisma 29 A serta Wisma 29 B. Mereka benar-benar membabi buta. Beberapa penjaga wisma pun dibogem mentah. Menurut seorang pelayan wisma yang ditemui kemarin, saat beraksi, puluhan pria itu sebenarnya mengenakan penutup kepala. Ada yang pakai helm, krepus, atau /wig/. Mereka datang berombongan dengan motor. Ada yang berboncengan. Ada yang sendirian. "Tapi, setelah mengamuk, mereka membuka tutup kepala," kata seorang pelayan wisma kepada petugas. Pria yang menolak namanya dikorankan karena takut itu menambahkan, tubuh para penyerbu tersebut juga kelihatan kekar dan berotot. Bajunya tidak seragam. Mereka seperti tahu bahwa pada jam-jam itu, sekitar pukul 03.00-pukul 04.00, kawasan Gang Dolly memang sepi. Para pekerja seks komersial (PSK) dan pemilik wisma menghentikan aktivitas mereka. Gerombolan penyerang itu dengan cepat datang, beraksi, kemudian pergi begitu saja. Namun, kerusakan akibat ulah brutal mereka lumayan parah. "Kaca-kaca wisma pecah be訃antakan. Penjaga wisma juga kena pukul sam計ai /bengep/ (babak belur)," tambah penjaga wisma lain. Di antaranya, penjaga wisma bernama Munir, Slamet, dan Agung. Untunglah, para korban tidak sampai masuk rumah sakit. Seorang kasir wisma bernama Joko menambahkan, puluhan pria itu sangat kompak. Mereka masuk melalui pintu selatan Gang Dolly yang relatif lebih sepi. Sasaran pertama adalah Wisma 29 A. Wisma tersebut memiliki gerbang penutup. Posisinya sebelum pintu utama, tingginya sekitar dua meter. Saat massa mencoba masuk, gerbang langsung ditutup petugas wisma. Tetapi, mereka nekat. "Gerbangnya sudah tinggi, tapi bisa naik," jelas penjaga Wisma 29 A. Setelah kejadian itu, penghuni dan pemilik wisma tidak berani ke luar rumah. Hanya, pada siang, warga menemukan rotan yang tertinggal di dalam parit. Panjang rotan tersebut se虺itar satu meter. Seorang anggota Polsek Sa趴ahan menduga, rotan itu digunakan untuk merusak kaca dan memukul penjaga wisma. Mengapa sampai terjadi penyerangan? Sa衍ah seorang kasir wisma menduga, penyerangan tersebut terkait dengan kejadian pada malam pergantian tahun, yaitu Kamis malam. Waktu itu, ada perselisihan antara seorang pengunjung dan kasir. Pengunjung tersebut protes karena merasa pelayanan tidak memuas虺an. "Dia sempat tidak mau bayar," ujarnya. Setelah terjadi perselisihan, pengunjung itu memilih pulang. Namun, dia balik lagi dengan seorang pria berwajah sangar dan berbadan kekar. Keduanya baru membayar setelah dikeroyok makelar dan penjaga wisma. Mereka pun pulang malam itu. Tidak ada yang menduga bahwa peristiwa tersebut berbuntut perusakan kemarin. Petugas Polsek Sawahan kemarin memeriksa tempat kejadian perkara (TKP). Polisi melihat banyak kerusakan akibat ulah brutal gerombolan pria tersebut. Namun, hingga kemarin, tidak ada pemilik wisma yang be訃ani melapor. "Saya tahu pemilik pasti ma貞ih trauma," kata Kapolsek Sawahan AKP Sih Widodo. Dia menyayangkan sikap korban yang tidak mau lapor. *(wan/nur/roz/jpnn)* -- you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. to post emails, just send to : [email protected] to join this group, send blank email to : [email protected] to quit from this group, just send email to : [email protected] if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected] or add me in Yahoo Messenger at [email protected] thanks for joinning this group.
