Selamat Tinggal Arsenal
AFP/ANDREW YATES
Wigan, Minggu - Tiga gol balasan hanya dalam 10 menit telah mengubur
harapan Arsenal kembali ke jalur perebutan juara Liga Inggris. Itu
terjadi saat Arsenal takluk 2-3 (0-1) saat dijamu Wigan Athletic di
Stadion DW, Minggu (18/4). Hasil ini bak ucapan ”selamat tinggal” bagi
Arsenal dari perebutan juara.
Sepanjang 80 menit laga mereka seperti akan membawa pulang tiga poin dan
hanya terpaut tiga poin dari pemuncak Chelsea yang takluk 1-2 di kandang
Tottenham Hotspur, Sabtu. Namun, semuanya buyar dan hancur
berkeping-keping lewat gelontoran tiga gol balasan Wigan lewat Ben
Watson (menit ke-80), Titus Bramble (menit ke-89), dan Charles N’Zogbia
(injury time).
”Ini kekalahan paling mengecewakan sepanjang musim ini,” kata Arsene
Wenger, Pelatih Arsenal, yang dikutip BBC Sport. ”Dari cara kami
kemasukan gol, juga paling mengecewakan. Hasil ini sulit dipahami dan
diterima.
”Pemain mungkin terlalu santai, tetapi dalam sepak bola Anda harus tetap
fokus sepanjang 90 menit dan kami menerima ganjaran karena terlalu
santai itu.”
Dengan mengganti empat pemain dari tim yang kalah 1-2 di markas
Tottenham, Rabu pekan lalu, Arsenal memimpin dulu lewat gol sayap kanan
Theo Walcott, menit ke-41. Bek Mikael Silvestre menggandakan keunggulan
lewat sundulan atas sepak pojok Samir Nasri, menit ke-48.
Arsenal tetap pada nilai 71, terpaut enam poin dari Chelsea (77) dan
lima poin dari Manchester United (76).
Peran Fabianski
Kekalahan Arsenal kali ini tak luput dari peran kiper Lukasz Fabianski,
pengganti kiper utama Manuel Almunia, yang tidak lengket saat menangkap
bola sepak pojok Wigan. Bola sudah dia tangkap, tetapi jatuh ke kepala
Bramble yang tinggal mendorong sedikit ke gawang Fabianski.
Gol itu membuat moral pemain Arsenal ambruk. Wenger berusaha
menghidupkannya lagi dengan memasukkan striker Robin van Persie. Namun,
upaya itu sudah tidak menolong. Tak lama kemudian gawang Fabianski
kembali jebol oleh tendangan spektakuler N’Zogbia.
Tiga gol itu jadi kado buruk bagi Fabianski yang Minggu kemarin berulang
tahun ke-25.
Chelsea goyah
Peluang Arsenal sebenarnya terbuka setelah Chelsea takluk 1-2 di kandang
Tottenham, Sabtu. Striker Jermain Defoe membuka kemenangan Tottenham
dari titik penalti pada menit ke-15, penalti akibat bek John Terry hands
ball di kotak penalti.
Gareth Bale memperbesar kemenangan itu jelang turun minum. Chelsea kian
keteteran sejak menit ke-66 saat Terry diusir karena kartu kuning kedua.
Frank Lampard mempertipis kekalahan Chelsea saat injury time.
Pelatih Chelsea Carlo Ancelotti mengakui, timnya kalah segalanya dari
Tottenham. ”Kami sedikit goyah, tetapi inilah sepak bola. Gelar juara
masih di tangan kami, kami tidak perlu panik,” katanya. Chelsea hanya
unggul satu poin atas MU, yang menang 1-0 atas Manchester City lewat
Paul Scholes saat injury time, Sabtu. (AFP/REUTERS/SAM)
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.
Subscription settings: http://groups.google.com/group/aga-madjid/subscribe?hl=en