is rael lebay bo !!

edan aden wrote:
Ini mah salah satu tipu muslihat Media Massa Israel.
Sudah sangat terkenal dimana-mana bahwa media massa Israel itu pinta memutar balikkan fakta... Memang sudah disekenariokan apa saja yang dilakukan, dan bagaimana mengatur pencitraan dan pemberitaan. kalau mau jujur coba kita semua lihat seharian kemarin TV yang menyiarkan aksi PEMBANTAIAN oleh pasukan zionis Israel itu hanya Al-Jazeera, dan JSC TV, juga beberapa TV Turki dan negara pengirim relawan saja....sedangkan CNN, BBC, (dan lain-lain yang selama ini terkenal sebagai media masa congornya zionis)...hanya memberitakan menjelang sore dan malam hari, itupun dengan video dari dumber2 zionis
yang memang secara sudut pandang pengambilan udah jelas...

Logikanya, kata siapa mereka nggak pakai peluru tajam, mereka sendiri mengakui kok... Wong orang sedang berada di perairan Internasional kok di serang...yah pasti dilawan, entah dengan kekuatan yang dimiliki, bangku plastik, botol minuman, kardus, dll yang ada...itu kan rifleks saja..

yang pasti logika kita pasti akan setuju bahwa tindakan PEMBANTAIAN ini adalah agresi brutal yang INHUMANISM





2010/6/1 Edy Haryanto <[email protected] <mailto:[email protected]>>


    Pemerintah Israel merilis sebuah video yang merekam detik-detik
    peristiwa penyergapan Kapal Mavi Marmara yang mengangkut bantuan
    kemanusiaan untuk Palestina. Dalam video itu terlihat, tentara
    Israel satu per satu turun dari helikopter. Setibanya di atas
    kapal, para aktivis memukuli mereka dengan batang besi, kursi,
    pisau, dan botol. Ada juga yang membawa ketapel.

    *“Kami turun dengan tangan kosong, dan mereka (para aktivis)
    menghukum mati kami,” *tutur salah seorang tentara yang tidak
    disebut namanya sebagaimana dikutip dari situs berita Israel Ynet,
    Selasa (1/6/2010). Ia ikut turun ke Kapal Mavi Marmara. Tangannya
    patah dalam pertikaian dengan para aktivis di atas kapal.

    Ia mengisahkan, setidaknya ada sekitar 30 aktivis yang meyambut
    mereka di atas geladak. “*Mereka datang untuk berperang, sementara
    kami (Tentara Israel) datang untuk berdialog*, meyakinkan mereka
    untuk tidak meneruskan perjalanan menembus blokade,” ujarnya.

    Tentara itu menceritakan, "Setiap dari kami yang turun dari
    helikopter langsung dikeroyok oleh tiga hingga empat orang
    setibanya di atas kapal. Mereka menghukum mati kami. Mereka
    mempersenjatai diri dengan gagang besi, ketapel, pisau, dan botol.
    Di beberapa titik kami berhadapan dengan temabakan yang dilakukan
    oleh dua orang lelaki.”

    “Saya salah satu dari pasukan yang turun belakangan dan saya
    melihat teman-teman saya tersebar di segala penjuru. Masing-masing
    dari mereka dikeroyok oleh tiga hingga empat orang. Saya melihat
    seorang tentara terjatuh di lantai dan dua orang aktivis terus
    memukulinya. Saya mendorong para penyerang dan mereka berbalik
    menyerang saya. Serangan ini yang menyebabkan tangan saya patah.
    Saat itu saya tidak membawa senjata. Setiap dari kami tidak
    membawa senjata, kami turun hanya dengan senjata paintball di
    punggung,” terangnya.

    “Mereka berlari dan menyerbu ke arah saya. Saya memukul jatuh
    mereka, mundur beberapa langkah, dan mengambil senjata paintball
    saya dan menembak ke arah kaki mereka. Salah seorang dari mereka
    berhasil memukul senjata saya dan merusaknya. Saya berusaha
    mengambil pistol, sehingga saya punya sesuatu untuk dipegang. Pada
    saat itulah lengan saya sudah tidak berfungsi lagi,” tambah dia.

    “Saya melihat dua teman saya terkapar di lantai. Ada yang
    menembaki kami dari koridor. Kami ditembaki peluru betulan. Saya
    melihat moncong senjata dan salah seorang dari kami menembak
    lelaki itu. Kami berlari ke arah lelaki itu, dan dia tidak ada di
    sana,” kata dia lagi.

    Penyergapan di pagi buta ini berujung pada tewasnya sejumlah
    relawan dan melukai puluhan lainnya. Belum ada angka pasti tentang
    korban tewas. Ada yang menyebut 10, 16, dan 19. Tindakan Israel
    ini menuai kecaman dari seluruh dunia. Aksi unjuk rasa mengutuk
    peristiwa berdarah ini terjadi di mana-mana.

    Sumber : Kompas.com

    -- Edy Haryanto --

-- you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
    to post emails, just send to :
    [email protected] <mailto:[email protected]>
    to join this group, send blank email to :
    [email protected]
    <mailto:[email protected]>
    to quit from this group, just send email to :
    [email protected]
    <mailto:[email protected]>
    if you wanna know me, please visit my facebook at
    [email protected] <mailto:[email protected]>
    or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
    <mailto:[email protected]>
    thanks for joinning this group.


--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

Kirim email ke