Om, kalo ada tulisan yang seperti ini mau lagi donk di share..

Thanks ya. Insya Allah bermanfaat.

Regards,
Bona 

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]]
On Behalf Of Sunarko
Sent: 03 Februari 2010 10:07
To: [email protected]
Subject: ~ aga ~ Oase Iman: MENGENAL DIRI MELALUI SURAH




MENGENAL DIRI MELALUI SURAH

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh  

Dalam tulisan kali ini, saya mengajak kita semua merenung mengenai
hakikat diri masing-masing, tanpa bermain ayat dan tanpa harus bersusah
payah berpikir dengan semua dalil dan teori yang memusingkan kepala.
Saya mencoba memperkenalkan metode pengenalan diri melalui nama surah
(khususnya 5 surah pertama) dari al-Qur'an dengan semua kesederhanaan
kalimatnya. Semoga bermanfaat. 

Surah pertama dalam al-Qur'an adalah al-Fatihah, surah ini juga dikenal
sebagai surah pembuka, ummul Qur'an, surah 7 ayat berulang dan
sebagainya. Inilah inti dari al-Qur'an, tanpa surah ini maka sebuah
kitab tidak bisa disebut al-Qur'an, tanpa membaca surah ini pula maka
tidak syah sholat seorang muslim bahkan tanpa membaca surah ini pula
menurut perhitungan matematis Dr. Rasyad Khalifah (lihat :
www.submission.org/salat19.html) berarti seorang muslim sudah
menghilangkan kata sandi senilai 608, karena setiap huruf dalam
al-Fatihah memiliki nilai tersendiri. 

Setiap manusia, siapapun itu didalam sejarah hidupnya pasti melalui
surah al-Fatihah, artinya kita-kita ini pasti pernah memulai dari awal,
dari dasar. Apa awal dari manusia ? nutfahkah ? mungkin jawaban ini
benar, tetapi nutfah adalah pembentuk awal kemanusiaan dan bukan awal
dari manusia itu sendiri. Awal kehidupan manusia dimulai sejak ia
dilahirkan ibunya kedunia ini. Detik pertama dia menghirup udara maka
detik itupulalah sejarah manusia tersebut dimulai. 

Bahkan seorang 'Isa al-Masih yang proses kejadiannya tampak begitu
istimewa, tidak terkecuali untuk memulai hidupnya dari seorang bayi
merah. Sama seperti yang lain. (lihat rujukan Qs. Ali Imran 3 ayat 59) 

Dari surah ini kita diajar banyak hal, bahwa semua ayat baik yang
panjang maupun yang pendek didalam al-Qur'an akhirnya akan kembali pada
surah al-Fatihah, karena dalam surah inilah semua pujian dan doa serta
pentauhidan Tuhan terintegrasi menjadi satu. 

Begitupula manusia, dia hakekatnya adalah bayi, semua kedudukan sosial
serta harta benda yang ia miliki akan kembali pada kekerdilan dirinya
dimata sang Khaliq yang serba Maha. 

Sosok manusia tidak ubahnya bagaikan bulatan kecil bumi ditengah samudra
galaksi yang Maha Luas dan tak hingga (alpha dan omega). Kenapa manusia
masih banyak yang berlaku sombong atas semua yang dia miliki ? Dilihat
secara ultraviolet, manusia itu telanjang, tanpa pakaian, tanpa
kedudukan, tanpa apa-apa. Begitulah kira-kira cara Tuhan memandang kita
(lihat rujukan Surah al-A'raaf 7 ayat 26) 

Jikapun kita berkuasa, apakah iya kita berkuasa atas nafas kita ? atas
udara yang kita hisap ? apa iya kita berkuasa atas setan yang ada didiri
kita ? - Rasanya kok nggak ya. 

Bahkan satu contoh yang paling ringan bahwa kita tidak berkuasa untuk
menahan rasa kebelet untuk buang air. Maka nikmat Tuhan yang manakah
yang akan kita dustakan ? (lihat rujukan Surah an-Najm 53 ayat 55) 

Artinya, semua anggota tubuh kita ini bukanlah milik kita, apalagi harta
dan kedudukan. Kita ini bayi, kita ini al-Fatihah, seharusnya kita
menjadi ayat yang berfungsi sebagai pujian terhadap Allah, sebagai alat
pengabdian, penyebar petunjuk bagi orang lain kepada jalan yang lurus
sekaligus penolak pada nilai-nilai kebatilan, keterpurukan dan
kesesatan. 

Surah kedua adalah al-Baqarah, yang secara harfiah berarti Sapi Betina. 
Seorang bayi yang baru lahir, dia memerlukan asupan susu, entah itu
berupa ASI atau susu olahan. 

Jika sebagai penyambung al-Fatihah tertulis al-Baqarah, ini tidak serta
merta satu petunjuk bahwa seorang bayi harus minum susu sapi. 

Penyebutan sapi betina merujuk pada satu kebutuhan yang ada pada seorang
bayi, dia perlu kehangatan, dia perlu nutrisi awal, nutrisi satu-satunya
yang bisa ia cerna, karena tidak mungkin dia bisa mengkonsumsi coca cola
atau fanta, dia perlu susu, perlu hal yang putih, bersih dan sehat. 

