<http://ceritakasih.blogspot.com/>

* *Kategori: Renungan

*kisah Penjual Tempe***

Adalah seorang ibu setengah baya yang sehari-harinya berjualan tempe buatan
sendiri di desanya. Suatu hari, seperti biasanya, pada saat ia akan pergi ke
pasar untuk menjual tempenya, ternyata pagi itu, tempe yang terbuat dari
kacang kedele masih belum jadi tempe alias masih setengah jadi.

Ibu ini sangat sedih hatinya, sebab jika tempe tersebut tidak jadi berarti
ia tidak akan mendapatkan uang karena tempe yang belum jadi tentunya tidak
laku dijual. Padahal mata pencaharian si ibu satu-satunya hanyalah dari
menjual tempe saja agar ia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Dalam suasana hatinya yang sedih, si ibu yang memang aktif beribadah
teringat akan Tuhan yang menyatakan bahwa Tuhan dapat melakukan
perkara-perkara ajaib, bahwa bagi Tuhan tiada yang mustahil.

Lalu ia pun menumpangkan tangannya di atas tumpukan beberapa batangan kedele
yang masih dibungkus dengan daun pisang tersebut."Tuhan, aku mohon kepadaMu
agar kedele ini menjadi tempe.

"Amin". Demikian doa singkat si Ibu yang dipanjatkannya dengan sepenuh hati.
Ia yakin dan percaya pasti Tuhan menjawab doanya.

Lalu, dengan tenang ia menekan-nekan bungkusan bakal tempe tersebut dengan
ujung jarinya.D engan hati yang deg-deg-an, Ia mulai membuka sedikit
bungkusannya untuk melihat mukjijat kedele jadi tempe terjadi.

Namun apa yang terjadi? Dengan kaget dia mendapati bahwa kedele tersebut
masih tetap kedele!Si Ibu tidak kecewa .

Ia berpikir bahwa mungkin doanya kurang jelas didengar Tuhan. Lalu kembali
ia menumpangkan tangan di atas batangan kedele tersebut.

"Tuhan, aku tahu bahwa bagiMu tiada yang mustahil. Tolonglah aku supaya hari
ini aku bisa berdagang tempe karena itulah mata pencaharianku. Aku mohon
jadilah ini menjadi tempe.

"Amin."Dengan Iman, Iapun kembali membuka sedikit bungkusan tersebut. Lalu
apa yang terjadi? Dengan kaget ia melihat bahwa kacang kedele
tersebut???......... ........masih tetap begitu !

Sementara hari semakin siang dimana pasar tentuny aakan semakin ramai.Si ibu
dengan tidak merasa kecewa atas doanya yang belum terkabul, merasa bahwa
bagaimanapun sebagai langkah iman ia akan tetap pergi ke pasar membawa
keranjang berisi barang dagangannya itu.

Ia berpikir mungkin mujijat Tuhan akan terjadi ditengah perjalanan ia pergi
ke pasar. Lalu ibu itu punbersiap-siap untuk berangkat ke pasar. Semua
keperluannya untuk berjualan tempe seperti biasanya sudah disiapkannya.

Sebelum beranjak dari rumahnya, ia sempatkan untuk menumpangkan tangan
sekali lagi.

"Tuhan, aku percaya Engkau akan mengabulkan doaku. Sementara aku berjalan
menuju pasar, Engkau akan mengadakan mukjijat buatku.

"Amin." Lalu ia punberangkat.

Di sepanjang perjalanan ia tidak henti-hentinya berdoa. Tidak lama kemudian
sampailah ia di pasar. Dan seperti biasanya ia mengambil tempat untuk
menggelar barang dagangannya.

Ia yakin bahwa tempenya sekarang pastisudah jadi. Lalu iapun membuka
keranjangnya dan pelan-pelan menekan-nekan dengan jarinya bungkusan tiap
bungkusan yang ada.

Perlahan ia membuka sedikitdaun pembungkusnya dan melihat isinya.Apa yang
terjadi? Ternyata saudara-saudara..... ......... ...tempenya benar
benar............ . ......... belum jadi !

