Ketika Hati Dirundung Sedih
Written by Administrator
Wednesday, 18 February 2009 07:19
Siapakah yang tidak pernah merasakan hatinya bersedih, yang ketika itu
hanyalah tetesan air mata saja yang mampu meredupkan perasaan itu?
Setiap manusia yang diberi karunia perasaan oleh Allah subhanahu wa
ta’ala pasti pernah mengalami rasa sedih. Perasaan sedih itu
sewaktu-waktu bisa datang disaat diri kita sedang mengalami kehilangan,
tersakiti, cemburu, tidak tercapainya suatu keinginan ataupun hal-hal
yang lainnya. Setiap orang yang sedang mengalami kesedihan, keadaan
pikirannya gundah gulana, melayang-layang dalam kesedihannya. Kadang
orang-orang disekitar kita menjadi tidak terperhatikan, atau kita merasa
butuh waktu untuk menyendiri. Tentu akan ada banyak hal yang terlewatkan
ketika kita terpuruk terus-menerus dalam kesedihan. Keluarga kita,
sahabat-sahabat kita, bahkan hati kita sendiri bisa menjadi terlupakan.
Seorang mukmin kiranya bisa memperhatikan beberapa langkah yang tepat
dalam memperbaiki hati yang sedang dirundung kesedihan, agar hatinya
bisa kembali bercahaya. Berikut ini adalah beberapa poin resep untuk
mengobati perasaan sedih, obat yang sumbernya berasal dari dalam hati
kita sendiri.
(1) Meneguhkan kembali keimanan kepada Allah.
(2) Memperbaiki ‘amalan dengan melakukan hal-hal yang diperintahkan
Allah, dan menjauhi segala hal yang dilarang Allah.
(3) Memperbanyak berbuat kebajikan terhadap sesama makhluk.
(4) Mempersibuk diri dengan berbagi kegiatan yang memiliki nilai manfaat.
(5) Tidak terlalu banyak mengingat dan memikirkan beban-beban di masa
lalu dan yang akan datang, akan tetapi fokus terhadap hal yang sedang
kita hadapi saat itu.
(6) Memperbanyak berdzikir kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
(7) Mengingat betapa banyaknya ni’mat-ni’mat Allah yang telah diberikan,
baik berupa ni’mat yang dzahir maupun yang bathin.
(8) Selalu melihat kepada orang yang berkehidupan dibawah kita, dan
menghindari dari melihat kepada orang yang berkehidupan diatas kita.
(9) Berusaha menghilangkan penyebab-penyebab kesedihan, dan
bersungguh-sungguh dalam meraih kegembiraan.
(10) Berlindung dan berdo’a kepada Allah subhanahu wa ta’ala berdasarkan
tuntunan rasul.
Sebuah do’a yang dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
dalam sebuah hadits riwayat Imam Ahmad, yang shahih menurut Al Albani
berikut ini, kiranya bisa menjadi rujukan saat kita mengadu kepada
Allah, agar kesedihan yang sedang menyelimuti hati kita bisa segera
pergi, yang diartikan dalam bahasa Indonesia :
“Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu (Adam) dan
anak hamba perempuan-Mu (Hawa). Ubun-ubunku di tangan-Mu, keputusan-Mu
berlaku padaku, qadha-Mu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepada-Mu
dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau gunakan untuk diri-Mu, yang
Engkau turunkan dalam kitab-Mu, Engkau ajarkan kepada seseorang dari
makhluk-Mu atau yang Engkau khususkan untuk diri-Mu dalam ilmu ghaib di
sisi-Mu, hendaknya Engkau jadikan Al Qur’an sebagai penenteram hatiku,
cahaya di dadaku, pelenyap duka dan kesedihanku.”
:: Aa Ahsan ::
sumber: hatisebeningembun.wordpress.com
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.
Subscription settings: http://groups.google.com/group/aga-madjid/subscribe?hl=en