-

السلام عليكم ورحمته الله وبركا تها
semoga bermanfaat
wass.....zainal

ADAB ADAB BERBICARA BAGI WANITA MUSLIMAH

Penulis: Haya Bintu Mubarak Al-Buraik 
Wahai saudariku muslimah………
1.    Berhati-hatilah dari terlalu banyak berceloteh dan terlalu banyak 
berbicara, Allah Ta'ala berfirman:
” لا خير في كثير من نجواهم إلا من أمر بصدقة أو معروف أو إصلاح بين الناس ” 
(النساء: الآية 114).
Artinya: "Dan tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, 
kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi 
sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia 
". (An nisa:114)
Dan ketahuilah wahai saudariku,semoga Allah ta'ala merahmatimu dan 
menunjukimu kepada jalan kebaikan, bahwa disana ada yang senantiasa 
mengamati dan mencatat perkataanmu.
"عن اليمين وعن الشمال قعيد. ما يلفظ من قولٍ إلا لديه رقيب عتيد ” (ق: الآية 
17-18)
Artinya: "Seorang duduk disebelah kanan,dan yang lain duduk disebelah 
kiri.tiada satu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada didekatnya malaikat 
pengawas yang selalu hadir" (Qaaf:17-18).
Maka jadikanlah ucapanmu itu menjadi perkataan yang ringkas, jelas yang 
tidak bertele-tele yang dengannya akan memperpanjang pembicaraan.
2.    Bacalah Al qur'an karim dan bersemangatlah untuk menjadikan itu 
sebagai wirid keseharianmu, dan senantiasalah berusaha untuk 
menghafalkannya sesuai kesanggupanmu agar engkau bisa mendapatkan pahala 
yang besar dihari kiamat nanti.
عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما- عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ” 
يقال لصاحب القرآن: اقرأ وارتق ورتّل كما كنت ترتّل في الدنيا فإن منزلتك عند 
آخر آية تقرؤها رواه أبو داود والترمذي
Dari abdullah bin ‘umar radiyallohu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu Alaihi wa 
aalihi wasallam, beliau bersabda: dikatakan pada orang yang senang membaca 
alqur’an: bacalah dengan tartil sebagaimana engkau dulu sewaktu di dunia 
membacanya dengan tartil, karena sesungguhnya kedudukanmu adalah pada 
akhir ayat yang engkau baca.(HR.abu daud dan attirmidzi)
3.    Tidaklah terpuji jika engkau selalu menyampaikan setiap apa yang 
engkau dengarkan, karena kebiasaan ini akan menjatuhkan dirimu kedalam 
kedustaan.
عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ” كفى بالمرء 
كذباً أن يتحدّث بكل ما سمع “
Dari Abu hurairah radiallahu 'anhu,sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi 
wasallam bersabda: "Cukuplah seseorang itu dikatakan sebagai pendusta 
ketika dia menyampaikan setiap apa yang dia dengarkan."(HR.Muslim dan Abu 
Dawud)
4.    Jauhilah dari sikap menyombongkan diri (berhias diri) dengan sesuatu 
yang tidak ada pada dirimu, dengan tujuan membanggakan diri dihadapan 
manusia.
عن عائشة – رضي الله عنها- أن امرأة قالت: يا رسول الله، أقول إن زوجي أعطاني 
ما لم يعطني؟ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ” المتشبّع بما لم يُعط 
كلابس ثوبي زور “.
Dari aisyah radiyallohu ‘anha, ada seorang wanita yang mengatakan:wahai 
Rasulullah, aku mengatakan bahwa suamiku memberikan sesuatu kepadaku yang 
sebenarnya tidak diberikannya.berkata Rasulullah Shallallahu Alaihi wa 
aalihi wasallam,: orang yang merasa memiliki sesuatu yang ia tidak diberi, 
seperti orang yang memakai dua pakaian kedustaan." (muttafaq alaihi)
5.    Sesungguhnya dzikrullah memberikan pengaruh yang kuat didalam 
kehidupan ruh seorang muslim, kejiwaannya, jasmaninya dan kehidupan 
masyarakatnya. maka bersemangatlah wahai saudariku muslimah untuk 
senantiasa berdzikir kepada Allah ta'ala, disetiap waktu dan keadaanmu. 
Allah ta'ala memuji hamba-hambanya yang mukhlis dalam firman-Nya:
” الذين يذكرون الله قياماً وقعوداً وعلى جنوبهم… ” (آل عمران: الآية 191).
Artinya: "(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau 
duduk atau dalam keadaan berbaring…" (Ali imran:191).
6.    Jika engkau hendak berbicara,maka jauhilah sifat merasa kagum dengan 
diri sendiri, sok fasih dan terlalu memaksakan diri dalam bertutur kata, 
sebab ini merupakan sifat yang sangat dibenci Rasulullah Shallallahu 
Alaihi wa aalihi wasallam, dimana Beliau bersabda:
” وإن أبغضكم إليّ وأبعدكم مني مجلساً يوم القيامة الثرثارون والمتشدقون 
والمتفيهقون “.
"sesungguhnya orang yang paling aku benci diantara kalian dan yang paling 
jauh majelisnya dariku pada hari kiamat : orang yang berlebihan dalam 
berbicara, sok fasih dengan ucapannya dan merasa ta'ajjub terhadap 
ucapannya." (HR.Tirmidzi,Ibnu Hibban dan yang lainnya dari hadits Abu 
Tsa'labah Al-Khusyani radhiallahu anhu)
7.    Jauhilah dari terlalu banyak tertawa,terlalu banyak berbicara dan 
berceloteh.jadikanlah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, 
sebagai teladan bagimu, dimana beliau lebih banyak diam dan banyak 
berfikir beliau Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, menjauhkan diri 
dari terlalu banyak tertawa dan menyibukkan diri dengannya.bahkan 
jadikanlah setiap apa yang engkau ucapkan itu adalah perkataan yang 
mengandung kebaikan, dan jika tidak, maka diam itu lebih utama bagimu. 
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, bersabda:
” من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيراً أو ليصمت “.
" Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir,maka hendaknya dia 
berkata dengan perkataan yang baik,atau hendaknya dia diam."(muttafaq 
alaihi dari hadits Abu Hurairah radhiallahu anhu)
8.    jangan kalian memotong pembicaraan seseorang yang sedang berbicara 
atau membantahnya, atau meremehkan ucapannya. Bahkan jadilah pendengar 
yang baik dan itu lebih beradab bagimu, dan ketika harus membantahnya, 
maka jadikanlah bantahanmu dengan cara yang paling baik sebagai syi'ar 
kepribadianmu.
9.    Berhati-hatilah dari suka mengolok-olok terhadap cara berbicara 
orang lain, seperti orang yang terbata-bata dalam berbicara atau seseorang 
yang kesulitan berbicara.Alah Ta'ala berfirman:
” يا أيها الذين آمنوا لا يسخر قوم من قوم عسى أن يكونوا خيراً منهم ولا نساء 
من نساء عسى أن يكن خيراً منهن ” (الحجرات: الآية 11).

