"Edwin Irmanto" 







Muhammad Sebagai Seorang Suami 
Baitul Muslim
28/3/2008 | 20 Rabiul Awwal 1429 H | Hits: 4.823
Oleh: Ulis Tofa, Lc 


dakwatuna.com – Di antara tanda kasih sayang Allah swt terhadap manusia 
adalah diutusnya Rasul ditengah-tengah mereka. Inilah nikmat paling besar 
yang Allah swt karuniakan kepada manusia. Agar para Rasul menjadi penerang 
bagi orang-orang yang salah jalan. Menjadi penunjuk bagi orang-orang yang 
tersesat.
Hal paling utama dan berharga yang dipersembahkan para Rasul kepada 
manusia setelah penunjukan jalan hidayah Allah swt. adalah mereka, para 
Rasul sebagai contoh teladan bagi yang meniti jalan menuju Allah swt, agar 
orang beriman mengambil apa yang mereka contohkan dalam segenap urusan dan 
bidang, fiddunya wal akhirah.
Allah swt berfirman tentang pribadi Nabi kita Muhammad saw.:
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik 
bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) 
hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” Al Ahzab:21
Berkata Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat ini: “Inilah ayat mendasar 
yang berisikan anjuran menjadikan Rasulullah saw sebagai suri teladan, 
dalam ucapan, perbuatan dan keadannya.”
Dan bukti kemurahan Allah swt terhadap umat Islam ini adalah, bahwa sirah 
atau perjalanan hidup Nabi saw. baik berupa ucapan, perbuatan dan 
keadaannya direkam dan dijaga oleh para tokoh –ahli hadits- yang mukhlis. 
Dan mereka menyampaikan apa yang datang dari Rasul kepada orang lain 
dengan sangat amanah.
Contoh sederhana adalah tentang petunjuk Nabi bagaimana beliau makan, cara 
minum, berpakaian, berhias, bagaimana beliau tidur dan ketika terjaga, 
ketika beliau mukim atau sedang safar, ketika beliau tertawa atau 
menangis, dalam kesungguhan atau canda, dalam suasana ibadah atau hubungan 
sosial, perihal urusan agama atau dunia, ketika kondisi damai atau saat 
perang, dalam berinteraksi dengan kerabat atau orang yang jauh, menghadapi 
teman atau lawan, sampai pada sisi-sisi yang menurut orang bilang “intim” 
dalam hubungan suami-istri. Semuanya terekam, tercatat dan diriwayatkan 
dengan sahih dalam sirah perjalanan hidup beliau saw.
Dalam tulisan sederhana ini kami paparkan petunjuk Nabi saw. tentang 
bagaimana beliau berinteraksi dengan istri-istrinya. Bagaimana beliau 
bermu’amalah dan menjaga mereka. serta bagaimana beliau melaksanakan 
kewajibannya untuk memenuhi hak-hak mereka.
Muhammad Bersikap Adil
Nabi Muhammad saw. sangat memperhatikan perilaku adil terhadap 
istri-istrinya dalam segala hal, termasuk sesuatu yang remeh dan sepele. 
Beliau adil terhadap istri-istrinya dalam pemberian tempat tinggal, 
nafkah, pembagian bermalam, dan jadwal berkunjung. Beliau ketika 
bertandang ke salah satu rumah istrinya, setelah itu beliau berkunjung ke 
rumah istri-istri beliau yang lain.
Soal cinta, beliau lebih mencintai Aisyah dibanding istri-istri beliau 
yang lain, namun beliau tidak pernah membedakan Aisyah dengan yang lain 
selamanya. Meskipun di sisi lain, beliau beristighfar kepada Allah swt 
karena tidak bisa berlaku adil di dalam membagi cinta atau perasaan hati 
kepada istri-istrinya, karena persoalan yang satu ini adalah hak 
preogratif Allah swt. saja. Rasulullah saw. bersabda:
(اللهم إن هذا قسمي فيما أملك، فلا تلمني فيما لا أملك)
