Like This!!!

Bekunya air mata di sebabkan oleh kerasnya hati, 
Kerasnya hati di sebabkan oleh banyak nya dosa... 

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]]
On Behalf Of maHen
Sent: 03 Mei 2010 11:45
To: [email protected]
Subject: ~ aga ~ Hati yang Berkarat

Hati yang Berkarat


Sumber rangkuman: Zikir Cahaya Kehidupan (Ibnul Qayyim al-Jauziyah), 
Gema Insani [hal. 41]
------------------------------------------------------------------------
--------

Tidak diragukan lagi bahwa hati itu berkarat sebagaimana tembaga, perak,

dan lainnya. Untuk menghindarinya adalah dengan berdzikir. Karena dzikir

dapat membersihkan karat tersebut hingga seperti cermin yang bersih dan 
putih (cemerlang). Jika dibiarkan begitu saja, hati akan berkarat. 
Namun, jika diajak berdzikir, ia akan selamat dari keadaan tersebut.

Berkaratnya hati karena dua sebab, yakni karena lalai dan dosa. 
Selamatnya hati karena dua perkara juga, yakni dengan istighfar dan
dzikir.

Barangsiapa yang sebagian besar waktunya dipenuhi dengan kelalaian, maka

karat itu akan menumpuk dalam hatinya. Jadi, presentase karat itu 
digantungkan kepada banyak-tidaknya kelalaian yang dialami oleh seorang 
hamba. Jika hati sudah berkarat, informasi (tentang suatu kebenaran) 
yang ia terima tidak akan pernah jelas dan tepat seperti keadaan yang 
sebenarnya. Yang bathil (keburukan) akan tampak sebagai suatu kebenaran 
(kebaikan). Sedangkan kebenaran akan tampak sebagai suatu kebatilan 
(kebohongan).

Mengapa demikian?

Karena jika karat itu telah menumpuk, ia akan membuat hati seseorang 
menjadi gelap. Sehingga, tidak akan tampak jelas suatu kebenaran 
sebagaimana mestinya. Jika karat itu sudah bertumpuk dan menghitam serta

berubah menjadi rona (pekat) dan noda, maka telah rusaklah daya tangkap 
dan instingnya. Yang hak (benar) tidak akan diterima, dan yang bathil 
(buruk) tidak akan ditolak. Inilah hukuman yang paling nista (hina) bagi

hati.

Semua itu disebabkan kelalaian dan mengikuti hawa nafsu. Karena, dua hal

tersebut pada hakikatnya mematikan cahaya hati dan membutakannya. Allah 
berfirman,

Janganlah (engkau) mengikuti orang-orang yang lalai hatinya dari 
mengingat-Ku serta mengikuti hawa nafsunya, dan adalah keadaannya itu 
melewati batas. (QS. Al-Kahfi: 28)

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

Kirim email ke