aya aya wae..

==

Maling Lemah Syahwat Ngaku Polisi
Oleh Redaksi
Jumaat, 12 Februari 2010 09:28
BATAM, METRO: Sepi yang menyelimuti Perumahan Purna Yuda, Batubesar, Nongsa, Rabu (11/2) sore, menerbitkan ide di kepala Dofan. Pria berusia 32 tahun berasal dari Medan, suasana tanpa orang itulah yang mendorongnya melakukan pencurian. Mengaku-ngaku sebagai anggota polisi, Dofan berusaha masuk ke rumah Dani Sujiantoko, salah satu warga. Beruntung aksi pria bertubuh kekar ini berhasil digagalkan. “Saya baru mematahkan gembok pintunya saja, belum sempat masuk ke dalam rumahnya,” jelasnya ketika ditemui di kantor Polsek Nongsa, kemarin. Dofan mengaku, awalnya dia tidak mempunyai niat sama sekali untuk mencuri. Hatinya tergerak mencuri untuk mendapatkan uang dengan cepat agar bisa mengobati penyakit lemah syahwat dan mani encer yang ia derita. Menurutnya, Rabu siang itu ia baru saja mengantarkan adiknya yang hendak berangkat ke Pulau Bintan melalui Pelabuhan Punggur. “Saya ke pelabuhan meminjam taksi milik teman,” katanya. Setelah menyelesaikan tugasnya dan mendapatkan bayaran dari adiknya sebesar Rp60 ribu, pria yang sudah delapan tahun hidup di Kota Batam itu, memilih untuk berkeliling dengan maksud mencari penumpang lain. “Saya awalnya cuma ingin mencari penumpang, karena teman saya meminta bayaran kepada saya sebesar Rp60 ribu hingga Rp80 ribu setiap kali saya meminjam taksinya,” paparnya. Tetapi niat untuk mencuri timbul ketika dirinya melihat keadaan yang sepi di salah satu rumah milik seorang warga di Purna Yuda. “Saat saya lihat suasana seperti itu, langsung terbesit niat untuk melakukan pencurian. Selain itu saya mendengar ada bisikan yang menyuruh saya untuk mencuri di rumah tersebut,” jelasnya. Tanpa berpikir panjang, pria yang menetap di rumah liar Kampung Nanas, Batam Center tersebut langsung memakirkan mobil Toyota Corolla pinjamannya didepan rumah yang menjadi targetnya. “Saat keadaan sepi, saya langsung turun dari mobil dan masuk ke pekarangan rumahnya,” tuturnya sambil memeganggi matanya yang bengkak akibat pukulan warga dan pemilik rumah. Dengan menggunakan tang potong yang selalu dibawanya, gembok yang tercantol di pintu dapat dibuka walaupun dengan waktu yang cukup lama. “Saya baru pertama sekali melakukan ini, makanya waktu membukan gembok agak lama. Kira-kira ada 15 menit, baru gemboknya bisa saya patahkan,” ucapnya. Tetapi keberuntungan belum memihak kepada pria yang telah menikah selama tiga tahun tersebut. “Baru berhasil mematahkan gembok, tiba-tiba pemilik rumah datang dan memarahi saya. Kemudian mereka langsung meneriaki saya maling,” katanya. Takut menjadi bulan-bulanan warga, dengan suara yang sedikit dibesarkan, dirinya mengaku sebagai anggota polisi. “Saya panik saat itu langsung saya bilang kalau saya adalah polisi,” ungkapnya. Bukannya takut dengan pengakuan pelaku, warga malah semakin beringas. “Waktu saya bilang seperti itu, pemilik rumah langsung memiting kepala dan memukuli saya,” katanya lagi sambil meringgis menahan rasa sakit akibat pukulan yang bertubi-tubi di sekujur tubuhnya. Warga pun tidak tinggal diam, dirinya ditarik dan kembali dihujani pukulan dan tendangan. “Mereka memukuli saya sampai saya terduduk lemas. Mulai dari kepala hingga kaki saya semuanya mereka pukuli,” katanya lagi. Menurut Kepala Unit Reserse dan Kriminal Polsekta Nongsa, Inspektur Tejo Purwanto menjelaskan, pelaku dikenakan pasal 53 jonto 363 tentang pencobaan pencurian. “Hukumannya minimal lima tahun kurungan penjara,” katanya kemarin. (ams)


Malu Ditanya Anak
Apa motif yang membuat Dofan berani mencuri di sore hari? Dari mulut warga Kampung Nanas ini terungkap, Dofan nekat mencuri untuk bisa mengobati penyakit yang sudah lama mengganggu keharmonisan rumahtangganya. Ya, Dofan mengaku punya penyakit mani encer dan lemah syahwat hingga sulit punya anak. “Saya tidak mempunyai anak sampai saat ini. Padahal sudah tiga tahun saya berumahtangga. Jadi jika saat itu saya mendapatkan barang yang bisa di jual, saya mau gunakan uangnya untuk mengobati penyakit ini,” katanya. Penghasilanya sebagai penjaga genset di Ruli Kampung Nanas Batam Center, tidak mencukupi untuk membiayai pengobatan. “Saya hanya di gaji 700 ribu per bulan. Ditambah 300 untuk upah saya menjaga kos-kosan di kawasan Jodoh. Sementara yang diperlukan lumayan banyak hampir mencapai 10 juta,” Dofan merinci. Dofan menegaskan, dirinya tidak tahan mendengar celotehan istri dan keluarganya yang kerap menyebut-nyebut soal penyakitnya itu. “Saya selalu ditanya tentang anak. Saya bingung karena saya mempunyai penyakit ini,” katanya sambil menyeka butiran air yang mengalir dari pelupuk matanya. Dengan nafas sedikit tersengkal, Dofan mengatakan dirinya tidak ada masalah dengan kemampuannya di atas ranjang. “Saya masih bisa melayani hingga lima menit lebih. Yang jadi masalah sperma saya tidak dapat membuahi karena encer,” katanya sambil meyeka airmatanya kembali yang jatuh di pipi sebelah kanannya. Dofan hanya dapat menyesali perbuatan konyolnya. “Saya tidak tahu kenapa bisa berpikir ingin mencuri. Saya hanya ingin penyakit saya ini sembuh dan saya bisa memiliki anak,” katanya sambil menunduk. (ams)

--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

Kirim email ke