Teganya.teganya.teganya............

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Bobby
Sent: Tuesday, January 26, 2010 1:55 PM
To: [email protected]
Subject: RE: ~ aga ~ Jangan benci aku mama

 

Sunggu Terlaluuu luuu luuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu!!!

 

Regards and Thanks,

Bobby

Puchasing Dept.

PT. Amtek Engineering Batam

Phone   : +62 778 464698  (Ext.247)

Fax     :+62 778 464697 , 464706

Email :  <mailto:[email protected]> [email protected] 

This e-mail and any attachment(s) is intended solely for the person(s) or
the entity to whom it is addressed and is confidential and may also be
privileged. If you receive this e-mail by mistake, please notify the sender
immediately and you should not copy nor disclose its contents to any other
person. All the contents of this message together with attachments are
subjected to copyright. 

The sender does not guarantee and is not liable for the security of any
electronically transmitted information or for the proper and complete
transmission of the information contained in this communication, or for any
delay in its receipt. There is no warranty that this message is error or
virus free and has not been tempered with. Amtek and its subsidiaries have
no responsibility for unauthorised access and/or alteration to this
communication, nor for any consequence based on or arising from your use of
information that may have been accessed or altered by any persons other than
the sender. It may be a private communication, and if so, does not represent
the view of the company.

 

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Najib
Sent: Tuesday, January 26, 2010 1:39 PM
To: [email protected]
Subject: ~ aga ~ Jangan benci aku mama

 

 

sorry kalo repost


 

 

Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki, 
wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku, 
memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini 
memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain 
saja untuk dijadikan budak atau pelayan. 
Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya 
membesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun 
melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya 
menamainya Angelica. 
Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga Sam. Seringkali kami 
mengajaknya pergi ke taman hiburan dan membelikannya pakaian anak-anak 
yang indah-indah. 
Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa 
stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu 
melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu 
menuruti perkataan saya. Saat usia Angelica 2 tahun Sam meninggal 
dunia. Eric sudah berumur 
4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang 
yang semakin menumpuk. Akhirnya saya mengambil tindakan yang akan 
membuat saya menyesal seumur hidup. Saya pergi meninggalkan kampung 
kelahiran saya beserta Angelica. Eric yang sedang tertidur lelap saya 
tinggalkan begitu saja. Kemudian saya tinggal di sebuah gubuk setelah 
rumah kami laku terjual untuk membayar hutang. Setahun, 2 tahun, 5 
tahun, 10 tahun.. telah berlalu sejak kejadian itu. 
Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Usia 
Pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat 
buruk saya yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah 
sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang. Angelica telah 
berumur 
12 tahun dan kami menyekolahkan dia di asrama putri sekolah perawatan. 
Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi yang 
mengingatnya. 
Sampai suatu malam. Malam di mana saya bermimpi tentang seorang anak. 
Wajahnya agak tampan namun tampak pucat sekali. Ia melihat ke arah 
saya. 
Sambil tersenyum ia berkata, "Tante, Tante kenal mama saya? Saya lindu 
cekali pada Mommy!" 
Setelah berkata demikian ia mulai beranjak pergi, namun saya 
menahannya, "Tunggu..., sepertinya saya mengenalmu. Siapa namamu anak 
manis?" 
"Nama saya Elic, Tante." 
"Eric? Eric... Ya Tuhan! Kau benar-benar Eric?" 
Saya langsung tersentak dan bangun. Rasa bersalah, sesal dan berbagai 
perasaan aneh lainnya menerpa diri saya saat itu juga. Tiba-tiba 
terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti sebuah film 
yang diputar dikepala saya. Baru sekarang saya menyadari betapa 
jahatnya perbuatan saya dulu.Rasanya seperti mau mati saja saat itu. 
Ya, saya harus mati..., mati..., mati... Ketika tinggal seinchi jarak 
pisau yang akan saya goreskan ke pergelangan tangan, tiba-tiba 
bayangan Eric melintas kembali di pikiran saya. Ya Eric, Mommy akan 
menjemputmu Eric... 
Sore itu saya memarkir mobil biru saya di samping sebuah gubuk, dan 
Brad dengan pandangan heran menatap saya dari samping. "Mary, apa yang 
sebenarnya terjadi?" 
"Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal 
yang telah saya lakukan dulu." tTpi aku menceritakannya juga dengan 
terisak-isak. .. 
Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia telah memberikan suami 
yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangis saya reda, saya 
keluar dari mobil diikuti oleh Brad dari belakang. Mata saya menatap 
lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari hadapan saya. Saya 
mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya tinggali beberapa bulan 
lamanya dan Eric.. 
Eric... 
Saya meninggalkan Eric di sana 10 tahun yang lalu. Dengan perasaan 
sedih saya berlari menghampiri gubuk tersebut dan membuka pintu yang 
terbuat dari bambu itu. Gelap sekali... Tidak terlihat sesuatu apa 
pun! Perlahan mata saya mulai terbiasa dengan kegelapan dalam ruangan 
kecil itu. 
Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya ada 
sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Saya mengambil seraya 
mengamatinya dengan seksama... Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali 
potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan 
Eric sehari-harinya. .. 
Beberapa saat kemudian, dengan perasaan yang sulit dilukiskan, saya 
pun keluar dari ruangan itu... Air mata saya mengalir dengan deras. 
Saat itu saya hanya diam saja. Sesaat kemudian saya dan Brad mulai 
menaiki mobil untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun, saya melihat 
seseorang di belakang mobil kami. Saya sempat kaget sebab suasana saat 
itu gelap sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian 
kotor. 
Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali saya tersentak kaget manakala 
ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau. 
"Heii...! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!" 
Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, "Ibu, apa ibu kenal 
dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?" 
Ia menjawab, "Kalau kamu ibunya, kamu sungguh perempuan terkutuk! 
Tahukah kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, 
Eric terus menunggu ibunya dan memanggil, 'Mommy..., mommy!' Karena 
tidak tega, saya terkadang memberinya makan dan mengajaknya tinggal 
Bersama saya. Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai 
pemulung sampah, namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti 
itu! Tiga bulan yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini. Ia 
belajar menulis setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis 
ini untukmu..." 
Saya pun membaca tulisan di kertas itu... 
"Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi...? Mommy marah sama 
Eric, ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanji 
kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom..." 
Saya menjerit histeris membaca surat itu. "Bu, tolong katakan... 
katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan meyayanginya sekarang! 
Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!" 
Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras. 
"Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric 
telah meninggal dunia.. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya 
sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan 
di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut 
apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya 
ada di dalam sana ... Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari 
belakang gubuk ini... Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang 
lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya di sana . 
Saya kemudian pingsan dan tidak ingat apa-apa lagi. 

(kisah nyata di irlandia utara) 

 

 

 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.


-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

Kirim email ke