Lulusan Terbaik Salah satu Universitas Negri Menjadi Tukang Sapu

http://u.kaskus.us/3/3y3cocwi.jpg

PEKANBARU (RP) - Matahari sudah semakin tinggi di atas Gedung Kantor Lembaga
Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Riau di Jalan Gajah, Kecamatan Tenayan
Raya, Pekanbaru.

Beberapa orang lalu-lalang di kantor tersebut, namun seseorang berseragam
dinas yang akhirnya diketahui bernama Jack Lord (30) masih tetap berkutat
dengan tangkai sapu dan kain lap untuk membersihkan beberapa lantai ruangan
di kantor tersebut.

WARGA Jalan Genteng Perumahan Tampan Permai, Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan
Tampan, ini, sebenarnya adalah seorang PNS golongan III A, namun saat
bercerita dengan Riau Pos di kantor tersebut dia terkesan malu dan hampir
tidak mau mengakui bahwa dia adalah PNS yang pernah menamatkan kuliah di
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Jurusan Ilmu Pemerintahan
Universitas Riau (Unri) dengan indeks prestasi kumulatif 3,75.

Kenyataan tentang dirinya adalah seorang sarjana tersebut hampir tenggelam
dan tidak terlacak jika sekilas melihatnya, namun Riau Pos terus bertanya
tentang siapa diri Jack sebenarnya. Jack Lord kemudian memulai ceritanya
bahwa dia sudah menjadi PNS tahun 2002 dalam kualifikasi tamatan SMU pada
golongan IIB sebagai pengatur muda tingkat satu.

Pada tingkat ini, Jack mulai bekerja sebagai tenaga cleaning service. Dia
setiap harinya harus menyapu lantai dan membersihkan ruangan, mengepel,
membersihkan kaca, bahkan membersihkan kakus di kantor tersebut. Namun
resminya tercatat pekerjaannya adalah sebagai pengelola kebersihan ruang
belajar dan aula kecil.

Saat bercerita itu, suara Jack Mulai lirih, tangan kanannya yang memegang
tangkai sapu terlihat bergetar, tarikan napasnya juga terdengar cepat.
Perlahan matanya mulai berkaca-kaca.

Jack mengaku, sambil bekerja, dia berusaha untuk kuliah karena dia juga
punya cita-cita menjadi seseorang yang bisa dibanggakan oleh orang tua dan
keluarganya. Namun sampai Rabu (21/4) kemarin, nasibnya tetap saja sebagai
tukang pel lantai LPMP.

Walaupun Jack telah berhasil menamatkan kuliah dan lulus hampir dengan nilai
cum laude di universitas negeri terbesar di Riau serta telah melewati proses
penyesuaian ijazah, tapi tak ada perubahan dalam pekerjaannya.

''Saya sudah pernah protes dan sampai ke Jakarta, namun tetap tidak ada
perubahan. Sepertinya mungkin inilah takdir saya, menjadi tukang sapu saja.
Saudara saya juga jadi tukang sapu jalan. Berdua bersaudara kami laki-laki
yang lulus kuliah seperti dipermainkan nasib, anak yang seharusnya sudah
bisa membanggakan orang tuanya, tapi sampai kini hanya jadi tukang sapu,''
ujar Jack berlinang air mata.

Dia merasa dipermainkan dan ditindas, protes kepada atasannya terus
dilakukannya. Malah pernah dia bertanya, apakah memang ada pegawai negeri
golongan IIIA sebagai penyapu lantai dalam SK yang dikeluarkan oleh
pemerintah. Tapi waktu terus berlalu, pekerjaan harus tetap dilakukannya,
dan tetap tidak ada perubahan.

Dulu saat dia protes ke Jakarta, ditanggapi oleh Direktorat Jendral
Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang ditandatangani Ir
Giri Suryatmana. Oleh Giri, atasannya yang di Pekanbaru disuruh untuk
memperbaiki SK sesuai dengan golongan yang ditempati Jack. Atasannya
mengakui ada kesalahan dalam pengetikan. Tapi kondisi masih tetap saja sama
setelah protes tersebut.

