----- Forwarded Message ----

  





buat bacaan siang2 nih 



Ibu yang baik, tugas rutinnya melampaui tugas-tugas rutin orang kantoran.
Mari kita simak beberapa peran Ibu Rumah Tangga (mudah-mudahan para Bapak siap 
membacanya tidak kura-kura dalam perahu):
Sebagai pembawa kehidupan baru dalam keluarga : 



Sebagai pembawa kehidupan baru dalam keluarga : Melahirkan, inilah yang disebut 
takdir dan tidak dapat digantikan oleh kaum laki-laki. 


Wakil Direktur bila suami sebagai Kepala Keluarga berhalangan datang disuatu 
pertemuan resmi sekolah anak, RT, RW atau keluarga besar, atau ketika karena 
satu dan lain hal suami harus tinggal dirumah sementara waktu (karena PHK atau 
sakit berkepanjangan, misalnya) 
Sekretaris Pribadi sang suami untuk mencatat dan mengingatkan agenda kegiatan 
suami bila ada undangan, waktunya ke bengkel, mendampingi suami dalam 
acara-acara resmi kantor, mengingat dan merencanakan peringatan ulang tahun 
bagi anggota keluarga dan agenda kegiatan anak-anak baik sekolah maupun 
pelajaran-pelajaran tambahan.
Manajer Keuangan untuk mengelola gaji yang diberikan suami dengan pesan 
“pokoknya harus cukup, ya cuma ini yang bisa kuberikan”
Public Relations Manager: untuk memelihara hidup sosial dengan 
komunitas-komunitas baik kantor, keagamaan maupun sosial kemasyarakatan, 
termasuk mengcounter apabila ada berita-berita miring mengenai keluarga

Human Resources Manager: mengatur para keponakan atau mereka yang hidup bersama 
dalam satu rumah, pembantu, sopir, dan Satpam

Psikolog buat anak dan suami ketika mereka memerlukan untuk di dengar curhatnya

Diplomat: bila ada konflik antara Ayah dan anak-anak, antar anak-anak, antar 
keluarga besar dll.

Penerima tamu: kapan saja harus siap menerima para tamu yang datang berkunjung 
baik untuk kepentingan keluarga maupun komunitas lain

Paramedis, kalau perlu menjadi dokter: ketika ada anggota keluarga terluka atau 
sakit termasuk dirinya sendiri, biasanya ibulah yang mengetahui dimana letak 
obat-obatan

Tukang masak : belanja, memasak dan menyiapkan makan 3 x sehari.
Laundry / tukang cuci : mencuci, menjemur, menyeterika, dan menaruh baju yang 
sudah diseterika ke lemari masing-masing

Cleaning service: menyapu, mengepel, melap furniture dll

Tukang ojek: untuk anak-anak berangkat dan pulang sekolah bila anak-anak tidak 
menggunakan jemputan

Tukang kebun: mengurus tanaman agar tetap segar, rapi dan tidak mati

Babby sitter: mendampingi anak-anak mandi, belajar dan mengatur waktu tidur, 
menyuapi dan mengatur menu makanannya.

Guru les: untuk anak-anak terlebih bila mereka menghadapi ulangan atau ujian.

Guru agama dan etika untuk anak-anak (kalau anak-anak tidak sopan atau tidak 
faham agama, pasti yang disalahkan ibunya)

Interior dan exterior designer: agar rumah tidak membosankan untuk dilihat dari 
luar dan nyaman untuk ditempati
Tugas-tugas lain yang umumnya dibebankan kepada ibu:


Mengurus cattering: bila keluarga mengadakan hajatan seperti arisan keluarga 
besar, ulang tahun perkawinan, ulang tahun anak-anak dll pasti yang diminta 
mengurus hal ini sang Ibu.
Menjadi guide: bila ada keluarga yang datang dari luar kota terutama mertua
Mengelola dana sosial: untuk anak asuh, atau bantuan kepada saudara-saudara 
yang kurang mampu
Seksi perlengkapan: kalau mau pergi jauh seluruh keluarga, harus menyiapkan 
segala macam yang diperlukan seperti pakaian, mainan maupun obat-obatan untuk 
anak maupun Bapaknya. Belum lagi mengingatkan Bapak untuk memeriksakan mobil ke 
bengkel sebelum hari H keberangkatan.



Kalau pendidikan anak dan kesehatannya kurang baik, pasti yang menjadi incaran 
tuduhan sang Ibu. Padahal ini anak bersama, dibuat juga bersama, kok yang harus 
bertanggung jawab cuma Ibu ya? 



Demikian pula bila baju lusuh, cat rumah kusam, furniture berdebu, koran, buku 
dan mainan berserakan, kran dan atap bocor, jarang terdengar orang menyalahkan 
Kepala Rumah tangga. Kalimat yang biasa terdengar, kasihan Bapak itu nggak 
diurusin istrinya. Atau kemana aja Ibunya kok rumah nggak ke urus, pada hal 
mungkin si Ibu sedang sakit, anak-anak memang bandel, ayah orang yang keras 
kepala, keuangan yang tidak memadai, ibu punya keterbatasan- keterbatan yang 
orang luar tidak mengetahui dll, yang menyebabkan keadaan rumah tangga menjadi 
seperti yang terlihat.


