Thank's to"Edwin Irmanto" 






JANGAN SIA-SIAKAN SHALAT ANDA 
 
Shalat merupakan amalan yang sangat penting dan salah satu rukun Islam 
yang agung. Oleh karena itu selayaknya setiap muslim memberikan perhatian 
yang besar terhadap urusan shalat. Shalat yang dilakukan dengan ikhlash 
dan memenuhi syarat dan rukunnya insya-Allah akan diterima di sisi Allah 
subhanahu wata’ala. Namun ada juga shalat yang tidak diterima di sisi 
Allah meskipun syah, dan ada pula yang batil (tidak syah) dan tentunya 
Allah subhanahu wata’ala pun tidak akan menerima shalat tersebut.

Berikut ini beberapa kiat untuk menjaga agar shalat kita diterima di sisi 
Allah subhanahu wata’ala, berpahala, dan tidak sia-sia. Semoga 
bermanfaat!!

1. Jangan Datangi Tukang Ramal

Orang yang mendatangi tukang ramal/juru tebak, maka shalatnya tidak 
diterima selama empat puluh hari, walaupun shalat yang dia kerjakan adalah 
syah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
"Barangsiapa yang medatangi tukang ramal ('arraf) lalu menanyakan 
kepada-nya tentang sesuatu (berkonsultasi), maka tidak diterima shalatnya 
selama empat puluh hari." (HR. Muslim)

2. Hindari Parfum bagi Wanita yang Ingin Shalat di Masjid

Pada dasarnya wanita tidak dilarang shalat di masjid, namun shalat di 
dalam rumahnya adalah lebih utama. Andaikan seorang wanita ingin shalat di 
masjid, maka hendaknya dia memperhatikan ketentuan-ketentuan syara'. Di 
antara yang terpenting adalah tidak memakai parfum, karena Nabi 
shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda,
"Wanita mana saja yang memakai wewangian untuk pergi ke masjid, maka tidak 
diterima shalatnya sebelum dia mandi sebagaimana ia mandi dari janabah." 
(HR. Ahmad, Abu Dawud, dishahihkan Al-Albani)

3. Laksanakan Shalat dengan Berjama’ah

Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,
"Barang siapa yang mendengar adzan lalu dia tidak memenuhinya, maka tidak 
ada shalat baginya kecuali karena ada udzur." (HR. Abu Dawud dan Ibnu 
Majah, dishahihkan oleh al-Albani)

Hal ini juga menunjukkan bahwa shalat berjama'ah hukumnya wajib bagi 
laki-laki yang tidak mempunyai udzur.

4. Jauhi Khamer (Miras)

Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,
"Barangsiapa meminum khamer, maka tidak diterima shalatnya selama empat 
puluh hari. Jika dia bertaubat, maka Allah akan menerima taubatnya." (HR 
Ahmad dan At-Tirmidzi)

5. Jangan Bermusuhan Secara Tidak Haq

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
"Ada tiga golongan yang Allah tidak menerima shalat mereka," (di 
antaranya).... dua orang yang saling bermusuhan." (HR. Ibnu Hibban dan 
Ibnu Majah)

Yang dimaksud dengan bermusuh-an di sini adalah tidak bertegur sapa 
melebihi tiga hari dengan alasan yang tidak dibenarkan menurut agama.

6. Jangan Durhaka kepada Orang Tua dan Memutus Tali Silatur Rahim

Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,
"Allah tidak menerima amalan orang yang memutus tali silaturrahim." (HR. 
Ahmad)

Orang yang melakukan perbuatan di atas mendapatkan ancaman berupa 
shalatnya tidak diterima oleh Allah subhanahu wata’ala, atau tidak 
berpahala, tetapi dari segi hukum shalatnya syah. Dan mereka tetap wajib 
melaksanakan shalat. Hal ini sebagai hukuman atau sanksi atas kesalahan 
yang dia lakukan.

Teks-teks dalil syar'i menunjukkan bahwa orang yang melakukan kesalahan 
tersebut di atas, maka shalatnya tidak diterima. Dengan tetap melaksanakan 
shalat, berarti kewajibannya telah gugur sehingga tidak terkena dosa 
meninggalkan shalat.