“Ya Allah, inilah pembagianku yang saya bisa. Maka jangan cela aku atas 
apa yang aku tidak kuasa.” 
Ketika beliau dalam kondisi sakit yang menyebabkan maut menjemput, beliau 
meminta kepada istrinya yang lain agar diperkenankan berada di rumah 
Aisyah. Bahkan ketika beliau mengadakan perjalanan atau peperangan, beliau 
mengundi di antara istri-istrinya. Siapa yang kebagian undian, dialah yang 
menyertai Rasulullah saw.
Muhammad Bermusyawarah Dengan Para Istrinya
Rasulullah saw mengajak istri-istrinya bermusyawarah dalam banyak urusan. 
Beliau sangat menghargai pendapat-pendapat mereka. Padahal wanita pada 
masa jahiliyah, sebelum datangnya Islam diperlakukan seperti barang 
dagangan semata, dijual dan dibeli, tidak dianggap pendapatnya, meskipun 
itu berkaitan dengan urusan yang langsung dan khusus dengannya.
Islam datang mengangkat martabat wanita, bahwa mereka sejajar dengan 
laki-laki, kecuali hak qawamah atau kepemimpinan keluarga, berada ditangan 
laki-laki. Allah swt berfirman:
“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut 
cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan 
kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” 
Al Baqarah:228.
Adalah pendapat dari Ummu Salamah ra pada peristiwa Hudaibiyah, membawa 
berkah dan keselamatan bagi umat Islam. Ummu Salamah memberi masukan 
kepada Nabi agar keluar menemui para sahabat tanpa berbicara dengan siapa 
pun, langsung menyembelih hadyu atau seekor domba dan mencukur rambutnya. 
Ketika beliau melaksanakan hal itu, para sahabat dengan serta-merta 
menjalankan perintah Nabi saw, padahal sebelumnya mereka tidak mau 
melaksanakan perintah Rasul, karena mereka merasa pada pihak yang kalah 
pada peristiwa itu. Mereka melihat bahwa syarat yang diajukan kaum kafir 
Quraisy tidak menguntungkan kaum muslimin.
Muhammad Lapang Dada dan Penyayang
Istri-istri Rasulullah saw memberi masukan tentang suatu hal kepada Nabi, 
beliau menerima dan memberlakukan mereka dengan lembut. Beliau tidak 
pernah memukul salah seorang dari mereka sekali pun. Belum pernah terjadi 
demikian sebelum datangnya Islam. Perempuan sebelum Islam tidak punya hak 
bertanya, mendiskusikan dan memberi masukan apalagi menuntut.
Umar ra berkata:
“Saya marah terhadap istriku, ketika ia membantah pendapatku, saya tidak 
terima dia meluruskanku. Maka ia berkata; “Mengapa kamu tidak mau menerima 
pendapatku, demi Allah, bahwa istri-istri Rasulullah memberi pendapatnya 
kepada beliau, bahkan salah satu dari mereka ngambek dan tidak menyapanya 
sehari-semalam. Umar berkata; “Saya langsung bergegas menuju rumah Hafshah 
dan bertanya: “Apakah kamu memberi masukan kepada Rasulullah saw? ia 
menjawab: Ya. Umar bertanya lagi, “Apakah salah seorang di antara kalian 
ada yang ngambek dan tidak menegur Rasul selama sehari-semalam? Ia 
menjawab: Ya. Umar berkata: “Sungguh akan rugi orang yang melakukan 
demikian di antara kalian.”
Cara Nabi Meluruskan Keluarganya
Rasulullah saw tidak pernah menggap sepele kesalahan yang diperbuat oleh 
salah satu dari istri. Beliau pasti meluruskan dengan cara yang baik. 
Diriwayatkan dari Aisyah:
تقول عائشة رضي الله عنها: ما رأيت صانعة طعام مثل صفية صنعت لرسول الله 
طعاما وهو في بيتي، فارتعدت من شدة الغيرة فكسرت الإناء ثم ندمت فقلت: يا 
رسول الله ما كفارة ما صنعت؟ قال: إناء مثل إناء، وطعام مثل طعام.
“Saya tidak pernah melihat orang yang lebih baik di dalam membuatkan 