Nah, menyimak itu semua apakah berlebihan bila Ibu kadang-kadang ingin 
istirahat, rekreasi atau berlibur sejenak dengan teman-teman masa sekolah atau 
keluarganya? Betapa hebatnya seorang wanita yang mampu mengatasi semuanya 
dengan ikhlas tanpa mengeluh, mengomel atau protes. Apalagi, bila isteri harus 
membantu mencari penghasilan supaya dapur tetap ngebul. Seorang Ibu yang baik 
dengan tugas yang begitu kompleks pasti akan melakukan tugasnya dengan ikhlas.


Mereka pada umumnya hanya ingin mendapat penghargaan sedikit saja dari para 
suami dan anak-anak. Misalnya: sore hari ketika ayah pulang kerja, mengecup 
dahi isteri sambil tersenyum dengan mengatakan hal yang sederhana “Capek ya ma? 
Duduk sini dulu deh, sambil nunggu air panas. Biarin aku ambil minum sendiri”. 
Atau “ Ada crita apa nih anak-anak?” Atau “ Udah sore begini kok kamu tetep 
cantik?”. Atau membawa makanan kecil kesukaan sang istri. Sebetulnya seorang 
wanita hanya perlu didengar dan sedikit apresiasi. Kalau bisa seperti ini, 
dijamin isteri justru lebih giat melayani keluarga.

Suami yang bijaksana akan selalu siap mendengar cerita isterinya betapapun 
bosannya dia mendengar hal yang sama setiap hari. Karena terus menerus di 
rumah, otomatis ceritanya ya itu-itu saja, bukan? Kecuali suami membebaskan 
isterinya untuk menggali potensi diri sang isteri tanpa harus bekerja diluar 
dengan memperbolehkan kursus, kuliah lagi atau hal-hal lain yang tidak 
membuatnya mandeg. Sehingga isteri lebih berkwalitas dan kalau diajak 
berdiskusi atau ngobrol bisa nyambung.


Buat para ibu yang tidak boleh bekerja apalagi ibu-ibu yang bertitel, tidak 
perlu menyesal. Anak-anak yang berkualitas adalah hasil dari asuhan Ibu yang 
berkualitas juga. Optimalkan pendidikan anak-anak ditangan sendiri. Tambahlah 
ilmu terus menerus dengan segala macam kursus kewanitaan maupun managerial ( 
melalui internet dapat mencari kursus jarak jauh baik dari lembaga pendidikan 
di Indonesia maupun di luar negeri ). Jangan tertinggal atau menampik kemajuan 
teknologi. Mintalah pada anak-anak atau suami mengajar hal-hal baru. Simak 
televisi yang bukan sinetron atau infotainment, bacalah buku-buku yang dibawa 
anak-anak, majalah yang bukan melullu majalah wanita, supaya ketika kita diajak 
suami atau anak-anak besosialisasi tetap nyambung dengan kondisi terbaru, 
sehingga kita menjadi pribadi yang menyenangkan untuk diajak ngobrol.


Penampilan harus tetap up to date, dan ini tidak perlu mahal. Model rambut dan 
pakaian yang selalu mengikuti jaman dapat disiasati sendiri tanpa biaya besar. 
Kalau ibu-ibu telah melakukan semuanya dengan baik dan ikhlas tetapi dimata 
Bapak masih saja kurang dan Ibu hanya dianggap pemicu keributan, berarti 
Bapaklah yang bermasalah. Kita wajib kasihan padanya, karena beliau tidak 
mempunyai rasa syukur. Tidak perlu mengutuk agar kutuk itu tidak memantul 
kepada diri kita sendiri.

Tugas Ibu bertambah satu lagi, yaitu mendoakan Bapak agar tidak dihukum Tuhan 
karena telah menganiaya perasaan Ibu dan atau anak-anak.


Berbahagia dan bersyukurlah para Ibu yang mempunyai seorang suami yang 
mempunyai semangat berbagi dan penuh kasih sayang. Dalam kasih sayang tidak ada 
perpecahan, dominasi, kekuasaan, pemaksaan kehendak bahwa yang satu harus 
menjadi seperti apa yang diinginkan oleh pasangan.

Karena pernikahan pada dasarnya adalah saling melayani, mengasihi, memberikan 
apa yang kita punya dan menerima apa yang tidak kita punyai. Allah akan 
memberikan kebahagiaan lahir batin kepada keluarga yang dapat mewujudkannya, 
akan memberkati / meridhoi segala usahanya sehingga hidup keluarga seperti ini 
akan selalu berkecukupan. Amin.


Para Bapak Sayangilah Istri Anda


copas from http://www.alexabim anyu.com/ 2009/06/sebaikny a-bapak-tahu/

 

 
 



__._,_.___
. 

__,_._,___







      

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

Kirim email ke