hari ini gw malas bngt buat kerja, PR setumpuk gt tp males buat
ngangsur nyelesaiinnya....
===
MENGATASI MALAS KERJA
Tujuannya adalah agar malas kerja tidak berkembang sebagai perilaku
destruktif buat diri sendiri atau orang lain dan organisasi. Selain itu
agar seseorang yang memiliki rasa malas mampu diatasi oleh dirinya
sendiri .
Malas yang berkepanjangan akan mencerminkan orang tersebut tidak
memandang bahwa kerja produktif sebagai suatu kebutuhannya.
Aktifitas seseorang berkait dengan derajad bioritmenya.
Bioritme seseorang pada dasarnya menggambarkan fluktuasi kegiatannya
yang dipengaruhi oleh siklus fisik-biologis, emosional, dan intelektualnya.
Seseorang dapat memperbaiki mutu hidupnya dengan memantau naik turun
siklusnya. Kemudian melakukan penyesuaian-penyesuian diri dengan siklus
tersebut.
Sebagai contoh ketika seseorang akan ujian maka penggunaan kadar
intelektualnya akan tinggi, sementara ketika kadar emosionalnya sedang
rendah maka dia akan menghindari berbicara terlalu banyak dengan orang
lain, dan akan meningkatkan kinerjanya ketika kondisi fisiknya sedang
sangat prima.
MALAS KERJA adalah perilaku seseorang yang merupakan hasil dari proses
fluktuasi kadar bioritmenya. Berarti ketika itu kadar fisik, emosional,
dan bahkan intelektualnya sedang rendah. Jadi kemalasan bukanlah suatu
fenomena yang aneh. Tiap orang sangat potensial memiliki rasa malas. Ia
bisa terjadi pada siapapun.
Yang membedakan hanyalah kadarnya saja ada yang rendah namun ada yang
kebangetan rasa malasnya (akut). Karena itu dalam teori motivasi
misalnya dikenal ada teori X dimana seseorang tidak punya gairah kerja
sama sekali atau malas.
Orang seperti itu termasuk golongan karyawan yang mementingkan dirinya
sendiri sekaligus tak bertanggung jawab.
Kemalasan kerja dari seseorang disebabkan beragam faktor yaitu :
1.Faktor Inrinsik
Faktor intrinsik penyebab malas yang paling sering terjadi adalah rasa
bosan hingga jenuh terhadap pekerjaan tertentu. Tak ada variasi
pekerjaan atau serba monoton. Walaupun pekerjaan itu tetap dilakukan
produktifitasnya bakal rendah. Dan pada saat kondisi fisik sangat lelah
termasuk sedang sakit cenderung timbul rasa malas. Ketika itu rasa malas
kerja menjadi-jadi. Inginnya istirahat saja termasuk tidur. Kemudian
kalau keadaan emosi sedang gundah maka kemalasan kerja juga akan muncul.
Termasuk didalamnya rasa pesimis dan apatis terhadap manfaat suatu pekerjaan
2.Faktor Ekstrinsik.
Faktor ekstrinsik penyebab malas antara lain adalah beban kerja yang
relatif berat hingga di atas standar kerja. Semakin tinggi beban semakin
lelah fisik yang dirasakan dan pada gilirannya timbul rasa malas untuk
melanjutkan pekerjaan. Dan Suasana lingkungan kerja yang kurang ramah.
Para karyawan bisa timbul enggan atau malas bekerja karena interaksi
sosial mengalami stagnasi (berhenti / tidak berkembang). Apalagi kalau
sering terjadi konflik horisontal dan vertikal dalam proses pekerjaan.
Sepertinya tidak ada tempat untuk cur-hat yang memadai. Sementara itu
infrastruktur ke tempat pekerjaan yang tidak lancar bisa juga
menimbulkan malas kerja. Bahkan bukan saja rasa malas tetapi juga stres.
Apa yang harus dilakukan mengatasi kemalasan kerja ini?
Dalam konteks pekerjaan oleh suatu tim, Seharusnya para pimpinan
mengetahui faktor-faktor apa yang menyebabkan karyawan malas kerja.
Harus bisa teridentifikasi mana karyawan yang memiliki kemalasan nyata.
Kalau yang terlihat bisa dikategorikan kemalasan masuk kerja, kemalasan
kerja nyata atau cepat pulang kerja. Dalam keadaan seperti itu pimpinan
perlu melakukan bimbingan dan bila dianggap perlu ada peringatan keras
kalau selama bimbingan tidak ada perubahan perilaku malas kerja.
Sebaliknya kalau terjadi perubahan maka pimpinan perlu memberikan
penghargaan kepada karyawan yang kembali rajin bekerja bisa dalam bentuk
penghargaan promosi dan bisa berupa pengumuman tentang karyawan teladan.
Apa yang harus dilakukan oleh karyawan sendiri?
1.Yang dilakukan adalah melakukan evaluasi diri mengapa malas kerja.
Kalau malas lalu apa yang akan dikerjakan dan apa manfaatnya. Tentu saja
dievaluasi apa manfaatnya?. Setelah berpikir mendalam dan ternyata lebih
banyak kerugiannya maka perbaikilah sifat malas kerja menjadi sebaliknya.
2. Jika kemalasan timbul karena rasa bosan kerja maka hubungilah
pimpinan. Katakan terus terang dan mintalah dilakukan rotasi atau mutasi
kerja dan atau mintalah pekerjaan yang lebih menantang.
3.Melakukan olahraga teratur agar peredaran darah lancar. Kalau tidak
lancar maka peredaran oksigen ke otak juga bisa terhambat. Ketika itu
terjadi maka yang bersangkutan bisa cepat merasa ngantuk dan pusing yang
ujungnya timbul kemalasan bekerja.
4. Meningkatkan hubungan dengan rekan kerja dan bersenang-senanglah
ketika sebelum kerja dan saat waktu istirahat. Jangan kikir untuk
berhumor ria dan tertawa bersama rekan kerja. Ini bermanfaat untuk
memperkecil kepenatan kerja.
Semua bisa dilakukan tergantung dari diri kita sendiri. Apakah akan
dilakukan? Untuk menjadi pribadi yang positif , mulailah dari diri
sendiri dan mulai dari sekarang. (dari berbagai sumber)
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.
To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.