Senin, 26/04/2010 11:54 WIB
Film Dokumenter Tentang Gigolo 'Cowboys Paradise' Gegerkan Bali
Gede Suardana - detikNews


Pantai Kuta 

Denpasar - Bali kembali geger. Kali ini bukan disebabkan aksi terorisme maupun 
tindak kriminal lainnya. Tapi gegeran saat ini disebabkan  film dokumenter yang 
menceritakan sepak terjang gigolo alias pria penghibur wanita bertajuk Cowboys 
Paradise.

Film dokumenter itu pertama kali beredar di kalangan pengguna internet. Mereka 
bisa melihat triller-nya di situs video Youtube. 

Cuplikan berdurasi sekitar 2 menit itu menggambarkan kehidupan dan aktivitas 
pemuda petualang cinta di Bali, khususnya Pantai Kuta. Sosok para pemuda ini 
berbadan atletis dan berkulit gelap. Sebagian besar juga berambut gondrong. 
Pokoknya penampilan mereka khas anak pantai yang piawai dengan olah raga bahari 
seperti berselancar. Bahasa asing mereka, terutama Inggris, lumayan lancar.

Mereka terlihat sangat pengalaman dalam menarik perhatian para turis wanita. 
Dalam beberapa adegan, mereka terlihat sangat dimanja oleh para turis itu, 
seperti dipijat dan sebagainya.

Amit Wirmani, yang menggarap film ini memberi tajuk filmnya 'Cowboys Paradise'. 
Para pemuda ini digambarkan memang bak para koboi yang menggoda para turis 
perempuan. Pria keturunan India itu tidak hanya menampilkan para gigolo, tapi 
juga menampilkan wawancara dengan salah satu istri gigolo tersebut. Wanita itu 
mengaku, suaminya kerap membawa turis wanita bule ke rumahnya. 

"Jika dia (suami) datang bersama tamu, saya tidak tidur bersamanya 1 atau 2 
hari. Saya tidak mengapa," tutur wanita tersebut sambil menggondong anaknya 
yang masih kecil.

Keberatan

Beredarnya film tersebut tentu saja membuat panas warga Kuta. Mereka menolak 
dengan tegas, jika Pantai Kuta disebut sebagai surga seks bebas para gigolo.

"Warga desa adat tidak setuju jika pantai Kuta disebut sebagai tempat seks 
bebas bagi para gigolo," kata Ketua Satgas Pantai Kuta Gusti Ngurah Tresna, 
kepada detikcom, Senin (26/4/2010).

Tresna mengatakan bahwa masyarakat Kuta sangat dirugikan dengan film tersebut. 
Menurutnya, kawasan wisata Pantai Kuta menawarkan keindahan alam dan budayanya, 
bukan wisata seks bagi para wisatawan. 

"Keindahan itu yang kita tawarkan kepada tamu," katanya. (djo/nrl) 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

Subscription settings: http://groups.google.com/group/aga-madjid/subscribe?hl=en

<<pantai-kuto-dal.JPG>>

Kirim email ke