*aep.saepuloh*
*_
4 SEBAB KUAT yang MENGHARUSKAN KITA TIDAK MEROKOKOK ( Lagi )_*
*
1. DILARANG Oleh Rokok itu Sendiri*
Bahaya Rokok itu diperingatkan oleh
rokok itu sendiri!
Kalo kita beli ROTI,
pada bungkus ROTI itu ada tulisan :
PERINGATAN ;
MEMAKAN ROTI INI BISA MEMBUAT *SERANGAN JANTUNG*,
DAN BISA MEMBUAT *IMPOTEN, DLL.*
*
Kira2 kita masih tetap makan Roti tsb atau tidak?*
Dan dari peringatan tersebut diatas
juga dapat dijadikan sebagai warning
bagi teman2 yang hendak memilih calon suami
hati2, kalo dia seorang perokok,
jangan2 sudah kena penyakit yang ke 2 diatas,
akhirnya bisa kecewa nanti(he-he-he.) *
*
* Belum lagi puluhan bahaya yang lain, yang telah dipajang
diberbagai tempat *
* Karena bahaya Rokok ini disepakati oleh seluruh dokter, dari
berbagai negara*
* baik muslim ataupun non muslim*
* **2. AJARAN ISLAM JUGA MELARANG MEROKOK*
Pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memang rokok itu
belum ada, namun sesungguhnya Islam datang dengan pokok yang umum,
mengharamkan segala sesuatu yang membahayakan tubuh, mengganggu orang
di dekatnya, atau menyia-nyiakan harta. Inilah dalil-dalil yang
menunjukkan hukum rokok.
1. Allah ta’ala berfirman,
وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ
*/"Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi
mereka segala yang buruk." /(Al-A’raf: 157).*
*- Dan rokok merupakan perkara buruk yang memudharatkan dan baunya pun
busuk.*
2. Allah ta’ala berfirman,
وَلاتُلْقُوابِأَيْدِيكُمْإِلَىالتَّهْلُكَةِ
*/"Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam
kebinasaan"/*/./* (Al-Baqarah: 195).*
*- Rokok akan menyebabkan penyakit yang mematikan seperti TBC, kanker
dan lain-lain.*
3. Allah ta’ala berfirman,
وَلاتَقْتُلُواأَنْفُسَكُمْ
*/
"Janganlah kalian membunuh jiwa-jiwa kalian./" (An-Nisa: 29).*
*- Rokok itu membunuh secara perlahan-lahan.*
4. Allah berfirman tentang mudharatnya khamr,
وَإِثْمُهُمَاأَكْبَرُمِنْنَفْعِهِمَا
*/"Tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya."/ (Al-Baqarah:
219).*
*- Bahaya rokok itu lebih besar dari manfaatnya, bahkan rokok itu
seluruhnya membahayakan (tidak ada manfaatnya sama sekali –pent.).*
5. Allah ta’ala berfirman,
إِنَّالْمُبَذِّرِينَكَانُواإِخْوَانَالشَّيَاطِينِ
*/"Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara
syaitan."/ (Al-Isra’: 27).*
*- Rokok itu bentuk pemborosan dan berlebih-lebihan, termasuk
perbuatannya syaithan.*
6. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
لاَضَرَرَوَلاَضِرَارَ
*/“Tidaklah membahayakan dan tidaklah dibahayakan”/ (Shahih, riwayat
Ahmad).*
- *Rokok itu membahayakan orang yang menghisapnya, dan mengganggu
orang yang di dekatnya serta menyia-nyiakan hartanya.*
7. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
وَكَرِهَ(اللهُ) لَكُمْإِضَاعَةَالْمَالِ
*/“Allah membenci penyia-nyiaan harta bagi kalian”/ (Muttafaqun
‘alaihi).*
*- Dan rokok merupakan penyia-nyiaan harta. Penghisapnya dibenci oleh
Allah ta’ala. (*)*
(Dinukil dari buku “Bagaimana Mendidik Putra Putri Anda” karya Asy
Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu, penerbit Al Ilmu Jogjakarta. Silakan
dicopy dengan mencantumkan URL Sumber: www.ulamasunnah.wordpress.com)
*
3. FATWA PARA ULAMA BESAR JUGA MELARANG MEROKOK*
*
Banyak para Ulama dari berbagai mazhab yang telah memfatwakan haramnya
rokok,* *
Diantaranya adalah : Syaikh Abdul Aziz bin Baz* (Mufti Kerajaan Saudi
Arabia)*
Pertanyaan.*
Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Apakah hukum rokok, haram atau
makruh ? Dan apakah hukum menjual dan memperdagangkannya ?*
Jawaban.*
Rokok diharamkan karena ia termasuk Khabits (sesuatu yang buruk) dan
mengandung banyak sekali mudharat, sementara Allah Subhanahu wa Ta'ala
hanya membolehkan makanan, minuman dan selain keduanya yang baik-baik
saja bagi para hambaNya dan mengharamkan bagi mereka semua yang buruk
(Khaba'its). Dalam hal ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.
