---------- Forwarded message ----------
PEMBERIAN YANG TULUS<
Ketika masih Remaja, mungkin waktu itu sekitar
13 tahun, aku memperoleh pelajaran yang sangat
Berharga dari Ibuku.. Pelajaran yang takkan terlupakan !
Pada suatu hari, ketika kami sedang berada di sebuah
toko kecil, Aku melihat 3 orang masuk..
Tampaknya mereka sekeluarga terdiri atas seorang Ibu,
Anak & Cucunya yang kedua2nya Perempuan..
Penampilan mereka rapi.. Tapi, dari pakaian yang
sudah usang tampak bahwa hidup mereka tidak bisa
dibilang berkecukupan. . Mereka berkeliling toko
sambil membawa kereta belanja.. Dengan seksama
mereka memilih barang2 belanjaan, yang pada
umumnya tanpa merek serta bahan pangan yang diperlukan..
Ketika selesai berbelanja, kami menuju ke tempat Kasir
untuk membayar.. Ternyata ketiga orang itu sudah lebih
dulu sampai di sana.. Ada seorang Pembeli lain
yang menunggu giliran membayar.. Pembeli itu berdiri
di belakang mereka & di depan kami..
Sementara aku memperhatikan keluarga itu
meletakkan belanjaan mereka satu demi satu di depan
kasir, Aku mendengar wanita yang paling tua setiap
kali menanyakan berapa jumlah yang harus dibayar,
karena uang mereka mungkin tidak cukup untuk
membayar semuanya.. Proses itu memakan waktu &
Orang yang menunggu giliran di depanku tampak mulai
tidak sabar & bahkan menggumamkan kata2 yang aku
yakin pasti terdengar oleh ketiga wanita itu..
Ketika Kasir menjumlahkan semuanya, ternyata uang
mereka memang tidak cukup, sehingga wanita yang paling
tua lantas menunjuk berbagai bahan pangan yang
terpaksa dikembalikan. .
Ibuku mengambil dompetnya, mengambil selembar uang
20 Dollar & menyodorkan kepada wanita itu..
Wanita itu sangat kaget, lalu berkata :
"Saya tidak bisa menerimanya !"
Ibuku menatapnya & berkata dengan pelan :
"Kenapa tidak? BISA saja.. Anggap saja ini Hadiah..
Tidak ada sesuatupun dalam kereta belanja itu yang
tidak benar2 Anda perlukan, jadi saya harap Anda
sudi menerimanya"
Setelah mendengar kata2 Ibuku, wanita itu menerima
uang yang disodorkan itu.. Digenggamnya tangan Ibu sesaat
& dengan air mata berlinang2, ia berkata :
"Banyak TERIMA KASIH.. Baru kali ini aku melihat ada
orang yang Murah Hati seperti Anda.."
Aku masih ingat bahwa kemudian aku meninggalkan toko
itu dengan mata berkaca2.. Kejadian itu akan
senantiasa membekas dalam hati sanubariku..
Masalahnya, Orangtuaku harus membesarkan 6 Anak &
Uang mereka sendiri tidak bisa dibilang banyak,
meski sepanjang ingatanku kami tidak pernah
mengalami kekurangan apapun..
Aku sangat Bahagia karena mewarisi Sifat PEDULI Ibuku..
Aku juga pernah memberi dengan Perasaan TULUS &
tidak ada perasaan lain yang lebih Menyenangkan !
(Dee M. Taylor)
KEPEDULIAN terhadap Orang lain merupakan Bekal
yang lebih Baik dalam Kehidupan anak2 Anda daripada
Gelar Kesarjanaan. .
(Marian Wright Edelman)
Semakin banyak kita memberi,
Semakin banyak saja kita memperoleh lagi..
(Grace Speare)
Sumber : A Cup of CHICKEN SOUP for the Soul
.
__._,_.___
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.