Masih Memakai Seragam, Bunga Mesum di Gudang Kosong
Kamis, 4 Maret 2010 | 22:49 WIB
Warta Kota/Pradaningrum
Ilustrasi SUMENEP, KOMPAS.com — Seorang siswi yang masih mengenakan
seragam sebuah SMA terkenal di Sumenep bermesum ria dengan seorang
pemuda pengangguran di sebuah gudang kosong di Batuan, Sumenep, Rabu
(3/3/2010).
Kontan kejadian itu membuat warga Desa Batuan, Kecamatan Batuan,
Sumenep, geger dan langsung menggerebek dua sejoli yang tengah dimabuk
cinta itu.
Bunga (16), nama samaran, warga Gapura, Sumenep, siswi kelas 11 salah
satu SMA terkenal di Sumenep. Sedangkan prianya, Joko (19), pengangguran
asal Parsanga, Sumenep.
Perbuatan mesum pasangan yang dimabuk cinta itu memang sudah lama
diincar warga sekitar. Pasalnya, saat jam sekolah, warga kerap kali
melihat dua manusia berlainan jenis itu datang ke gudang kosong.
Pada hari itu juga, warga melihat pasangan laki-laki dan perempuan itu
datang ke gudang kosong tersebut dengan berboncengan sepeda motor.
Bunga, yang masih mengenakan seragam lengkap, masuk mengendap-endap ke
dalam gudang dengan pasangannya.
"Kami curiga dengan lagak dan sikap kedua orang tersebut. Apa yang
mereka lakukan di gudang kosong," ujar Parto (37), salah satu warga
setempat.
Ketika warga mengintip dari balik tembok gudang, warga kaget menyaksikan
keduanya sedang berhubungan badan.
Si perempuan setengah telanjang karena hanya pakaian bawahnya yang
dilepas, sedangkan yang laki-laki telanjang bulat.
Melihat aksi tersebut, puluhan warga yang geram dengan perilaku maksiat
tersebut langsung mendobrak pintu gudang yang memang sudah keropos.
Keduanya tidak berkutik karena tertangkap basah sedang berbuat mesum.
"Ketika warga masuk memang keduanya sedang berdiri. Hanya laki-lakinya
yang telanjang," timpal Mukhlis, juga warga sekitar.
Rencananya, kedua anak muda itu akan diarak menuju balai desa setempat.
Namun, bersamaan dengan aksi penggerebekan itu, dua petugas kepolisian
dari Polsek Kota datang ke lokasi untuk mengamankan pasangan tersebut,
kemudian dibawa ke Polsek Kota.
Kapolsek Kota AKP Moh Heri EP membenarkan kejadian tersebut, dan
pihaknya kini tengah meminta keterangan kedua anak muda yang ternyata
salah satunya masih duduk di bangku kelas 11 SMA.
"Keduanya masih kami mintai keterangan sambil menunggu kedatangan kedua
orangtuanya," ujar Heri. (RIV)
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.