"Artinya : Mereka menanyakan kepadamu, `Apakah yang dihalalkan bagi
mereka' Katakanlah, `Dihalalkan bagimu yang baik-baik" *[Al-Maidah : 4]*
Demikian juga dengan firmanNya ketika menyinggung sifat Nabi Muhammad
Shallallahu `alaihi wa sallam dalam surat Al-Araf.
"Artinya :…Yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf melarang
mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka
segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk"*
[Al-A'raf : 157]*
Jadi, rokok dengan segala jenisnya bukan termasuk Ath-Thayyibat
(segala yang baik) tetapi ia adalah Al-Khaba'its. Demikian pula, semua
hal-hal yang memabukkan adalah termasuk Al-Khaba'its. Oleh karenanya,
tidak boleh merokok, menjual ataupun berbisnis dengannya sama hukumnya
seperti Khamr (arak).
Adalah wajib bagi orang yang merokok dan memperdagangkannya untuk
segera bertaubat dan kembali ke jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala,
menyesali perbuatan yang telah diperbuat serta bertekad untuk tidak
mengulanginya lagi. Dan barangsiapa melakukan taubat dengan
setulus-tulusnya, niscaya Allah akan menerimanya sebagaimana firmanNya.
"Artinya : Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman
supaya kamu beruntung" *[An-Nur : 31]*
Dan firmanNya.
"Artinya : Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang
bertaubat, beriman, beramal shalih, kemudian tetap di jalan yang
benar" *[Thaha : 82]
[Kitabut Da'wah, dari fatwa Syaikh Ibn Baz, hal.236]*
*
[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar'iyyah Fi Al-Masa'il Al-Ashriyyah
Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa
Terkini-2, hal 21-22 Darul Haq]
ref :*_
_*_http://www.almanhaj.or.id/_*
<http://www.almanhaj.or.id/index.php?action==more&article_id=e1&bagian==0>
*
4. WEJANGAN & SENTILAN DARI BAPAK PUISI INDONESIA*
Mari kita perhatikan dan cermati lagi secara baik2 isi puisi karya pak
Taufik Ismail berikut ini: *_
Tuhan Sembilan Centi_*
*karya** Taufik Ismail*
Meskipun telah banyak dimuat di beberapa website dan blog, maka
alangkah inginnya ketika petikan nasehat yang bagus ini turut
tercantum pada di blog yang sederhana ini…
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat
siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok.
Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok.
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi
perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok.
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah…ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan
cara merokok.
Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok.
Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok.
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita.
Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran, di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok.
Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak
rokok.
Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling
menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok
di kantor atau di stop-an bus, kita ketularan penyakitnya. Nikotin
lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS.
Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di
dunia, dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau
itu, bisa ketularan kena.
Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok.
Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen
sepakbola mengemisngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok.
Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang
goblok merokok.
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi orang
perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok.
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita.
Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat
merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip
berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih warnanya,
kemana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung tasbih 99
butirnya.
Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan
mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang
dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan
yang sedikit golongan ashabus syimaal?
Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum. Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?
Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah
dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.
Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, lantas hukumnya jadi
dimakruh-makruhkan, jangan.
Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi
itu, yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai
terbatuk-batuk.
Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah
120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok. Korban penyakit
rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas.
Lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma
setingkat di bawah korban narkoba.
Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat
berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah
dan cerdasnya.
Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku’ dan
sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk
dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap
tuhan-tuhan ini.
Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.