Kita tahu kalau Yesus adalah Anak Allah yang turun ke bumi mengambil rupa 
manusia untuk menebus kita sehingga apabila kita percaya kepadaNya maka kita 
akan selamat dan beroleh hidup yang kekal.
Untuk mengikut Yesus, kita harus menanggalkan kehidupan lama kita yang sia-sia, 
memikul salib, serta menyangkal diri.

Suatu hari saya menonton sebuah acara TV, tepatnya sebuah kotbah di TV. Disitu 
pembicara menantang pemirsa dengan berkata (in english) "Apa yang ada dibenak 
anda ketika saya katakan tentang Yesus?". saat itu saya mulai membayangkan 
tentang Yesus,
Anak Allah..
Seorang Guru, mengajar di Bait Allah, hidup bersama murid-muridNya, 
penampilannya biasa tetapi ajaranNya luar biasa. Mati di kayu salib bagi saya 
dan bangkit lagi di hari ketiga..
Itulah yang terlintas di benak saya ketika membayangkan seorang Yesus sedang 
berjalan di muka bumi ini. Apaklah anda membayangkan hal yang sama dengan saya? 
mungkin..

Akhirnya pengkotbah tersebut mengatakan "Tahukah saudara kalau Yesus bukan 
seseorang yang miskin? Dia adalah seorang yang sukses. Mengapa? mari kita 
telaah satu-satu.

1. Peristiwa saat Yesus memberi makan lebih dari 5000 orang
Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak 
berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah 
kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?". Hal itu dikatakan-Nya 
untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya. Jawab 
Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka 
ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja." Yohanes 6:5-7
Yesus adalah pribadi yang bertanggung jawab, ketika Ia mengatakan "Di manakah 
kita akan membeli roti.." saya yakin kalau Yesus memiliki uang untuk mentraktir 
jemaah yang ada. Lalu Filipus menjawab "Roti seharga dua ratus dinar.." artinya 
Filipus mengetahui ada sekitar dua ratus dinar (dan mungkin lebih) dalam 
perbendaharaan Yesus.
Berapakah 200 dinar itu?
Alkitab mencatat 1 dinar setara dengan upah buruh 1 hari. Kita asumsikan 1 hari 
itu paling tidak cukup untuk membiayai makan 3 x sehari. Agar perhitungan kita 
lebih relevan, saya akan mencantumkan sebuah kutipan dari seorang ahli alkitab

The silver denarius was first issued around 211 BC and originally weighed about 
4.5 grams, but lost some weight through the ages. It is difficult to determine 
the value of a denarius today, but it's value with respect to bread is 
estimated to be around $20 US in the early empire which would have been equal 
to the daily wage of a common laborer. Based on this estimate, 200 denarii 
would have been equal to 8 months pay and had an approximate value of about 
$4000 US.
Source(s):
http://www.mapsofwo rld.com/referral s/metals/ silver/silver- denarius. html
The MacArthur Study Bible


Kesimpulannya adalah 200 dinar itu setara dengan $4000 atau Rp 36.800.000
Tidak sembarangan orang yang memiliki "idle money" atau uang menganggur sebesar 
36,8 juta, hanya orang-orang tertentu. Paling tidak seorang yang kaya.

2. Ketika Yesus disalibkan, tentara Romawi mengambil pakainnya lalu mengundinya 
seperti yang tertulis

Setelah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya. 
Pakaian itu dibagi empat: masing-masing mendapat satu bagian. Mereka mengambil 
juga jubah-Nya. Jubah itu tidak ada jahitannya-- ditenun dari atas sampai ke 
bawah.Prajurit- prajurit itu berkata satu sama lain, "Jangan kita potong-potong 
jubah ini. Mari kita membuang undi untuk menentukan siapa yang boleh 
mendapatnya. " Hal itu terjadi supaya terlaksana apa yang tertulis dalam 
Alkitab, yaitu: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku, dan membuang undi untuk 
jubah-Ku." Dan memang prajurit-prajurit itu berbuat begitu.(yohanes 19:23-24)


Pakaian yang dibagi-bagi pastilah pakaian yang layak pakai dan apabila sampai 
diperebutkan berarti pakaian itu sangat mahal. Jubah yang dipakai Yesus juga 
bukan sembarang jubahdan pasti mahal harganya karena ditenun bukan dijahit 
sehingga para tentara romawi pun mengundinya. Hari-hari ini banyak acara undian 
berhadiah dan diikuti begitu banyak orang karena hadiahnya bisa berupa mobil, 
rumah mewah, atau voucher jalan-jalan ke luar negeri. Pakaian yang dibuat 
secara handmade atau ditenun harganya juga bisa beberapa kali lipat diatas 
harga pakaian yang dijahit, misalnya Tuxedo atau Kebaya. Untuk Tuxedo tempahan 
bisa menghabiskan puluhan juta rupiah.
Apakah anda sudah mendapatkan gambaran seperti apakah Yesus itu?

3. Untuk mendukung kedua fakta diatas, saya memiliki satu fakta lagi. Yesus 
memiliki seorang bendaharawan, yakni Yudas Iskariot yang kelak mengkhianatiNya 
dengan menjualNya. Dalam pelayananNya, Yesus memerlukan seorang bendaharawan 
untuk mengelola keuangaNya agar pelayanan tidak terganggu. Selain kisah ketika 
Yesus memberi makan 5000 orang tersebut, Yesus juga mampu menyokong ke12 
murid-muridNya. Tidak pernah alkitab mencatat Yesus kekurangan dana dalam 
pelayananNya atau murid-muridNya kelaparan selama mengikuti Dia. Belum lagi 
Yudas beberapa kali mencuri tanpa harus ketahuan murid-murid yang lain (Yohanes 
12:4-6).

Bagi kita yang ingin melayani Yesus, sebaiknya kita mengetahui pribadi dan gaya 
pelayananNya juga. Banyak sekali opini-opini di tengah-tengah masyarakat 
apabila kita menjadi pelayan Tuhan atau pendeta (maaf!) kehidupannya tidak 
terjamin secara finansial. Hal ini sangat keliru karena Yesus sendiri secara 
manusiawi cukup berada dan Ia berfirman Tuhan pasti mencukupkan kebutuhan 
anak-anakNya (kita). Justru karena banyak yang mempercayai kalau melayani Tuhan 
itu akan hidup pas-pasan, maka jadilah pada orang tersebut sesuai iman mereka. 
Padahal Tuhan ingin memberkati kita secara berkelimpahan dibumi maupun di 
surga. Kalau kita sendiri tidak diberkati bagaimana kita menjadi saluran berkat 
bagi orang.

Saya sangat mendorong saudara-saudara untuk mengambil keputusan untuk hidup 
dalam komitmen bersama Yesus khususnya dalam melayaniNya. Jangan biarkan tipuan 
iblis melemahkan kita untuk maju lebih radikal. Tapi mari kalahkan ketakutan 
itu dengan pengenalan akan Tuhan. Satu hal yang perlu diingat adalah Tuhan 
memakai uang sebagai salah satu sarana melayani umatNya, uang itu tidak jahat 
tetapi cinta akan uang yang jahat

Kerajaan surga memang bukan soal makan dan minum tetapi soal sukacita oleh Roh 
Kudus. Namun biarlah tiga fakta diatas anda ketahui untuk menguatkan iman 
saudara apalagi ketika banyak bisikan-bisikan melemahkan ketika anda dalam 
pelayanan.

When God calls you He will sponsors you 

__._,_.___
 


      

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

Kirim email ke