Untuk menjaga shalat agar syah dan tidak batil (sia-sia), berikut ini 
ditunjukkan kiat yang hendaknya kita perhatikan:

1. Shalatlah dalam Keadaan Suci

Orang yang dalam keadaan memiliki hadats, baik hadats besar maupun kecil, 
maka tidak syah bila mengerjakan shalat.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
"Allah tidak menerima shalat salah seorang di antara kalian, jika ia 
berhadats, sampai ia berwudhu." (Muttafaqun 'alaih). Dan juga sabda beliau 
yang lainnya, "Tidak akan diterima shalat tanpa bersuci." (HR. Muslim)

2. Jauhi Sikap Riya'

Hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam 
menjelaskan bahwa amal seseorang itu tergantung niatnya. Kalau orang 
melaksanakan shalat karena Allah, maka shalatnya akan diterima, sedangkan 
jika shalatnya bukan karena Allah, maka Allah subhanahu wata’ala tidak 
membutuhkannya. Dalam sebuah hadits Qudsi Allah subhanahu wata’ala 
berfirman,
"Aku tidak butuh terhadap sekutu-sekutu, barangsiapa yang melakukan suatu 
amalan, yang di dalam amalan tersebut menyekutukan Aku dengan selain-Ku, 
maka Aku tinggalkan dia dan sekutunya." (HR. Muslim)

3. Jangan Bersikap Munafik

Orang munafik adalah orang yang mengaku Islam, namun dalam hatinya 
menyembunyikan kekufuran dan kebencian terhadap Islam. Dia tidak senang 
jika syariat Islam ditegakkan, dia membenci sunnah-sunnah yang diajarkan 
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, mengejek dan memusuhi Islam, atau 
mengatakan bahwa Islam itu hanya di masjid saja, sedang di luar masjid 
tidak perlu Islam lagi.

Maka orang seperti ini tidak akan diterima shalatnya sebelum ia bertobat. 
Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya:
Katakanlah, "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu 
berolok-olok?". Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah 
beriman." (QS. At-Taubah:65-66)
"Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka 
menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian 
mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu 
berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya." (QS. An-Nisa': 65)

4. Hindari Shalat di Masjid yang Ada Kuburannya

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
"Bumi keseluruhannya adalah masjid kecuali jamban dan kuburan." (HR. Abu 
Dawud, dishahihkn oleh Al-Albani).

Beliau juga telah bersabda,
"Janganlah kalian shalat menghadap ke kubur dan jangan duduk di atasnya." 
(HR. Muslim)
"Semoga laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yahudi dan nashrani 
yang telah menjadikan kubur para nabi mereka sebagai masjid-masjid." 
Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, "Rasulullah memperingatkan kita dari 
apa yang telah mereka lakukan." (Muttafaqun 'alaih)

Juga sabda beliau,
"Ketahuilah bahwa orang-orang sebelum kalian telah menjadikan kuburan para 
nabi mereka dan kuburan orang-orang shaleh mereka sebagai masjid-masjid. 
Ingatlan, jangan kalian menjadikan kubur-kubur sebagai masjid, karena 
sesungguhnya aku melarang yang demikian itu." (HR. Muslim)

Sebagian ulama berpendapat bahwa shalat di masjid yang ada kuburannya 
tidak syah, jika dengan niat ingin bertabarruk dengan ahli kubur. 
Sedangkan jika hanya sekedar shalat, maka shalatnya itu tetap syah, namun 
pelakunya terjerumus ke dalam perbuatan yang dibenci (makruh).

5. Jangan Sekali-kali Melakukan Kemusyrikan.

Orang musyrik adalah orang yang memalingkan ibadah kepada selain Allah 
subhanahu wata’ala, seperti orang yang ber-taqarrub atau beribadah kepada 
orang yang telah mati dengan keyakinan bahwa orang yang telah mati ini 
dapat memberikan manfaat atau menghilang-kan madharat.

Ataupun orang yang menyembelih binatang karena selain Allah, sujud kepada 
mereka, berdo’a kepada mereka agar memenuhi hajat dan kebutuhan hidup. 
Meminta mereka agar memberikan barakah kepada diri, harta dan 
anak-anaknya. Begitu pula orang yang berkeyakinan bahwa ada makhluk yang 
mengetahui perkara ghaib dan memberikan manfaat selain Allah subhanahu 
wata’ala serta berkeyakinan bahwa dia dapat mengatur kehidupan ini.

Orang-orang seperti ini meskipun mengerjakan shalat, tetapi shalatnya 
tidak diterima oleh Allah subhanahu wata’ala karena dia telah melakukan 
kesyirikan yang menyebabkan amal menjadi hilang lenyap.

Allah subhanahu wata’ala befirman, artinya:
"Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) 
sebelummu, "Jika kamu mempersekutu-kan (Allah), niscaya akan hapus amalmu 
dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi." (QS. Az-Zumar: 65)

Sumber: Shalatul Muslim, Fahd bin Sholih Al-Shuwailih. (Khalif Muttaqin) 
 
 

Akses email lebih cepat. 
Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru 
yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis)

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

Kirim email ke