asik bener ni koruptor, udah maling duit rakyat dipenjara jg di istimewakan
pembautan sel istimewa ini jg pasti pake duit dari rakyat....edan tenan
iki......gmn mo jera koruptor kl kek gini brother...
From: hernawan widjajanto
JAKARTA--MI: Direktur Jenderal Pemasyarakatan Untung Sugiyono mengatakan
perbedaan dan kekhususan fasilitas yang diterima oleh para koruptor
adalah wajar. Mereka dianggap lebih dari rakyat biasa, sehingga
perlakuannya pun harus berbeda.
"seorang narapidana itu kan punya kebutuhan yang beda-beda. Apalagi
koruptor, banyak pertimbangan," ujarnya di sela-sela pembukaan dan
pengoperasian Blok Khusus Koruptor di Rutan klas I Cipinang, Jakarta,
Selasa (27/4).
Dikatakannya kebutuhan tersebut meliputi kebutuhan fisik, psikologis,
intelejensi dan keamanan. Koruptor dianggap memiliki kelebihan dari
sisi-sisi tersebut.
"kebutuhan fisik karena tua, biasanya kan sudah di atas 50 tahun.
Makanya juga kenapa klosetnya kloset duduk. Kebutuhan psikologis, sudah
biasa hidup dilayani, tidak biasa hidup sendiri. Ini
pertimbangan-pertimbangan bagaimana kita memperlakukan mereka," jelasnya.
Perlakuan yang berbeda, lanjut Untung, lebih kepada melindungi keamanan
koruptor. Karenanya, imbuhnya, koruptor tak bisa disatukan dengan
tahanan biasa.
"Koruptor perlu dilindungi dari gangguan kebutuhan tersebut. Dari sisi
keamanan, perlu diperhatikan juga, kalau mereka disatukan dengan
penjahat biasa, nanti mereka bakal dipukulin, apalagi mereka kan punya
harta. Ini membuat keamanan mereka rentan, dimintain sama napi lain,"
kilahnya.
Menurut Untung, pembedaan tersebut tidak dimaksudkan untuk
mendiskriminasikan dengan penjahat kelas teri lainnya. Menurutnya itu
adalah penyesuaian saja dengan tingkat kebituhan para koruptor.
"Ini bukannya mau dibedakan dengan maling ayam, tapi kita kan mencoba
memenuhi sesuai kebutuhan," tandasnya.
Purwo Andoko, salah satu perancang Blok Khusus Tipikor mengakui ada
sedikit perbedaan rancangan antara Blok Khusus Koruptor dengan blok napi
pada umumnya. Blok Khusus Koruptor sengaja didesain lebih sehat.
"volumenya sengaja kami tinggikan, tiap lantai tingginya 4 meter. Jadi
setiap narapidana akan mempunyai cadangan udara sebanyak 3 meter kubik.
Struktur yang tinggi ini biar tidak pengap, udara cukup dan terhindar
penyakit kulit," jelasnya.
Purwo manambahkan, tahanan dan narapidana tipikor memang perlu
dipisahkan. Pasalnya percampuran dengan narapidana kriminal lain akan
membuat ketergantungan narapidana lain terhadap narapidana tipikor.
Meski demikian, kata Purwo, pihaknya telah berusaha meminimalisir adanya
celah penambahan fasilitas mewah. Tapi di sana, napi ataupun tahanan
boleh tetap bekerja.
"Teknis agar tidak ada fasilitas mewah kita sudah jaga. Tidak ada stop
kontak, listrik tidak dialirkan, air juga sudah diatur. Tapi bagi yang
mau, boleh menggunakan tv kecil atau laptop, hanya tenaganya di charge
di kantor dulu. Mereka boleh kerja di penjara tapi tidak semena-mena,
terbatas. Siapa tahu mungkin bisa berkarya lebih bagus," kilahnya. (*/OL-7)
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.