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki 
merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih 
baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan 
kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih 
baik."(QS.Al-Hujurat:11)
10. jika engkau mendengarkan bacaan Alqur'an, maka berhentilah dari 
berbicara, apapun yang engkau bicarakan, karena itu merupakan adab 
terhadap kalamullah dan juga sesuai dengan perintah-Nya, didalam 
firman-Nya:

: ” وإذا قرىء القرآن فاستمعوا له وأنصتوا لعلكم ترحمون ” (الأعراف: الآية 
204).
Artinya: "dan apabila dibacakan Alqur'an,maka dengarkanlah dengan baik dan 
perhatikanlah dengan tenang agar kalian diberi rahmat". Qs.al a'raf :204
11. Bertakwalah kepada Allah wahai saudariku muslimah,bersihkanlah 
majelismu dari ghibah dan namimah (adu domba) sebagaimana yang Allah ‘azza 
wajalla perintahkan kepadamu untuk menjauhinya. bersemangatlah engkau 
untuk menjadikan didalam majelismu itu adalah perkataan-perkataan yang 
baik,dalam rangka menasehati,dan petunjuk kepada kebaikan. perkataan itu 
adalah sebuah perkara yang besar, berapa banyak dari perkataan seseorang 
yang dapat menyebabkan kemarahan dari Allah ‘azza wajalla dan menjatuhkan 
pelakunya kedalam jurang neraka. Didalam hadits Mu'adz radhiallahu anhu 
tatkala Beliau bertanya kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam: 
apakah kami akan disiksa dengan apa yang kami ucapkan? Maka jawab 
Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:
” ثكلتك أمك يا معاذ. وهل يكبّ الناس في النار على وجوههم إلا حصائدُ ألسنتهم 
” ( رواه الترمذي).
"engkau telah keliru wahai Mu'adz, tidaklah manusia dilemparkan ke Neraka 
diatas wajah-wajah mereka melainkan disebabkan oleh ucapan-ucapan mereka." 
(HR.Tirmidzi,An-Nasaai dan Ibnu Majah)
12. Berhati-hatilah -semoga Allah menjagamu- dari menghadiri majelis yang 
buruk dan berbaur dengan para pelakunya, dan bersegeralah-semoga Allah 
menjagamu- menuju majelis yang penuh dengan keutamaan, kebaikan dan 
keberuntungan.
13. Jika engkau duduk sendiri dalam suatu majelis, atau bersama dengan 
sebagian saudarimu, maka senantiasalah untuk berdzikir mengingat Allah 
‘azza wajalla dalam setiap keadaanmu sehingga engkau kembali dalam keadaan 
mendapatkan kebaikan dan mendapatkan pahala. Allah ‘azza wajalla 
berfirman:
” الذين يذكرون الله قياماً وقعوداً وعلى جنوبهم “. (آل عمران: الآية 191)
Artinya: "(yaitu) orang – orang yang mengingat Allah sambil berdiri,atau 
duduk,atau dalam keadaan berbaring" (QS..ali 'imran :191)
14. Jika engkau hendak berdiri keluar dari majelis, maka ingatlah untuk 
selalu mengucapkan:
” سبحانك الله وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت، أستغفرك وأتوب إليك “.
"maha suci Engkau ya Allah dan bagimu segala pujian,aku bersaksi bahwa 
tidak ada Ilah yang berhak untuk disembah kecuali Engkau, aku memohon 
ampun kepada-Mu, dan aku bertaubat kepada-Mu"
Sehingga diampuni bagimu segala kesalahanmu di dalam majelis tersebut.


Dari kitab: mausu'ah al-mar'ah al-muslimah: 31-34
 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.

Kirim email ke