masakan, selain Shafiyah. Ia membuatkan hidangan untuk Rasulullah saw di 
rumahku. Seketika saya cemburu dan membanting piring beserta isinya.” Saya 
menyesal, seraya berkata kepada Rasulullah saw. “Apa kafarat atas perilaku 
yang saya lakukan?” Rasulullah saw menjawab: “Piring diganti piring, dan 
makanan diganti makanan.”
Rasulullah saw. menjadi pendengar yang baik. Beliau memberi kesempatan 
kepada istri-istrinya kebebasan untuk berbicara. Namun beliau tidak 
toleransi terhadap kesalahan sekecil apa pun. Aisyah berkata kepada Nabi 
setelah wafatnya Khadijah ra.:
“Kenapa kamu selalu mengenang seorang janda tua, padahal Allah telah 
memberi ganti kepadamu dengan yang lebih baik.” Maka Rasulullah saw marah, 
seraya berkata: “Sunggguh, demi Allah, Allah tidak memberi ganti kepadaku 
yang lebih baik darinya. Ia telah beriman kepadaku ketika manusia 
mengingkariku. Ia menolongku ketika manusia memusuhiku. Saya dikaruniai 
anak darinya, yang tidak Allah berikan lewat selainnya.”
Muhammad Pelayan Bagi Keluarganya
Rasulullah saw tidak pernah meninggalkan khidmah atau pelayanan ketika di 
dalam rumah. Beliau selalu bermurah hati menolong istri-istrinya jika 
kondisi menuntut itu. Rasulullah saw bersabda:
وكان يقول: (خدمتك زوجتك صدقة)
“Pelayanan Anda untuk istri Anda adalah sedekah.” 
Adalah Rasulullah saw mencuci pakaian, membersihkan sendal dan pekerjaan 
lainnya yang dibutuhkan oleh anggota keluarganya.
Muhammad Berhias Untuk Istrinya
Rasulullah saw mengetahu betul kebutuhan sorang wanita untuk berdandan di 
depan laki-lakinya, begitu juga laki-laki berdandan untuk istrinya. Adalah 
Rasulullah saw paling tampan, paling rapi di antara manusia lainnya. 
Beliau menyuruh sahabat-sahabatnya agar berhias untuk istri-istri mereka 
dan menjaga kebersihan dan kerapihan. Rasulullah saw bersabda:
وكان يقول: (اغسلوا ثيابكم وخذوا من شعوركم واستاكوا وتزينوا وتنظفوا فإن بني 
إسرائيل لم يكونوا يفعلون ذلك فزنت نساؤهم).
“Cucilah baju kalian. Sisirlah rambut kalian. Rapilah, berhiaslah, 
bersihkanlah diri kalian. Karena Bani Isra’il tidak melaksanakan hal 
demikian, sehingga wanita-wanita mereka berzina.”
Muhammad dan Canda-Ria
Rasulullah saw tidak tidak lupa bermain, bercanda-ria dengan istri-istri 
beliau, meskipun tanggungjawab dan beban berat di pundaknya. Karena rehat, 
canda akan menyegarkan suasan hati, menggemberakan jiwa, memperbaharui 
semangat dan mengembalikan fitalitas fisik.
فعن عائشة – رضي الله عنها- أنها قالت خرجنا مع رسول الله (صلى الله عليه 
وسلم) في سفر فنزلنا منزل فقال لها : تعالي حتى أُسابقك قالت: فسابقته 
فسبقته، وخرجت معه بعد ذلك في سفر آخر فنزلنا منزلا فقال: تعالي حتى أسابقك 
قالت: فسبقني، فضرب بين كتفي وقال : هذه بتلك).
Dari Aisyah ra berkata: “Kami keluar bersama Rasulullah saw dalam suatu 
safar. Kami turun di suatu tempat. Beliau memanggil saya dan berkata: “Ayo 
adu lari” Aisyah berkata: Kami berdua adu lari dan saya pemenangnya. Pada 
kesempatan safar yang lain, Rasulullah saw mengajak lomba lari. Aisyah 
berkata: “Pada kali ini beliau mengalahkanku. Maka Rasulullah saw 
bersabda: “Kemenangan ini untuk membalas kekalahan sebelumnya.” Allahu 
A’lam
 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

Subscription settings: http://groups.google.com/group/aga-madjid/subscribe?hl=en

<<image/gif>>

<<image/gif>>

<<image/jpeg>>

Kirim email ke