Selasa, 09/02/2010 17:03 WIB
Orang Miskin yang Merokok akan Dicabut Jaminan Kesehatannya
Hery Winarno - detikHealth
Ilustrasi (Foto: spiritualendeavor)Jakarta, Keluarga miskin di Jakarta yang
anggota keluarganya ada yang merokok maka seluruh keluarga tersebut dipastikan
akan dicabut kartu jaminan kesehatannya.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta sedang menggodok rencana tersebut yang nantinya
akan melibatkan beberapa instansi terkait.
Keluarga miskin yang salah satu anggota keluarganya merokok terancam tidak
mendapatkan Jaminan Pemeliharaan Keluarga Miskin (JPK Gakin).
"Kita akan gunakan survei, tapi teknisnya nanti seperti apa masih kita bahas.
Kita terus melakukan pendalaman untuk hal ini," ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI
Dien Emmawati saat dihubungi detikcom, Selasa (9/2/2010).
Dinkes serius untuk mengkaji rencana pencabutan jaminan kesehatan itu. "Rencana
itu terus kita bahas di Dinas saya, juga melibatkan lintas dinas dan pihak
terkait. Kita serius dalam hal ini," tegasnya.
"Karena kalau misalnya bapaknya merokok, istri dan anaknya juga pasti menjadi
perokok pasif. Itu lebih berbahaya, mubazirkan kita beri tunjangan kesehatan,"
tandas Dien.
Dari data yang dimiliki Dinas Kesehatan Provinsi DKI, keluarga miskin lebih
besar menghabiskan uang untuk membeli rokok daripada membeli makanan
sehari-hari.
"Data yang kita dapat, uang makan mereka cuma 19 persen, tapi uang rokok bisa
lebih dari 20 persen," ujar Dien.
Sebelumnya, Komnas Pengendalian Tembakau mencatat konsumsi rokok keluarga
miskin menyumbang 32.400 kematian balita per tahun di Indonesia. Belanja rokok
pada keluarga miskin di tahun 2006 setara dengan 15 kali biaya pendidikan dan 9
kali biaya kesehatan.
Yang lebih memprihatinkan keluarga miskin cenderung lebih suka mengeluarkan
uangnya untuk membeli rokok dibanding belanja kebutuhan protein atau untuk
pendidikan.
Kebiasaan merokok pada orang tua, bisa berdampak buruk pada gizi balita
sehingga meningkatkan risiko gizi kurang dan gizi subur (overweight) yang
nantinya berkontribusi pada peningkatan kematian bayi dan balita. Hal ini
disebabkan dari zat-zat kimia yang terkandung didalam rokok.
Pada ibu hamil memiliki risiko dua kali lebih besar untuk melahirkan dengan
berat badan bayi yang rendah dan kemungkinan menyebabkan gangguan pertumbuhan
fisik, intelektual, aborsi spontan, insiden plasenta bahkan bisa menyebabkan
kematian pada bayi.
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.