"Edwin Irmanto" 






*The Power of Giving* 
  
Alkisah, 
  
Ada seorang anak berumur belasan tahun bernama Clark,yang pada suatu malam 
akan menonton sirkus bersama ayahnya. Ketika tiba di loket, Clark dan 
Ayahnya mengantri di belakang serombongan keluarga besar yang terdiri dari 
Bapak, Ibu dan 8 orang anaknya. 
  
Keluarga tadi terlihat bahagia malam itu dapat menonton sirkus. Dari 
pembicaraan yang terdengar oleh Clark dan Ayahnya, Clark tahu bahwa Bapak 
ke-8 anak tadi telah bekerja ekstra untuk dapat mengajak anak-anaknya 
menonton sirkus malam itu. Namun, ketika sampai di loket dan hendak 
membayar, wajah Bapak 8 anak tadi Nampak pucat pasi. Ternyata uang 40 
dollar yang telah dikumpulkannya dengan susah payah, tidak cukup untuk 
membayar tiket untuk 2 orang dewasa dan 8 anak yang total harganya 60 
dollar. 
  
Pasangan suami istri itu pun saling berbisik, bagaimana harus mengatakan 
kepada anak2 mereka bahwa malam itu mereka batal nonton sirkus karena 
uangnya kurang. 
Sementara anak2 nya tampak begitu gembira dan sudah tidak sabar untuk 
segera masuk ke sirkus. Tiba2 Ayah Clark menyapa Bapak 8 anak tadi dan 
berkata: 
"Maaf Pak, uang ini tadi jatuh dari saku Bapak", sambil menjulurkan 
lembaran 20 dollar dan mengedipkan sebelah matanya. 
  
Bapak 8 anak tadi takjub dengan apa yg dilakukan Ayah Clark. Dengan mata 
berkaca-kaca, ia menerima uang tadi dan mengucapkan terima kasih kepada 
Ayah Clark, dan menyatakan betapa 20 dollar tadi sangat berarti bagi 
keluarganya. Tiket seharga 60 dollar pun terbayar dan dengan riang gembira 
keluarga besar itupun pun segera masuk ke dalam sirkus. 
  
Setelah rombongan tadi masuk, Clark dan Ayahnya segera bergegas pulang. 
Ya, mereka batal nonton sirkus,karena uang Ayah Clark sudah diberikan 
kepada Bapak 8 anak tadi. Malam itu, Clark merasa sangat bahagia. Ia tidak 
dapat menyaksikan sirkus, tapi telah menyaksikan dua orang Ayah hebat. 
  
Cerita di atas mengingatkan saya akan kekuatan memberi. The Power of 
Giving. Lebih tepatnya lagi "Giving and Receiving". Karena memberi dan 
menerima, adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. 
  
Dari cerita di atas, ada dua kebahagiaan yang terjadi dalam aktifitas 
memberi. Yaitu kebahagiaan bagi yang menerima, dan sekaligus kebahagiaan 
yang diperoleh si pemberi. 
Bapak 8 anak yang "diselamatkan" oleh Ayahnya Clark, tentu pada saat itu 
akan merasa sangat bahagia. Tapi Ayah Clark sendiri juga merasakan 
kebahagiaan yang sangat luar-biasa. 
  
Kekuatan memberi (dan menerima) ini demikian dahsyat karena merupakan 
esensi dari alam semesta itu sendiri. 
Tidak berlebihan apabila Deepak Chopra dalam 7 Spiritual Law of Success 
mencantumkan "Law of Giving" sebagai hukum kedua untuk sukses. Alam 
semesta berjalan menurut sirkulasi memberi dan menerima. Coba kita 
perhatikan.. 
Dalam seluruh fenomena alam, berjalan hukum memberi dan menerima. Manusia 
menghirup oksigen, dan menghembuskan karbon-dioksida, sementara tanaman 
menggunakan karbon-dioksida dalam proses fotosintesa dan membebaskan 
oksigen. 
  
Proses memberi dan menerima, membuat segala sesuatu di alam semesta ini 
berjalan, mengalir. Orang-orang jaman dahulu rupanya sangat memahami hal 
ini. Misalnya uang, alat tukar, dalam bahasa Inggris disebut currency, 
yang akar 
katanya adalah bahasa latin currere yang artinya mengalir. 
  
Pertanyaan yang paling sering muncul adalah : 
  
Apakah yang harus saya berikan? 
Jawabannya sama dengan pertanyaan : 
Apa yang Anda ingin dapatkan? 
  