''Dengan golongan yang sama, teman-teman duduk dalam ruangan bekerja dengan
kertas dan pulpen tapi saya memegang sapu membersihkan lantai. Saya tidak
keberatan dengan pekerjaan ini, karena dari dulupun inilah pekerjaan saya
tapi apa sesuai dengan yang sudah saya tempuh, percuma saja rasanya saya
pernah kuliah,'' ujar Jack sambil terisak.

Dengan suara lirih sambil menghapus air mata yang mulai mengalir di pipinya,
Jack mengatakan, dia mengerti dengan berbagai birokrasi pemerintahan dan
berbagai disiplin ilmu pemerintahan serta bagaimana manajemen kepegawaian.
Menurutnya, apa yang sedang dijalaninya sekarang ini sangat bertetangan
dengan hatinya yang memahami pekerjaan pemerintahan.

Lalu dengan suara lirih dan parau, Jack kemudian bertanya, ''Apakah nasib
saya ini karena ada kesalahan dari nenek moyang atau orang tua saya dulu
sebelum melahirkan saya? Tak sanggup rasanya ditahankan hati tapi saya harus
hidup menjalani nasib ini,'' tanya Jack.

Jack mengaku sedikit kehilangan percaya diri, memasuki umur kepala tiga,
dirinya belum menikah. Pernah terpikir dan terasa di hatinya untuk menikahi
seorang gadis, tapi kondisinya sebagai seorang tukang sapu membuatnya tidak
pernah berani mengungkapkan perasaan pada perempuan pujaan hatinya. ''Saya
ini tukang sapu, siapa yang akan mau bersuamikan saya ini. Sepertinya tak
ada orang tua seorang anak gadis yang mau melepaskan anak gadisnya hidup
bersama saya,'' ujar Jack dalam dialek Melayunya yang kental.

Jack juga menjelaskan, bukan tidak bisa menerima pekerjaan sebagai petugas
kebersihan, namun lebih kepada kompetensi keilmuan dan kelaziman di dunia
kerja.

''Bukan dikarenakan tidak menghargai pekerjaan tersebut. Hanya saja, naif
rasanya bila melihat orang dengan golongan yang sama, bisa bekerja sesuai
dengan kemampuan dan keahlian mereka. Saya sarjana Ilmu Pemerintahan, saya
mengerti tugas pokok dan pekerjaan aparatur pemerintahan, etika birokrasi,
pembagian kerja dan kewenangan, kebijakan publik, membuat undang-undang,
bahkan ilmu politik dalam pemerintahan. Saya ini mungkin tidak kalah
dibandingkan dengan para alumni Sekolah tinggi Ilmu Pemerintahan Dalam
Negeri (STPDN) atau Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), yang
membedakan kami sepertinya hanya nasib saya yang menjadi tukang
bersih-bersih ini,'' ucap salah satu mahasiswa terbaik Unri tahun kelulusan
2003 tersebut dengan mata kembali berkaca-kaca.

''Bila dalam ketentuannya memang ada hal yang membenarkan PNS dengan
golongan III A bekerja sebagai tenaga kebersihan, bisa saja tugas itu tetap
akan diterima sebagai konsekuensi tugas. Hanya saja, jelas hal tersebut
bukan sebuah kelaziman di lingkungan pemerintah. Apalagi bila dikaitkan
dengan fakta bahwa saat ini pemerintah lebih banyak menggunakan tenaga
outsourching untuk mengerjakan tugas pembantu umum perkantoran,'' sebut Budi
Astoto, salah seorang mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan
ketik diminta tanggapannya tentang nasib Jack.

Dia mengaku kecewa, karena, secara kualitas, sumber daya manusia seperti
Jack Lord harusnya mendapatkan job description yang jelas sesuai dengan
kualifikasi ilmu dan kepangkatan yang dimilikinya.

''Saya bahkan baru sekali ini mendengar pegawai golongan IIIA bekerja
sebagai pembersih ruangan kantor. Karena selama ini tugas itu hanya
diberikan pada tenaga tidak terdidik dan tidak terlatih,'' sebut dia.