Si Ibu menelan ludahnya. Ia tarik napas dalam-dalam. Ia mulai kecewapada
Tuhan karena doanya tidak dikabulkan.

Ia merasa Tuhan tidak adil. Tuhan tidak kasihan kepadanya. Ia hidup hanya
mengandalkan hasil menjual tempe saja.

Selanjutnya, ia hanya duduk saja tanpa menggelar dagangannya karena ia tahu
bahwa mana ada orang mau membeli tempe yang masih setengah jadi. Sementara
hari semakin siang dan pasar sudah mulaisepi dengan pembeli.

Ia melihat dagangan teman-temannya sesama penjual tempe yang tempenya sudah
hampir habis. Rata-rata tinggal sedikit lagi tersisa.

Si ibu tertunduk lesuh. Ia seperti tidak sanggup menghadapi kenyataan
hidupnya hari itu. Ia hanya bisa termenung dengan rasa kecewa yang dalam.
Yang ia tahu bahwa hari itu ia tidak akan mengantongi uangs epeserpun.

Tiba-tiba ia dikejutkan dengan sapaan seorang wanita."Bu?! Maaf ya, saya mau
tanya. Apakah ibu menjual tempe yang belum jadi? Soalnya dari tadi saya
sudah keliling pasar mencarinya."

Seketika si ibu tadi terperangah. Ia kaget. Sebelum ia menjawab sapaan
wanita di depannya itu, dalam hati cepat-cepat ia berdoa

"Tuhan? saat ini aku tidak butuh tempe lagi. Aku tidak butuh lagi. Biarlah
daganganku ini tetap seperti semula, Amin."Tapi kemudian, ia tidak berani
menjawab wanita itu.

Ia berpikir jangan-jangan selagi ia duduk-duduk termenung tadi, tempenya
sudah jadi. Jadi ia sendiri saat itu dalam posisi ragu-ragu untuk menjawab
ya kepada wanita itu.

"Bagaimana nih?" ia pikir. "Kalau aku katakan iya, jangan-jangan tempenya
sudah jadi. Siapa tahu tadi sudah terjadi mukjijat Tuhan?"

Ia kembali berdoa dalam hatinya, "Ya Tuhan, biarlah tempeku ini tidak usah
jadi tempe lagi. Sudah ada orang yang kelihatannya mau beli. Tuhan,
tolonglah aku kali ini.

Tuhan dengarkanlah doaku ini.." ujarnya berkali-kali.Lalu, sebelum ia
menjawab wanita itu, ia pun membuka sedikit daun penutupnya. Lalu ? apa yang
dilihatnyaSaudara-Saudara ???
Ternyata??ternyata? memang benar tempenya belum jadi!

Ia bersorak senang dalam hatinya. Singkat cerita wanita tersebut memborong
semua dagangan si Ibu itu.


Sebelum wanita itu pergi, ia penasaran kenapa ada orang yang mau beli tempe
yang belum jadi. Ia bertanya kepada si wanita. Dan wanita itu mengatakan
bahwa anaknya di Yogya mau tempe yang berasal dari desa itu. Berhubung
tempenya akan dikirim ke Yogya jadi ia harus membeli tempe yang belum jadi,
supaya agar setibanya di sana tempenya sudah jadi. Kalau tempe yang sudah
jadi yang dikirim maka setibanya di sana nanti tempe tersebut sudah tidak
bagus lagi dan rasanya sudah tidak enak.

Apa yang bisa kita simpulkan dari kesaksian sederhana?

*Pertama:* Kita sering memaksakan kehendak kita kepadaTuhan pada waktu kita
berdoa padahal sebenarnya Tuhan lebih mengetahui apa yang kita perlukan.

*Kedua :* Tuhan menolong kita dengan caraNya yang sama sekali di luar
perkiraan kita sebelumnya.

*Ketiga :* Tiada yang mustahil bagi Tuhan

*Keempat :* Percayalah bahwa Tuhan akan menjawab doakita sesuai dengan
rancanganNya.

.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

<<image001.gif>>

Kirim email ke