Thank's beritanya
Tapi seandai nya petugas yang memeriksa tiba-tiba langsung memegang badan
dengan tiba-tiba kita harus berbuat apa
karena saya sering mengalaminya, untung nya OKNUM tersebut tidak jahil. Jadi
solusinya bagaimana ?
tolong tips nya gan

Pada 9 Juni 2010 13:54, Edy Haryanto <[email protected]> menulis:

>  Hati-hati Jangan Mau Dijebak Polisi (OKNUM KEPARAT!)
> By : email - Pengalaman dari seorang teman
>
> Minggu kemaren ada suatu kejadian yang mengerikan berhubungan dengan *Vallet
> Parking*.
> Begini ceritanya :
>
> Temen nyokap pergi ke sebuah mall di Jakarta, dia memakai jasa vallet
> parking, begitu dia ambil mobil dan keluar dari
> mall tsb, dia diberhentikan oleh *OKNUM KEPARAT*, lalu temen nyokap
> bertanya "Ada apa?"
> Si *OKNUM KEPARAT* jawab "Ada pemeriksaan mobil".
> Ketika dibuka bagasi mobil tersebut, terdapat seplastik ekstasi. Dia pun
> terkejut, karena barang tersebut sebelumnya tidak
> ada di dalam bagasi. *OKNUM KEPARAT* tersebut menyuruh untuk mengambil
> barang tersebut.
>
> Untungnya suami temen nyokap tersebut adalah *ORANG KEHAKIMAN* dan
> mengerti *HUKUM*.
> Suaminya melarang istrinya untuk mengambil barang tersebut, dia bilang
> begini kepada *OKNUM KEPARAT* tersebut :
> "Tunggu, saya akan telepon pengacara saya. Dan saya akan menyelidiki *SIDIK
> JARI* siapa yang ada di barang tersebut".
> *
> OKNUM KEPARAT* tersebut lalu "bernegosiasi" mulai dari angka yang wow...!!
> *500 juta* lalu turun ke *5 juta*.
> Turun lagi ke *1 juta*, turun lagi ke *500 ribu*. Tapi karena suaminya
> tahu *HUKUM*, dia tetap ngotot mau telepon pengacara
> dan akan menyelidiki sidik jari yang ada.
>
> Akhirnya setelah berdebat, *OKNUM KEPARAT* itupun mengambil kembali barang
> haram dan dimasukkan dalam kantongnya dan
> menyuruh sepasang suami istri itu pergi...
>
> Denger2 kejadian seperti ini bukan cuman sekali doank, tapi telah sering
> terjadi.
> Apakah masih minat pakai jasa valet parking setelah ada kejadian ini??
> It's true story.
>
>
> *Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Sisno Adiwinoto* meminta masyarakat
> untuk hati-hati dan mewaspadai adanya
> oknum Polisi yang menjebak warga dengan cara menaruh narkoba di dalam
> mobil. Warga yang menjadi korban pemerasan
> oknum Polisi harus berani melapor ke Unit / Bidang / Divisi Profesi Dan
> Pengamanan (Propam) Kantor Polisi terdekat.
> Dengan demikian, pelakunya dapat dengan cepat diproses baik secara pidana
> maupun tindakan pelanggaran etika.
>
> "Anda harus berani mengatakan bahwa barang terlarang itu bukan milik anda
> dan jangan mau jika diminta untuk memegang
> atau menyentuh barang itu. Bila perlu, warga yang menjadi korban penjebakan
> itu minta agar dilakukan *TES SIDIK JARI*
> agar dapat dibuktikan siapa saja yang pernah memegang barang terlarang
> tersebut.
>
> Untuk memasukkan barang haram itu ke dalam mobil atau kamar hotel, biasanya
> *OKNUM KEPARAT* tersebut bekerjasama dengan
> petugas hotel atau juru parkir (valet service).
> Kalau anda digrebek Polisi dengan tujuan akan diperas, maka tanyakan *SURAT
> PERINTAH*-nya dan laporkan.
>
> Sisno kini sedang gencar mengadakan pembersihan terhadap Polisi nakal.
> Polisi adalah milik rakyat, sehingga anda pun
> wajib membersihkannya dari segala yang mengotorinya, katanya.
>
> *Tips menghadapi Polisi pemeras:*
> 1. Katakan barang narkoba itu bukan milik anda.
> 2. Jangan sekali-kali mau disuruh memegang atau menyentuh barang, yang
> berdekatan atau tempat narkoba itu berada,
> seperti tas atau koper.
> 3. Tanyakan *SURAT PERINTA*H penggerebekan dari petugas tersebut? Dan
> tanyakan I*DENTITAS* lengkap petugas tersebut,
> seperti Kartu Identitas dan Pangkatnya.
> 4. Minta agar barang tidak disentuh untuk kemudian minta dibuktikan melalui
> Cek sidik jari, yakni sidik jari
> siapa yang melekat pada barang tersebut.
> 5. Kalo Polisi mau periksa tubuh kita, suruh buka dulu telapak tangannya.
> 6. Turuti jika diancam akan dibawa ke kantor Polisi.
> 7. Jangan berikan uang sedikitpun.
> 8. Laporkan ke petugas Propam agar kasusnya cepat terungkap.
>
>
>
> -- Edy Haryanto --
>
>
>
> --
> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]
> if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
> or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
> thanks for joinning this group.
>



-- 
Warm regards,
Arifin Efendi
Ratu Prabu 2
Jl. Letjend. TB Simatupang Kav. 1B
12430.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

Kirim email ke