Menkominfo Umpamakan Video Porno Mirip Ariel Dengan Tuhan Yesus
Fri, 18 June 2010
view :85582


Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menunjukkan sesuatu
yang tidak pantas sebagai seorang negarawan.

Saat memberikan pidato mengenai kasus video porno mirip Ariel-Luna-Cut Tari,
Kamis (16/6) kemarin, politisi Partai Kesejahteraan Rakyat (PKS) tersebut
mengatakan persoalan video porno mirip ketiga bintang papan atas di
Indonesia itu harus dijelaskan kepada publik, karena bila tidak hal ini akan
semakin panjang seperti persoalan Nabi Isa dan Yesus dalam pandangan Islam
dan Kristen.

Menurut Tifatul, umat Islam menganggap yang disalib itu hanyalah mirip Isa,
sementara Kristen menganggap yang disalib adalah Yesus.

"Dan ini (soal mirip Isa/Yesus) implikasinya masih panjang sampai sekarang.
Yang mirip-mirip ini kalau nggak diselesaikan bisa panjang," kata Tifatul.

Adapun analogi Tifatul Sembiring ini disampaikannya saat breakfast meeting
di kantor dinas Kemenkominfo di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, dimana
ketika itu hadir orang-orang dari lembaga seperti Komisi Penyiaran
Indonesia, Mabes Polri, Dewan Pers, pengelola forum diskusi internet maupun
pengelola ISP.

Setelah kabar ini tersebar di media, twitter sang menteri, Jumat (18/6),
menuai banyak komentar yang kebanyakan mengaku kecewa dan keberatan dengan
pernyataan beliau.

"Pak Tifatul nggak perlulah ambil perumpamaan Yesus/Isa terhadap kasus video
porno. Disebut 'perumpamaan/pengandaian' pun tidak cocok dengan konteksnya,"
komentar @sallysety.

"Kayaknya membandingkan Ariel dll dengan Yesus adalah analogi yang kacau dan
melecehkan," komentar @hasief.

Tifatul sendiri mencoba menjelaskan ucapannya kemarin kepada para
pengikutnya di media mikro blogging tersebut. Ia menyatakan, Islam meyakini
bahwa yang disalib bukan Nabi Isa, tapi orang yang 'mirip' Isa. "Nasrani
meyakini yang disalib Yesus. Bisa cek pada ahli teologi," tulis Tifatul
menanggapi komentar followernya ber-ID @nafaurbach.

Di akhir tweetnya terhadap isu itu, Tifatul menulis, "Saya juga manusia
biasa, bisa salah. Jika terjadi, dengan legowo saya akan sampaikan maaf.
Jadi aneh jika ada yang hujat/ bodoh-bodohkan orang saat diskusi."

Sungguh menyedihkan seorang pejabat publik mengeluarkan pernyataan yang
membahayakan keutuhan bangsa. Terlepas dari kekeliruan yang mungkin ia
lakukan, tetap saja hal ini harus disikapi dengan serius. Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY) selaku pimpinan negara hendaknya mengambil tindak
tegas dalam persoalan ini. Jika tidak, maka hal ini akan menjadi "bom waktu"
yang bisa meledak kapan saja.


~ Sista Moon waiting for Broda Sun~


On Mon, Jun 21, 2010 at 9:05 AM, <[email protected]> wrote:

> Ini yang versi lengkapnya :
>
>
> http://www.jawaban.com/index.php/mobile/news/detail/cat/91/id/100618151453/page/0/comment/5
>
>
> Om Rachmad dan Om Edy + Om Asean, tolong dong diexecute :p
>
> Thanks,
> Aga
>
> ... Oui, Oui, Je Suis Aga ...
>
> --
> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]
> if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
> or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
> thanks for joinning this group.
>

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

Kirim email ke