Tips Agar Kasus Password Wulan Guritno Tak Terjadi pada Anda 







Masih ingat kasus pembajakan password yang menimpa artis Wulan Guritno? Sekadar 
mengingatkan, Wulan Guritno menggunakan satu password yang sama untuk berbagai 
layanan online, mulai e-mail, Instant Messenging, Facebook, dan Twitter.



Kebocoran password diawali dari layanan Instant Messaging, lalu merembet ke 
layanan-layanan lain. Selain masuk ke akun Wulan, pelaku juga mengganti 
password semua layanan dengan password yang baru, sehingga Wulan tidak lagi 
bisa mengakses semua akunnya.



Singkat cerita, pelaku akhirnya menguasai akun Wulan Guritno di berbagai 
layanan, lalu berlagak sebagai Wulan Guritno. Pelaku mengobrol dengan 
teman-teman Wulan melalui layanan instant messeging, seolah-olah dirinya adalah 
Wulan Guritno. Sangat mengganggu dan merepotkan bukan?



Dari cerita singkat itu kita sudah bisa menilai bahwa kasus ini “dimuluskan” 
dengan keteledoran Wulan karena menggunakan satu password yang sama untuk semua 
layanan online. Wulan dan mereka-mereka yang melakukan hal ini punya alasan 
yang sangat klasik, yaitu agar praktis dan tidak repot mengingat banyak 
password. Memang mudah, tapi dari segi keamanan cara ini sangat tidak 
dianjurkan karena sangat berisiko.



Dari kasus Wulan Guritno, kita bisa bayangkan bahwa pelaku tidak akan bisa 
masuk ke semua layanan jika Wulan tidak menggunakan satu password yang sama. 
Ini adalah pelajaran berharga yang bisa kita ambil dari kasus ini.



Lalu apa yang bisa dilakukan korban jika kejadian tidak menyenangkan itu sudah 
terlanjur terjadi? Dalam kasus Wulan Guritno, bisa dibilang ia cukup beruntung 
karena akhirnya pelaku memberitahukan password yang baru. Dengan begitu, semua 
akunnya bisa diakses seperti sedia kala.



Namun, jika keberuntungan yang dialami Wulan tidak terjadi pada Anda, maka Anda 
harus mau repot melakukan klaim ulang (reclaim) terhadap akun Anda. Layanan 
online seperti Facebook menyediakan jalur pengaduan, yang bisa dimanfaatkan 
korban untuk melaporkan pembajakan password seperti dalam kasus ini. Facebook 
akan menanggapi laporan yang masuk dengan sebuah form dengan sejumlah isian, 
lalu melakukan tindakan yang dinilai perlu.



Berikut ini lima langkah inti mengelola password:



1. gunakan password yang sulit ditebak (kombinasi angka, huruf besar dan huruf 
kecil) 

2. jangan gunakan password yang sama untuk seluruh akun online kita (messenger, 
email, facebook, twitter, dll) 

3. gantilah password secara berkala, semisal 1-3 bulan sekali 

4. ingat baik-baik password kita, usahakan tidak tercatat/tertulis atau 
diberitahu ke siapapun termasuk teman 

5. jangan menggunakan password andalan/hapalan Anda untuk mendaftar di situs 
yang tidak jelas.












CONFIDENTIALITY CAUTION: This message is intended only for the use of the
individual or entity to whom it is addressed and contains information that is
privileged and confidential. If you, the reader of this message, are not the
intended recipient, you should not disseminate, distribute or copy this
communication. If you have received this communication in error, please notify
us immediately by return email and delete the original message.



-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

<<image001.jpg>>

Kirim email ke