Penjelasan tersebut juga dikuatkan oleh staf pengajar Ilmu Pemerintahan
Unri, Saiman Pakpahan SIP MSi yang menyebutkan bahwa hal tersebut pasti
terjadi dikarenakan penyusunan Struktur Organisasi Tata Pemerintahan (SOTK)
yang tidak clear. Bila penempatan tersebut didasari oleh alasan bahwa tidak
ada posisi untuk penempatan pegawai dengan golongan yang setara, harusnya,
antar-satuan kerja bisa saling berkoordinasi. Dengan demikian, potensi
jajaran tetap sesuai dengan golongan dan tugas pokoknya.

''Saya malah melihat hal ini menunjukkan lemahnya sensififitas pimpinan,
karena, idealnya, pimpinan bisa melihat potensi bawahan sesuai dengan
golongan. Ini baru pertama sekali saya dengar, PNS golongan III A
bertahun-tahun menjadi pekerja kasar yang tugasnya membersihkan ruangan.
Bisa jadi ini banyak terjadi, tapi, itu merupakan bentuk tidak pekanya
pimpinan terhadap potensi yang ada di wilayah kerjanya,'' sebut dia.

Kata Sulaiman lagi, kalau alasannya adanya sikap suka atau tidak suka,
itupun tak bisa jadi ukuran dalam kerja birokrasi, karena, kinerja birokrat
diukur bukan berdasarkan aspek personalitas, melainkan profesionalitas
bekerja. "Adapunish and reward. Pemimpin tak bisa menilai berdasarkan ukuran
suka atau tidak suka, atau aspek kedekatan. Yang kita khawatirkan dalam
sistem yang seperti itu, ada pegawai dengan golongan yang lebih rendah, tapi
bisa mengerjakan tugas yang harusnya bisa dikerjakan oleh petugas yang
mengerjakan pekerjaan kasar tersebut,'' papar Saiman.

Riau Pos mencoba mengkonfirmasi status Jack ini kepada Kepala LPMP Riau,
Zainal, namun dalam keterangan singkatnya Zainal mengaku sedang mengikuti
acara dan minta tidak diganggu dahulu.

Kasubag Umum LPMP Riau, Drs Syukhmide Hendri saat ditemui secara terpisah
tidak menafikan adanya pekerja dengan tamatan sarjana dipekerjakan sebagai
tenaga cleaning service di kantornya. Hanya saja, saat ditanyakan apa dasar
penempatan dan pembagian kerja yang digunakan, Syukhmide Hendri berusaha
menghindar dengan pergi begitu saja meninggalkan Riau Pos, padahal
sebelumnya dia sempat hendak bercerita panjang seputar tugas di LPMP.
Sembari berpura-pura memanggil salah seorang pegawai, Syukhmide langsung
lari begitu saja.

Diminta Bersabar
Terkait masalah ini, Kepala Dinas Pendidikan Riau, Prof Dr Ir Irwan Effendi
mengaku tidak bisa menghakimi lembaga maupun orangnya. Pasalnya, sesuai
dengan ketentuan hal tersebut adalah kebijakan pimpinan maunpun lembaga di
mana dia bekerja. Selain itu juga, sebagai PNS apapun dia harus siap
menghadapinya.

''Kita tidak bisa menilai orang dari penilaiannya di akademis. Jika memang
dia melangkah dari tamatan SMA dan baru penyesuaian berarti memang ada
jenjang untuk itu. masalah apa yang dikerjakannya mungkin kerena belum ada
kesempatan saja. Yang jelas dia harus bersabar saja,'' terangnya saat
dihubungi Riau Pos Rabu

 
<http://www.kursiterbalik.com/2010/04/lulusan-terbaik-salah-satu-universitas
.html> http://www.kursiterbalik.com/2010/04...iversitas.html

 

Warm Regards,

 

 

Rochmad Sigit

 

[ Rasa kecilnya diri ini saat berhadapan dengan masalah, 

bukan disebabkan oleh besarnya masalah, 

tetapi oleh kecilnya tujuan hidup. ]

 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

Subscription settings: http://groups.google.com/group/aga-madjid/subscribe?hl=en

<<image001.jpg>>

Kirim email ke