Inilah gambaran kita, membutuhkan nilai-nilai yang lurus, yang bisa
memenuhi gizi kejiwaan sebagai satu-satunya sumber asupan yang bisa kita
terima agar bisa tumbuh menjadi kepribadian yang dewasa dan tangguh. 

Kita perlu nilai-nilai yang sehat dan benar untuk sampai pada satu
pemahaman tertentu, hati dan niat ini harus bersih dan akal kita harus
bisa berpikir realistis obyektif. Inilah makna ayat al-Qur'an :
hendaklah engkau berlaku adil, jangan karena kebencianmu pada sesuatu
hal membuatmu gelap mata, membuatmu menjadi subyektif. (Lihat rujukan
Surah al-Maidah 5 ayat 8). 

Surah al-Baqarah merupakan satu-satunya surah terpanjang didalam
al-Qur'an, ini merefleksikan bahwa manusia itu akan terus memerlukan
nilai-nilai yang bersih dan sehat tadi sepanjang masa, tidak ada
batasan, karenanya Nabi bersabda : menuntut ilmu itu wajib bagi seorang
muslim sampai ia mendatangi kuburnya sendiri. 

Selanjutnya surah al-Baqarah disambung dengan ali Imran dan an-Nisaa',
masing-masing mewakili kedua orang tua kita, yang satu laki-laki dan
yang lainnya wanita. Bahwa didalam hidup, kita tidak hanya membutuhkan
nilai tetapi juga memerlukan bantuan lingkungan disekitar kita, butuh
keberadaan sosok bapak dan ibu yang membuat kita menjadi aman, tentram
dan damai. Secara lebih luas, kita perlu melakukan interaksi dengan
semua komponen masyarakat (pria dan wanita pada ali Imron dan an-Nisaa'
menggambarkan adanya keragaman). 
Kita tidak bisa hidup sendiri, kita adalah makhluk sosial yang saling
berinteraksi antar sesama kita (lihat rujukan Surah al-Hujuraat 49 ayat
13). 

Orang yang hanya mau bergaul dengan sekelompok kaum tertentu saja,
bertaklid pada satu jemaah tertentu dan meninggalkan kaum atau jemaah
yang lainnya sama seperti seorang anak yang hanya memerlukan ibunya saja
atau bapaknya saja, dan jelas ini satu kepincangan. 

Bersikaplah yang wajar, bergaullah dengan semua komponen masyarakat
tanpa membedakan apakah mereka sama jemaahnya dengan kita, sama jalan
pemikirannya dengan kita atau sebaliknya. Apalagi jika ini menyangkut
hubungan sesama muslim, malah al-Qur'an berkata, satukan hubungan yang
retak antar sesama saudaramu seiman, jauhi prasangka yang jahat
kepadanya (lihat rujukan Surah al-Hujuraarat 49 ayat 12). 

Surah kelima, surah al-Maaidah yang berarti hidangan. 
Hidangan disini adalah suatu sajian makanan, seorang bayi dia memerlukan
asupan susu dan belaian kasih sayang kedua orang tuanya, seorang manusia
perlu belajar nilai-nilai kebenaran yang obyektif dan melakukan
silaturahhim terhadap sesamanya, dan dia perlu berbagi. 

Saat sudah menjelang dewasa usia, kita tidak lagi menjadi bayi,
kebutuhan gizi kita sudah lebih besar dari susu putih didalam botol.
Kita menuntut menu lain, kita mulai belajar memakan makanan yang lebih
keras, lebih kejal dan lebih berasa. 

Semakin kita banyak belajar dan berinteraksi maka kepribadian kita
seharusnya semakin meningkat, semakin menuntut lebih banyak dari
sebelumnya, semakin kita belajar semakin kita merasa ilmu ini teramat
sedikit, semua kekayaan pemikiran, khasanah pengetahuan harus bertambah
demikian juga dengan ketakwaan maupun kesederhanaan jiwa. 

Inilah inti dari sabda Nabi : Sesungguhnya siapa yang hari ini lebih
baik dari hari kemarin maka dia orang yang beruntung, tetapi orang yang
hari ini lebih buruk dari sebelumnya maka dia termasuk orang yang merugi
(lihat rujukan Surah al-Ashar 103 ayat 1 s/d 3). 

Masihkah kita belum mengnal siapa diri kita sejauh ini ? 
Haruskah pembahasan ini dilanjutkan pada surah-surah lainnya ? 
Untuk sementara ini, biarlah tulisan ini berhenti sampai disini agar
dapat direnungkan dan mencari kedalam inti diri ... 
siapa aku ? 

Wassalam,

CONFIDENTIALITY CAUTION: This message is intended only for the use of
the individual or entity to whom it is addressed and contains
information that is privileged and confidential. If you, the reader of
this message, are not the intended recipient, you should not
disseminate, distribute or copy this communication. If you have received
this communication in error, please notify us immediately by return
email and delete the original message. 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

Kirim email ke