  
Jika Anda ingin mendapatkan kasih-sayang, berikan kasih sayang. 
Jika Anda ingin pengetahuan, sebarkanlah pengetahuan. 
Jika Anda ingin uang, maka berikanlah uang. 
Ya, ini sesuai dengan prinsip memberi dan menerima di atas, apa yang 
mengalir keluar dari Anda, adalah apa yang akan mengalir kembali kepada 
Anda. 
Alam semesta mengikuti hukum ini. 
Bahkan yang mengalir kembali kepada Anda, selalu lebih besar dari yang 
mengalir keluar dari Anda, karena semesta jauh lebih besar dari Anda! 
Jadi jika Anda ingin banyak uang, berikan uang. 
Ada yang bertanya, lalu bagaimana jika uang Anda belum banyak? Wah, kalau 
begitu Anda perlu memberi lebih banyak lagi :) 
  
Seandainya giving belum menjadi habit, sebetulnya ada beberapa tips yg 
bisa Anda terapkan. 
Insya Allah jika dilaksanakan secara rutin, akan memperkuat syaraf giving 
Anda: 
  
1. Hadiah. 
Kemanapun Anda pergi untuk bertemu dengan seseorang, usahakan membawakan 
suatu hadiah, apapun bentuk hadiah tadi. Hal ini sebenarnya sudah 
diajarkan oleh orang tua kita jaman dahulu, namun sering kita lupakan. 
Perhatikan saja, 
orang tua kita dahulu setiap berkunjung ke rumah teman atau saudara selalu 
membawa oleh-oleh. Anda juga bisa memulai kebiasaan ini. Mungkin sekedar 
membawa sebungkus coklat, bunga atau doa. Ya, kalaupun terpaksa tangan 
Anda kosong, berikan doa ketika Anda bertemu dengan seseorang. 
  
2. Bersyukur. 
Syukuri setiap pemberian yang Anda terima hari ini. 
Lho, bagaimana jika hari ini saya tidak menerima pemberian apa-apa? Salah, 
Anda pasti menerima sesuatu dari alam semesta. Mulai dari udara pagi yang 
cerah, sinar matahari yang hangat, sapaan tetangga yang ramah, bahkan 
teguran dari orang tidak dikenal, bertemu teman lama yang Anda rindukan, 
dan masih banyak lagi. Ya tentu lebih konkret lagi apabila tiba-tiba hari 
ini ada yang memberikan handphone atau iPod baru kepada Anda. Jelas Anda 
harus syukuri apa yang Anda terima. 
  
3. Cinta. 
Berkomitmenlah untuk selalu berbagi apa yang Anda sebetulnya bisa berikan 
setiap saat : Cinta. Mungkin Anda langsung tertawa. Ah, kalau cuma cinta 
saya sudah berikan setiap saat untuk keluarga saya. Mungkin Anda benar. 
Yang harus Anda ingat adalah seperti kata Stephen Covey, Cinta adalah kata 
kerja, bukan kata benda. Artinya, harus di praktekkan. Ya, kalau Anda 
sudah memiliki cinta untuk orang-orang terdekat Anda, praktek-kan. Berapa 
kali Anda dalam sehari memeluk dan mengusap kepala anak Anda? 
Berapa kali Anda dalam sehari mengucapkan bahwa Anda sayang suami/istri 
Anda? 
  
4. Tawa. 
Ini bukan hal sepele. Tertawa adalah ekspresi kebahagiaan. 
Bantulah orang-orang di sekitar Anda mengekspresikan rasa bahagia melalui 
tertawa. Berapa kali dalam sehari Anda tertawa? Tahukan Anda bahwa seorang 
anak tertawa rata2 150 kali dalam sehari, dan orang dewasa hanya 15 kali 
dalam sehari. Bergembiralah, bagikan tawa di rumah Anda, jika tidak nanti 
anak Anda lebih menyukai Mas Tukul daripada Anda. 
  
5. Pengetahuan. 
Anda pasti tahu sesuatu lebih baik dari seseorang. 
Mungkin Anda jago mengurus ikan Arwana, bagikan. 
Anda pintar dalam mengurus tanaman Aglonema? Bagikan. 
Anda pintar memasak, tulis resep dan bagikan. 
Bagikan pengetahuan Anda, karena pengetahuan adalah gift dari Yang Maha 
Kuasa. 
  
  
DO THE BEST !!!! 
  

  ________________________________   
IMPORTANT NOTICE
This e-mail transmission (including attachment hereto, if any) is intended 
for the use of the named addressee or authorized recipient(s). It may 
contains confidential and/ or legally privileged information otherwise 
protected by law from disclosure belong to PT. Krama Yudha Tiga Berlian 
Motors ("KTB"), therefore the authorized recipients shall protect this 
confidential information with subject to provisions of KTB's policy.
In case any content of this e-mail message does not relate to the official 
business of KTB, it should be deemed and understood as neither given nor 
endorsed by KTB.
If you are not the intended recipient(s), you are hereby notified that any 
dissemination, distribution or copying of this e-mail message is strictly 
prohibited, so please immediately notify the sender and/or delete this 
e-mail message (including attachment hereto, if any) from your computer 
appropriately. Thank you. 
******************************************************
Notice: The information contained in this message is intended only for use 
of the individual(s) named above and may contain confidential, proprietary 
or legally privileged information. No confidentiality or privilege is 
waived or lost by any mistransmission. If you are not the intended 
recipient of this message you are hereby notified that you must not 
use,disseminate, copy it in any form or take any action in reliance of it. 
If you have received this message in error please delete it and any copies 
of it and notify the sender immediately.
*******************************************************
-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

Kirim email ke